Ford Everest 2015 atau Fortuner 2015, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:14 WIB
Ford Everest 2015 vs Fortuner 2015
Ford Everest 2015 vs Fortuner 2015

 

RADARSEMARANG.ID – Ford Everest 2015 dan Toyota Fortuner 2015 merupakan dua SUV diesel yang sama-sama menarik untuk masyarakat yang sedang mencari mobil bekas dengan karakter tangguh, kabin besar, posisi duduk tinggi, serta kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.

Namun, setelah usia kendaraan kini sudah lebih dari satu dekade, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang paling bertenaga, melainkan mana yang lebih masuk akal untuk dipakai sehari-hari, lebih mudah dirawat, suku cadangnya lebih aman, nyaman untuk keluarga, dan tidak membuat pemilik pusing ketika kendaraan membutuhkan perbaikan.

Di atas kertas, Ford Everest 2015 mempunyai daya tarik yang sangat kuat. Generasi kedua Everest menawarkan mesin diesel Duratorq TDCi, termasuk pilihan 2.2 liter dengan tenaga sekitar 160 PS dan torsi 385 Nm serta 3.2 liter lima silinder yang mampu menghasilkan sekitar 200 PS dengan torsi 470 Nm.

Karakter mesinnya terasa kuat sejak putaran bawah sehingga cocok untuk perjalanan luar kota, membawa banyak penumpang maupun melewati jalan menanjak.

Toyota Fortuner 2015 justru mempunyai keunggulan berbeda. Mesin diesel 2.5 liter 2KD-FTV VNTurbo menghasilkan sekitar 144 PS dengan torsi di kisaran 343–347 Nm.

Angka tersebut memang tidak sebesar Everest 3.2, tetapi sudah lebih dari cukup untuk penggunaan keluarga, perjalanan antarkota dan membawa tujuh penumpang. Fortuner juga tersedia dengan mesin bensin 2.7 liter yang menghasilkan sekitar 160 PS.

Kalau bicara performa murni, Ford Everest 3.2 jelas lebih menggoda. Torsi 470 Nm membuat akselerasi terasa kuat ketika mobil membawa penumpang penuh. Saat digunakan menanjak atau melakukan overtaking di jalan luar kota, mesin lima silinder tersebut mempunyai cadangan tenaga yang lebih besar. Everest 2.2 pun tidak bisa dianggap lemah karena torsi 385 Nm sudah cukup besar untuk ukuran SUV keluarga.

Fortuner 2.5 VNT memiliki karakter yang lebih sederhana. Tenaganya memang berada di bawah Everest, tetapi mesin 2KD-FTV sudah lama dikenal luas di Indonesia dan teknisinya relatif familiar dengan karakter mesin tersebut.

Untuk pemakaian harian, perbedaan performa ini tidak selalu menjadi masalah. Bahkan bagi keluarga yang lebih sering berkendara santai di dalam kota, tenaga Fortuner 2.5 sudah mencukupi.

Dari sisi konsumsi bahan bakar, hasil nyata tentu sangat tergantung kondisi mesin, transmisi, ban, beban, rute, gaya mengemudi dan kualitas bahan bakar.

Baca Juga: Sama-Sama Tahun 2022, Innova Reborn atau Fortuner, Mesin 2GD vs 1GD, Siapa Jawaranya?

Karena itu, angka konsumsi sebaiknya tidak dianggap sebagai angka mutlak. Secara karakter, Fortuner diesel 2.5 cenderung lebih mudah mencapai konsumsi yang efisien dibanding Everest 3.2 karena kapasitas mesinnya lebih kecil. Dalam penggunaan campuran, pemilik mobil bekas dapat menemukan hasil yang berbeda-beda, sehingga kondisi unit jauh lebih penting daripada angka brosur.

Everest 2.2 berada di posisi menarik. Kapasitas mesinnya lebih kecil dibanding Everest 3.2, tetapi torsinya tetap besar. Jika kondisinya sehat dan dikendarai dengan halus, konsumsi bahan bakarnya bisa lebih bersahabat daripada Everest 3.2. Namun, jangan membeli Everest hanya karena berharap konsumsi bahan bakarnya pasti irit.

SUV besar dengan bobot tinggi tetap membutuhkan bahan bakar cukup banyak, terutama ketika digunakan di dalam kota dengan lalu lintas padat.

Untuk kapasitas kabin, keduanya sama-sama cocok sebagai kendaraan keluarga. Fortuner mempunyai konfigurasi tiga baris dan mampu membawa hingga tujuh orang.

Posisi duduk tinggi menjadi salah satu keunggulan utama karena memberikan visibilitas yang baik ke depan. Everest juga menawarkan kabin luas dengan tiga baris kursi dan ruang yang terasa lega bagi keluarga.

Dalam penggunaan harian, Fortuner mempunyai keuntungan dari sisi rasa familiar. Banyak masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan dimensi, posisi mengemudi dan karakter suspensinya. Bengkel umum pun relatif mudah menemukan mekanik yang memahami Fortuner.

Hal ini penting bagi pemilik mobil berusia sekitar 11 tahun karena biaya kepemilikan bukan hanya berasal dari harga beli, tetapi juga dari kemudahan perawatan.

Everest menawarkan rasa berkendara yang lebih modern. Karakter suspensinya terasa lebih matang dan kabin cenderung memberikan kesan lebih mewah.

Untuk perjalanan jauh, Everest dapat menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan. Tetapi karena jumlah unit di jalan lebih sedikit dibanding Fortuner, calon pembeli harus lebih teliti ketika mencari mekanik yang benar-benar memahami kendaraan ini.

Dalam hal handling, kedua SUV tetap mempunyai karakter kendaraan tinggi. Jangan berharap sensasi menikung seperti sedan atau hatchback. Everest terasa cukup stabil untuk ukuran SUV besar, sementara Fortuner juga mempunyai karakter pengendalian yang mudah dipahami.

Bagi pemakaian harian, perbedaan terbesar biasanya justru berasal dari kondisi ban, shock absorber, kaki-kaki, steering system dan alignment. Mobil tahun 2015 saat ini sudah memasuki usia yang membuat kondisi kaki-kaki menjadi faktor penting. Unit yang shock absorber-nya sudah lemah akan terasa limbung, berisik dan kurang nyaman.

Begitu pula dengan bushing, ball joint, tie rod, bearing roda dan komponen suspensi lain. Jadi, ketika membandingkan Ford Everest 2015 dengan Toyota Fortuner 2015, jangan hanya melakukan test drive selama beberapa menit. Periksa kendaraan secara menyeluruh.

Untuk fitur, Ford Everest mempunyai daya tarik kuat. Generasi ini menawarkan sejumlah perlengkapan yang terasa modern pada masanya, terutama pada varian Titanium. Fitur seperti sistem infotainment, konektivitas, kamera, kontrol elektronik dan berbagai perangkat keselamatan membuat Everest terlihat lebih premium dibanding SUV diesel konvensional pada zamannya.

Baca Juga: Banyak yang Keliru! Ternyata Toyota Kijang Diesel Pertama Bukan Innova, Melainkan Mobil Ini

Fortuner 2015 juga mempunyai fitur yang cukup lengkap, terutama pada varian TRD Sportivo. Namun desain dan teknologi interiornya sudah menunjukkan usia kendaraan.

Dibandingkan Everest, kabin Fortuner generasi tersebut terasa lebih konservatif. Meski demikian, untuk masyarakat umum yang lebih mengutamakan fungsi, hal tersebut tidak terlalu mengganggu.

Salah satu aspek yang membuat Fortuner 2015 sangat menarik adalah harga bekasnya. Berdasarkan sejumlah listing pasar mobil bekas yang ditemukan saat ini,

Fortuner 2015 berada di kisaran sekitar Rp247 juta hingga Rp315 juta untuk banyak unit yang ditawarkan, meskipun terdapat unit dengan harga lebih tinggi tergantung varian, kondisi, kilometer dan konfigurasi. Listing lain bahkan menunjukkan adanya unit 2.5 diesel dengan harga sekitar Rp280 juta hingga Rp305 juta.

Ford Everest 2015 justru mempunyai pola harga yang menarik. Sejumlah listing Everest 2015 yang ditemukan berada di kisaran sekitar Rp355 juta sampai Rp365 juta, meskipun harga pasar bisa berbeda cukup jauh berdasarkan tipe dan kondisi kendaraan.

Perbedaan harga tersebut harus dibaca secara hati-hati. Harga iklan bukan berarti harga transaksi akhir. Kondisi kendaraan, riwayat servis, kilometer, kelengkapan dokumen dan lokasi dapat membuat harga berubah puluhan juta rupiah.

Bahkan dua mobil dengan tahun yang sama bisa mempunyai selisih harga besar jika salah satunya mempunyai riwayat perawatan lengkap sementara yang lain tidak jelas.

Nah, bagian yang paling penting bagi masyarakat umum adalah purna jual. Di sinilah Toyota Fortuner mempunyai keunggulan yang sulit diabaikan.

Toyota mempunyai jaringan layanan yang jauh lebih familiar bagi konsumen Indonesia. Populasi Fortuner yang besar membuat banyak bengkel umum mengenal mobil ini.

Suku cadang fast moving relatif mudah ditemukan, baik melalui jaringan resmi maupun toko onderdil. Untuk komponen tertentu, tersedia pula banyak pilihan aftermarket.

Ford Everest mempunyai cerita berbeda. Ford Motor Indonesia memang menghentikan operasionalnya di Indonesia pada 2016. Namun layanan purna jual Ford kemudian dialihkan kepada RMA Group.

Ford sendiri pernah menyatakan bahwa RMA mulai beroperasi sebagai distributor resmi Ford Service dan Genuine Parts di Indonesia pada 1 November 2016.

Artinya, anggapan bahwa membeli Everest otomatis tidak mendapatkan dukungan servis sama sekali tidak tepat. Layanan Ford tetap pernah diteruskan melalui jaringan resmi RMA, termasuk servis dan penyediaan suku cadang asli. Ford Indonesia juga pernah menyebut RMA sebagai pihak yang menangani layanan purna jual dan suku cadang Ford di Indonesia.

Namun, bagi calon pembeli mobil bekas pada 2026, persoalannya adalah akses. Jaringan dan ketersediaan komponen Ford tidak sesederhana Toyota. Karena itu, sebelum membeli Everest 2015, calon pemilik sebaiknya memastikan terlebih dahulu bengkel spesialis Ford yang dapat dijangkau dari rumah, serta menanyakan ketersediaan komponen yang kemungkinan diperlukan.

Baca Juga: Isuzu D-Max 2015 atau Ford Ranger 2015, Siapa Juaranya? Adu Performa Nih

Untuk suku cadang, Fortuner lebih unggul dalam hal kemudahan. Komponen mesin diesel 2KD-FTV sudah sangat familiar di pasar Indonesia. Banyak komponen tersedia melalui berbagai jalur. Hal ini membuat biaya perawatan rutin lebih mudah diprediksi.

Everest bukan berarti sulit dirawat. Masalahnya adalah tidak semua bengkel umum mempunyai pengalaman yang sama terhadap sistem elektronik, diesel common rail, transmisi dan berbagai perangkat pada Everest. Salah diagnosis dapat membuat biaya perbaikan membengkak. Karena itu, riwayat servis menjadi sangat penting.

Durability atau daya tahan juga perlu dilihat secara realistis. Fortuner 2.5 VNT mempunyai reputasi sebagai kendaraan yang mampu digunakan dalam jangka panjang apabila dirawat dengan benar.

Tetapi bukan berarti semua Fortuner 2015 otomatis bagus. Usia kendaraan sudah cukup tua sehingga kondisi aktual jauh lebih menentukan daripada merek.

Mesin diesel turbo membutuhkan perawatan oli yang tepat, filter bahan bakar yang baik dan perhatian terhadap sistem turbo. Jika mobil sering menggunakan bahan bakar berkualitas buruk atau terlambat melakukan servis, masalah dapat muncul pada sistem injeksi, turbo maupun komponen pendukung lainnya.

Everest 2.2 dan 3.2 juga mempunyai mesin yang kuat apabila dirawat dengan benar. Namun calon pembeli harus memeriksa sistem injeksi dan kondisi mesin secara serius.

Pada Everest bekas, gejala seperti tenaga menurun, suara mesin tidak normal atau respons mesin yang kurang baik perlu diperiksa karena masalah injektor dan komponen terkait dapat menjadi sumber biaya.

Selain mesin, transmisi otomatis wajib diperiksa. Perpindahan gigi harus halus, tidak boleh ada jeda berlebihan, hentakan keras atau gejala slip. Mobil yang sudah berusia lebih dari satu dekade bisa mempunyai masalah transmisi bukan karena desainnya buruk, tetapi karena pemilik sebelumnya mungkin mengabaikan penggantian oli transmisi atau menggunakan kendaraan secara berat.

Untuk masyarakat umum, Fortuner 2015 menjadi pilihan yang lebih aman jika prioritas utamanya adalah kemudahan hidup setelah membeli. Bukan karena Everest buruk, tetapi karena ekosistem Toyota di Indonesia jauh lebih besar.

Ketika mobil membutuhkan servis, pilihan bengkel lebih banyak. Saat membutuhkan komponen, peluang menemukan suku cadang lebih besar. Saat kendaraan dijual kembali, jumlah calon pembelinya juga cenderung lebih banyak.

Everest 2015 menjadi pilihan yang lebih menarik bagi konsumen yang menginginkan SUV dengan rasa berkendara lebih premium, tenaga besar, fitur lebih modern dan tidak keberatan melakukan riset lebih dahulu mengenai bengkel serta suku cadang. Everest 3.2 khususnya memiliki keunggulan performa yang sulit disaingi Fortuner 2.5.

Namun, ada satu hal yang harus ditekankan: jangan membeli Ford Everest 2015 hanya karena melihat spesifikasi dan harga. Mobil bekas yang terlihat murah bisa menjadi mahal jika membutuhkan perbaikan besar setelah dibawa pulang.

Begitu pula dengan Fortuner. Jangan langsung membayar mahal hanya karena namanya Toyota. Fortuner bekas yang sudah mengalami kecelakaan, pernah terendam banjir, memiliki odometer tidak wajar atau riwayat servis buruk tetap berpotensi menguras biaya.

Baca Juga: Ford Everest atau Pajero Sport 2009? Harga Bekas Beda Jauh, Tapi Mana Yang Lebih Berpower

Jika budget sekitar Rp250 juta sampai Rp300 jutaan dan kebutuhan utama adalah mobil keluarga yang mudah dirawat, Fortuner 2.5 diesel 2015 menjadi opsi yang sangat rasional.

Data listing terkini menunjukkan cukup banyak unit berada di rentang tersebut, walaupun harga sangat bergantung pada kondisi dan lokasi. Jika mendapatkan Everest 2015 dalam kondisi sangat sehat dengan harga yang masuk akal, mobil tersebut justru bisa memberikan pengalaman yang lebih menarik.

Mesin bertenaga, kabin nyaman dan fitur yang relatif lengkap menjadi nilai tambah. Tetapi dana cadangan untuk perawatan sebaiknya disiapkan lebih besar dibanding ketika memilih Fortuner.

Dalam urusan resale value atau nilai jual kembali, Fortuner kembali lebih unggul. Nama Fortuner sudah sangat kuat di pasar mobil bekas Indonesia. Permintaan yang tinggi membuat proses menjual kembali relatif lebih mudah. Everest membutuhkan pembeli yang lebih spesifik sehingga waktu menjual kembali bisa lebih panjang.

Untuk performa, Ford Everest unggul, terutama varian 3.2 TDCi dengan torsi 470 Nm. Untuk konsumsi bahan bakar, Fortuner 2.5 cenderung lebih rasional karena kapasitas mesin lebih kecil.

Untuk kenyamanan dan rasa berkendara, Everest mempunyai daya tarik tersendiri. Untuk fitur, Everest juga menawarkan paket yang lebih menarik pada varian tinggi.

Untuk kapasitas keluarga, keduanya sama-sama layak. Untuk durability, keduanya bisa tahan lama apabila dirawat benar. Tetapi untuk suku cadang, bengkel, purna jual dan kemudahan dijual kembali, Fortuner lebih unggul.

Kesimpulan akhirnya cukup sederhana. Jika Anda mencari Ford Everest 2015 karena menginginkan SUV yang lebih bertenaga, nyaman dan terasa berbeda, Everest masih sangat layak dipertimbangkan, asalkan mendapatkan unit sehat dan mempunyai akses bengkel Ford yang kompeten.

RMA memang pernah mengambil alih layanan servis dan distribusi suku cadang Ford di Indonesia, sehingga dukungan purna jual tidak serta-merta hilang setelah Ford meninggalkan pasar Indonesia.

Tetapi jika Anda ingin membeli SUV bekas 2015 untuk kebutuhan keluarga dengan pertimbangan paling rasional—mudah dirawat, suku cadang relatif gampang, bengkel banyak, harga jual kembali kuat dan risiko kepemilikan lebih mudah dikendalikan Toyota Fortuner 2015 adalah pilihan yang lebih aman.

Dengan kata lain, Everest menang ketika yang dicari adalah performa, kenyamanan dan fitur, sedangkan Fortuner menang ketika yang dicari adalah kemudahan kepemilikan, jaringan servis, suku cadang dan nilai jual kembali.

Baca Juga: Sesama Diesel, Mitsubishi Triton atau Ford Ranger 2010, Siapa Lebih Tangguh?

Untuk mayoritas masyarakat umum, Fortuner 2015 menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Namun bagi pembeli yang menemukan Everest dengan kondisi istimewa dan riwayat servis jelas, SUV Ford tersebut masih bisa menjadi “kuda hitam” yang menarik.

Sebelum membeli salah satunya, lakukan inspeksi mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, turbo, injektor, kelistrikan, AC, kondisi rangka, bekas banjir dan riwayat servis.

Jangan lupa melakukan scan komputer serta test drive cukup lama. Selisih harga Rp20 juta sampai Rp30 juta tidak berarti apabila mobil yang lebih murah ternyata membutuhkan perbaikan mesin, transmisi atau kaki-kaki puluhan juta rupiah.

Pada akhirnya, mobil terbaik bukan selalu yang spesifikasinya paling tinggi, melainkan unit yang kondisinya paling sehat dan biaya kepemilikannya sesuai kemampuan pemilik. Untuk Ford Everest 2015 dan Toyota Fortuner 2015, prinsip tersebut menjadi semakin penting karena keduanya kini sudah memasuki usia kendaraan bekas yang membutuhkan pemeriksaan lebih teliti.

Referensi harga pasar dapat berubah mengikuti lokasi, kondisi kendaraan dan waktu. Sebagai gambaran, sejumlah listing Fortuner 2015 yang terpantau saat ini berada mulai sekitar Rp247 juta, sementara Everest 2015 yang ditemukan berada sekitar Rp355 juta–Rp365 juta. Angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai patokan awal, bukan patokan harga transaksi final.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Ford Everest 2015 vs Fortuner 2015 perbandingan Ford Everest dan Fortuner Ford Everest 2015 Toyota Fortuner 2015 mobil bekas