RADARSEMARANG.ID – Memilih mobil keluarga diesel bekas tidak selalu harus berakhir pada Toyota Kijang Innova. Di pasar mobil bekas Indonesia, Isuzu Panther Grand Touring 2017 masih menarik untuk masyarakat yang membutuhkan MPV berkapasitas besar, mesin diesel sederhana, konsumsi bahan bakar relatif hemat, serta biaya kepemilikan yang masuk akal.
Di sisi lain, Toyota Kijang Innova Diesel 2017 menawarkan teknologi mesin yang lebih modern, kabin lebih nyaman, performa jauh lebih kuat, fitur lebih lengkap, dan jaringan purnajual yang sangat luas.
Keduanya memang sama-sama menggunakan mesin diesel dan sama-sama cocok sebagai mobil keluarga. Namun karakter keduanya sangat berbeda. Panther lebih mengutamakan kesederhanaan, ketahanan, ruang kabin, serta kemudahan perawatan. Innova Diesel lebih unggul dalam performa, kenyamanan, handling, fitur keselamatan, dan kualitas berkendara.
Isuzu Panther Grand Touring 2017 menggunakan mesin diesel 4JA1-L berkapasitas 2.499 cc. Mesin ini menghasilkan sekitar 80 PS dan torsi 191,5 Nm pada putaran rendah. Transmisinya manual 5-percepatan.
Karakter mesinnya bukan mengejar akselerasi cepat, tetapi memberikan torsi yang cukup untuk membawa penumpang dan barang dalam perjalanan jauh. Data spesifikasi yang tersedia mencatat kapasitas tangki 55 liter, tujuh tempat duduk, panjang sekitar 4.535 mm, lebar 1.770 mm, serta jarak sumbu roda 2.685 mm.
Toyota Kijang Innova Diesel 2017 berada satu tingkat di atas dalam teknologi. Mobil ini memakai mesin 2GD-FTV 2.4 liter dengan VNT dan intercooler. Toyota memperkenalkan mesin diesel generasi baru tersebut pada All New Kijang Innova yang mulai dipasarkan sejak 2015.
Untuk varian manual, tenaga yang tercatat sekitar 147 PS dan torsi sekitar 342 Nm, sedangkan sejumlah pengujian dan sumber otomotif mencatat output sekitar 149 PS dan 360 Nm tergantung spesifikasi serta penyajian data.
Perbedaan angka tersebut langsung terasa ketika mobil digunakan. Panther Grand Touring membutuhkan gaya mengemudi yang lebih sabar. Ketika pedal gas diinjak, responsnya tidak secepat Innova Diesel.
Baca Juga: Jangan Beli Yaris Cross Sebelum Lihat Mobil Ini, Selisih Harganya Bikin Penasaran
Mesin 2.5 liter Panther memang berturbo, tetapi teknologi injeksinya jauh lebih sederhana dibanding mesin common-rail modern pada Innova.
Sebaliknya, Innova Diesel mempunyai karakter mesin yang jauh lebih responsif. Torsi besar membuat mobil terasa ringan ketika berakselerasi dari putaran rendah. Ketika digunakan membawa tujuh penumpang, menyalip kendaraan di jalan luar kota, atau melewati tanjakan panjang, Innova lebih mudah dikendalikan karena tenaga dan torsinya tersedia lebih besar.
Untuk penggunaan dalam kota, Panther sebenarnya tetap mencukupi. Keunggulannya justru muncul ketika pemilik mengutamakan kepraktisan dan tidak terlalu membutuhkan akselerasi cepat. Mesin sederhana juga membuat karakter Panther relatif mudah dipahami oleh bengkel diesel umum.
Soal konsumsi bahan bakar, keduanya sama-sama menarik tetapi jangan terpaku pada satu angka karena konsumsi solar sangat dipengaruhi kondisi mesin, beban, tekanan ban, lalu lintas, AC, kualitas bahan bakar, dan gaya mengemudi.
Panther Grand Touring sering dilaporkan berada di kisaran sekitar 10–12 km/l untuk pemakaian kota dan sekitar 14–16 km/l untuk perjalanan luar kota dengan kondisi ideal.
Beberapa sumber yang mengompilasi pengujian konsumsi mencatat Grand Touring dapat mencapai sekitar 14,3 km/l dalam kondisi tertentu. Angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai angka optimal, bukan jaminan konsumsi setiap unit bekas.
Untuk Innova Diesel 2017, angka konsumsi juga sangat tergantung transmisi dan rute. Data spesifikasi yang tersedia mencantumkan sekitar 13 km/l di dalam kota dan 18 km/l di tol untuk varian tertentu, sementara pengujian terhadap Innova Diesel generasi ini pernah mencatat angka sekitar 19,6 km/l pada perjalanan tol dengan kondisi yang sangat mendukung.
Dalam pemakaian nyata, calon pembeli sebaiknya menganggap angka tersebut sebagai kisaran, bukan standar mutlak. Innova Diesel yang digunakan di kemacetan Jakarta dengan AC menyala dan penumpang penuh tentu tidak akan mencapai angka konsumsi yang sama dengan mobil yang melaju stabil di jalan tol.
Dari sisi kapasitas, Panther Grand Touring mempunyai tangki solar 55 liter dan tujuh tempat duduk. Bentuk bodinya tinggi sehingga ruang kepala cukup lega.
Karakter kabinnya terasa lapang dan praktis untuk keluarga. Suspensi depan menggunakan double wishbone dan belakang menggunakan konfigurasi multi-link, sedangkan rem depannya cakram dan belakang tromol.
Innova Diesel juga berkapasitas tujuh penumpang, tetapi dimensinya lebih besar. Panjangnya sekitar 4.735 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.795 mm, dan wheelbase 2.750 mm. Dimensi yang lebih panjang dan lebar memberikan keuntungan pada ruang kabin, stabilitas, serta kenyamanan penumpang.
Untuk keluarga yang sering membawa orang tua, anak-anak, koper, perlengkapan perjalanan, atau barang belanjaan dalam jumlah banyak, Innova terasa lebih modern dan nyaman. Tata letak kabinnya juga lebih baik untuk perjalanan jauh.
Namun Panther tidak boleh dianggap kalah telak. Keunggulan Panther justru terdapat pada konstruksi yang sederhana dan karakter bodi yang tinggi. Posisi duduknya memberikan visibilitas yang baik, sementara ruang kabinnya tetap cukup untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Dalam hal handling, Innova Diesel adalah pemenang yang cukup jelas.
Baca Juga: Bukan Cuma Fortuner dan Pajero Sport, Ini 8 Mobil Diesel yang Masih Jadi Pilihan Masyarakat
Panther mempunyai karakter handling yang terasa seperti MPV generasi lama. Bodi tinggi dan bobot yang cukup besar membuat body roll lebih terasa ketika mobil dibawa menikung dengan kecepatan tinggi. Sumber spesifikasi mencatat bobot kotor Panther sekitar 2.170 kg.
Artinya, Panther paling nyaman digunakan dengan gaya mengemudi santai. Mobil ini cocok untuk perjalanan keluarga, perjalanan antarkota, dan jalan yang tidak terlalu menuntut manuver agresif.
Innova lebih stabil. Platform generasi kedua dibuat dengan pendekatan yang lebih modern sehingga rasa berkendaranya lebih mendekati mobil penumpang modern dibanding MPV lama. Kemudi lebih presisi, suspensi lebih terkontrol, dan bodi terasa lebih mantap ketika melewati kecepatan tinggi.
Bagi masyarakat yang setiap hari melewati jalan tol, jalan perkotaan yang padat, serta perjalanan antarkota, Innova menawarkan rasa percaya diri yang lebih baik.
Panther Grand Touring 2017 sebenarnya sudah mempunyai sejumlah fitur yang cukup untuk kebutuhan dasar. Ada power window, power steering, AC dengan ventilasi belakang, audio, power outlet, roof rail, footstep, alloy wheel, serta fitur tambahan Grand Touring seperti kamera parkir, sensor parkir, spoiler belakang, dan beberapa aksesori eksterior.
Tetapi jika dibandingkan dengan Innova, fitur Panther terlihat tertinggal. Sistem keselamatan Panther merupakan salah satu titik yang harus diperhatikan calon pembeli. Teknologi keselamatan aktif seperti yang tersedia pada MPV generasi lebih baru belum menjadi keunggulan Panther. Beberapa sumber juga mencatat absennya fitur seperti ABS dan EBD pada Panther generasi tersebut.
Innova Diesel mempunyai perlengkapan yang lebih modern. Toyota menawarkan fitur seperti sistem audio yang lebih baik, kamera parkir pada varian tertentu, steering switch, serta perlengkapan kenyamanan yang jauh lebih lengkap. Pada varian otomatis tersedia transmisi enam percepatan dengan pilihan Normal, Eco dan Power Mode.
Perbedaan fitur tersebut penting bagi masyarakat umum. Kalau mobil hanya dipakai dari rumah ke kantor dan sesekali keluar kota, Panther masih cukup. Namun jika mobil digunakan sebagai kendaraan keluarga utama selama bertahun-tahun, Innova memberikan lingkungan kabin yang lebih modern.
Untuk harga bekas, kondisi pasar sangat menentukan. Harga Panther Grand Touring 2017 yang dipasarkan saat ini dapat berbeda jauh berdasarkan kilometer, kondisi mesin, bodi, interior, kelengkapan dokumen, dan wilayah.
Data pasar yang tersedia menunjukkan contoh Grand Touring 2017 sekitar Rp230 juta, sementara sumber lain memberikan kisaran sekitar Rp190 juta sampai Rp240 juta untuk Grand Touring tahun 2017.
Sementara itu, Toyota Kijang Innova Diesel 2017 mempunyai rentang harga yang lebih lebar. Berdasarkan sejumlah listing pasar bekas yang tersedia, unit tahun 2017 dapat ditemukan mulai sekitar Rp240–260 jutaan untuk unit dengan kilometer tinggi, sementara unit dengan kilometer lebih rendah dan kondisi lebih baik dapat ditawarkan Rp300 juta hingga Rp350 juta atau lebih.
Baca Juga: Solar Nih Bos, Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021:Siapa Lebih Tangguh dan Lebih Irit
Karena harga mobil bekas sangat bergantung pada kondisi, jangan menjadikan harga iklan sebagai patokan harga transaksi final. Innova Diesel dengan kilometer 60 ribu tentu tidak layak dibandingkan langsung dengan unit 170 ribu kilometer. Begitu pula Panther dengan mesin sehat dan riwayat perawatan jelas dapat memiliki harga lebih tinggi daripada unit yang membutuhkan banyak perbaikan.
Dari sisi biaya perawatan, Panther mempunyai keunggulan penting. Mesin 4JA1-L menggunakan konstruksi yang relatif sederhana dibanding mesin diesel common-rail modern. Ini menjadi salah satu alasan Panther dikenal mudah dirawat dan banyak bengkel umum mampu mengerjakannya.
Ketersediaan suku cadang juga masih menjadi salah satu alasan Panther tetap realistis digunakan masyarakat umum. Isuzu Indonesia menyediakan jaringan dealer, bengkel, serta partshop; situs resmi Isuzu juga menampilkan jaringan dealer dan Partshop di berbagai wilayah Indonesia.
Meski demikian, pembeli Panther 2017 harus membedakan antara “suku cadang masih tersedia” dan “semua komponen pasti murah”. Komponen fast moving seperti filter, kampas rem, belt dan komponen servis rutin relatif mudah dicari. Untuk komponen tertentu yang lebih jarang diganti, harga dan ketersediaannya dapat berbeda tergantung daerah.
Innova mempunyai keunggulan yang lebih besar dalam jaringan purnajual. Toyota saat ini menyatakan jaringan after-sales-nya mencapai 297 bengkel perawatan dan perbaikan serta 81 bengkel Body & Paint di Indonesia. Bengkel resmi menggunakan Toyota Genuine Parts dan teknisi yang telah mendapatkan pelatihan serta sertifikasi.
Ini menjadi nilai tambah besar untuk masyarakat yang ingin memiliki mobil bekas untuk pemakaian jangka panjang. Di kota besar maupun banyak daerah, menemukan bengkel Toyota relatif mudah. Bahkan Toyota juga menyediakan alternatif suku cadang T-OPT untuk sejumlah fast moving parts, termasuk produk yang mencakup Innova.
Dari aspek durability atau daya tahan, Panther mempunyai reputasi yang sangat kuat. Mesin diesel 2.5 liter 4JA1 terkenal dengan konstruksi sederhana dan karakter kerja yang tidak terlalu kompleks. Selama oli, filter udara, filter solar, sistem pendingin, belt, injektor, dan komponen mesin dirawat dengan benar, mesin dapat digunakan dalam waktu panjang.
Namun istilah “mesin diesel pasti awet” tidak boleh diterjemahkan sebagai “tidak perlu dirawat”. Panther 2017 sekarang sudah berusia sekitar sembilan tahun. Kondisi unit lebih penting daripada merek.
Panther dengan riwayat perawatan buruk dapat membutuhkan biaya besar untuk memperbaiki kaki-kaki, sistem pendinginan, turbo, injektor, kopling, AC, hingga kelistrikan.
Baca Juga: Kuda Diesel atau Kijang Krista Diesel Tahun 2004, Mana yang Lebih Cocok
Innova Diesel juga mempunyai durability yang baik, tetapi teknologinya lebih kompleks. Mesin 2GD-FTV menggunakan common-rail, turbo VNT, intercooler, dan sistem kontrol elektronik yang lebih modern. Teknologi ini menghasilkan performa lebih baik dan konsumsi BBM yang kompetitif, tetapi biaya ketika komponen tertentu bermasalah dapat lebih tinggi daripada Panther.
Khusus untuk Innova Diesel bekas, kualitas bahan bakar dan riwayat servis harus diperiksa dengan serius. Sistem common-rail membutuhkan perhatian terhadap filter bahan bakar dan kualitas solar.
Jangan hanya melihat odometer; cek apakah servis rutin dilakukan, apakah mesin pernah mengalami overheating, bagaimana kondisi turbo, injektor, transmisi, serta sistem pendinginnya.
Untuk masyarakat umum yang ingin membeli salah satu dari dua mobil ini, pemeriksaan sebelum transaksi justru lebih penting daripada mencari unit termurah.
Pada Panther Grand Touring 2017, periksa suara mesin ketika dingin, asap knalpot, respons turbo, kondisi radiator, kebocoran oli, temperatur mesin, kopling, transmisi, kaki-kaki, power steering, AC double blower, serta fungsi kamera dan sensor parkir. Pastikan nomor rangka dan mesin sesuai dokumen.
Pada Innova Diesel 2017, pemeriksaan sebaiknya mencakup kondisi mesin saat cold start, asap, suara injektor, turbo, sistem common-rail, transmisi, kaki-kaki, AC, kelistrikan, sistem audio, kamera, serta riwayat servis. Jika memungkinkan, lakukan scanning menggunakan alat diagnostik dan inspeksi oleh mekanik yang memahami mesin diesel modern.
Untuk pemakaian keluarga, Panther Grand Touring 2017 unggul pada kesederhanaan, biaya perawatan yang cenderung lebih bersahabat, kabin lapang, mesin yang terkenal tahan lama, serta harga beli bekas yang relatif menarik. Mobil ini cocok bagi masyarakat yang tidak mengejar teknologi terbaru dan lebih mengutamakan fungsi.
Innova Diesel 2017 unggul pada hampir semua aspek yang berhubungan dengan pengalaman berkendara. Performa jauh lebih kuat, handling lebih modern, kabin lebih nyaman, fitur lebih lengkap, teknologi mesin lebih maju, serta jaringan bengkel dan suku cadang Toyota sangat luas. Kekurangannya adalah harga beli bekas biasanya lebih mahal dan biaya perawatan komponen tertentu dapat lebih tinggi.
Panther tidak cocok bagi pembeli yang mengutamakan akselerasi dan fitur keselamatan modern, tetapi sangat masuk akal bagi masyarakat yang membutuhkan MPV diesel sederhana dan fungsional.
Baca Juga: Duel MPV Lawas,Toyota Kijang LGX vs Isuzu Panther LS Ini Perbedaannya
Apakah Innova Diesel 2017 lebih baik? Secara keseluruhan, iya. Jika anggaran memungkinkan, Innova Diesel adalah pilihan yang lebih lengkap untuk kendaraan keluarga.
Performa, kenyamanan, handling, fitur, serta jaringan after-sales membuatnya lebih mudah direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari.
Namun selisih harga harus dihitung. Jika dana terbatas dan kebutuhan utama adalah mobil keluarga yang tahan digunakan, Panther Grand Touring dapat menjadi pilihan rasional. Jika dana lebih besar dan kenyamanan, performa, serta kemudahan layanan resmi menjadi prioritas, Innova Diesel 2017 lebih unggul.
Dengan kata lain, Panther Grand Touring 2017 adalah pilihan untuk pembeli yang mengutamakan kesederhanaan dan durability, sedangkan Toyota Kijang Innova Diesel 2017 lebih cocok untuk pembeli yang menginginkan mobil keluarga dengan paket yang lebih modern dan serba lengkap.
Untuk pasar mobil bekas 2026, keputusan terbaik bukan sekadar memilih merek Toyota atau Isuzu. Kondisi unit tetap menjadi faktor nomor satu.
Lebih baik membeli Panther dengan mesin sehat daripada Innova murah tetapi membutuhkan banyak perbaikan. Sebaliknya, jika menemukan Innova Diesel dengan riwayat servis jelas, kilometer masuk akal, mesin sehat, dan harga sesuai kondisi, tambahan modal untuk Innova dapat memberikan pengalaman kepemilikan yang lebih nyaman.
Bagi pembeli yang benar-benar ingin menghemat biaya kepemilikan, hitung bukan hanya harga beli. Masukkan biaya pajak, servis berkala, ban, oli, filter, rem, kopling, kaki-kaki, asuransi, konsumsi solar, dan kemungkinan perbaikan setelah membeli. Mobil bekas yang tampak murah dapat berubah menjadi mahal jika membutuhkan banyak perbaikan dalam enam bulan pertama.
Pada akhirnya, Panther Grand Touring 2017 dan Toyota Kijang Innova Diesel 2017 sama-sama mempunyai alasan kuat untuk dipilih. Panther menang dalam kesederhanaan dan kemudahan mekanis,
sedangkan Innova menang telak dalam performa, kenyamanan, teknologi, handling, dan dukungan purnajual. Untuk mayoritas keluarga yang mempunyai anggaran cukup, Innova Diesel 2017 merupakan pilihan yang lebih aman secara keseluruhan.
Tetapi bagi masyarakat yang mengejar efisiensi biaya dan menginginkan mesin diesel sederhana dengan kabin besar, Panther Grand Touring 2017 tetap menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi