Harga Ertiga Diesel Bekas Bikin Penasaran, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:25 WIB

 

Suzuki Ertiga Diesel
Suzuki Ertiga Diesel

 

RADARSEMARANG.ID – Suzuki Ertiga Diesel merupakan salah satu mobil keluarga yang cukup menarik perhatian karena menawarkan kombinasi mesin diesel berkapasitas kecil, torsi besar, konsumsi bahan bakar hemat, serta teknologi mild hybrid.

Model ini memang sudah tidak lagi dijual sebagai mobil baru di Indonesia, tetapi namanya masih muncul di pasar mobil bekas karena karakter mesinnya yang berbeda dari Ertiga bermesin bensin.

Suzuki Indonesia memperkenalkan Ertiga Diesel Hybrid pada 2017. Mobil tersebut menggunakan mesin diesel D13A berkapasitas 1.248 cc dengan teknologi DDiS atau Diesel Direct Injection System. Tenaganya mencapai 89 PS pada 4.000 rpm, sedangkan torsi maksimalnya mencapai 200 Nm pada 1.750 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual lima percepatan.

Karakter tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Ertiga Diesel terasa berbeda ketika digunakan sebagai mobil keluarga. Kapasitas mesinnya memang hanya sekitar 1,2 liter, tetapi torsi 200 Nm yang muncul pada putaran rendah membuat mobil cukup responsif ketika membawa penumpang maupun melewati tanjakan.

Bagi masyarakat umum yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, perjalanan keluar kota, mengantar keluarga, maupun perjalanan mudik, karakter tersebut cukup relevan.

Mobil tidak harus memiliki mesin besar untuk menghasilkan tarikan yang terasa kuat. Pada Ertiga Diesel, turbo dan karakter mesin diesel justru menjadi nilai utama.

Mesin D13A menggunakan teknologi DDiS, turbo, dan sistem injeksi diesel direct injection. Data teknis Suzuki mencantumkan kapasitas 1.248 cc, empat silinder segaris, tenaga maksimum 89 PS pada 4.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 1.750 rpm.

Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS? Abdul Mu’ti Ungkap Kebijakan yang Sedang Disiapkan

Saat dikendarai, tenaga terbesar bukan berada di putaran mesin tinggi seperti mesin bensin. Pengemudi akan merasakan karakter torsi diesel terutama ketika pedal gas diinjak pada putaran rendah-menengah. Kondisi tersebut sangat membantu ketika mobil digunakan membawa tujuh penumpang atau menghadapi jalan menanjak.

Hasil pengujian media juga menunjukkan karakter tersebut. Ertiga Diesel dinilai cukup kuat ketika melintasi jalur menanjak dan perjalanan Jakarta-Bogor. Torsi 200 Nm pada 1.750 rpm menjadi salah satu faktor yang membuat mobil tetap mampu menghadapi tanjakan.

Namun, calon pengguna perlu memahami bahwa Ertiga Diesel bukan mobil yang dirancang untuk mengejar akselerasi sport. Transmisi yang tersedia hanya manual lima percepatan. Suzuki bahkan pernah menjelaskan bahwa pengembangan transmisi otomatis untuk mesin diesel kecil membutuhkan penyesuaian komponen dan biaya produksi yang berbeda.

Artinya, bagi pengemudi yang sudah terbiasa menggunakan transmisi manual, karakter Ertiga Diesel cukup mudah dinikmati. Sebaliknya, orang yang menginginkan mobil otomatis untuk menghadapi kemacetan mungkin akan lebih nyaman memilih Ertiga bensin atau generasi Ertiga yang lebih baru.

Keunggulan terbesar Ertiga Diesel ada pada konsumsi bahan bakarnya. Inilah salah satu alasan mengapa mobil tersebut masih dicari meskipun produksinya sudah berhenti.

Angka konsumsi BBM tentu sangat bergantung pada kondisi mobil, gaya mengemudi, tekanan ban, beban penumpang, kualitas bahan bakar, kondisi jalan, hingga penggunaan AC. Karena itu, angka konsumsi tidak sebaiknya dianggap sebagai hasil yang pasti diperoleh setiap pengguna.

Dalam berbagai pengujian dan data yang beredar, Ertiga Diesel dapat mencatat angka konsumsi yang sangat hemat. Salah satu pengujian bahkan mencatat peserta mencapai 31,14 km per liter dalam kondisi tertentu dengan metode full-to-full. Angka tersebut merupakan hasil pengujian, bukan angka konsumsi yang otomatis diperoleh dalam pemakaian harian.

Baca Juga: Isuzu D-Max 2015 atau Ford Ranger 2015, Siapa Juaranya? Adu Performa Nih

Data lain menyebut konsumsi sekitar 20-24 km per liter dalam kondisi tertentu, sementara pengujian dan penggunaan nyata dapat menghasilkan angka berbeda. Ada pula data pengujian yang mencatat 22,6 km per liter.

Untuk masyarakat umum, angka yang lebih penting sebenarnya bukan mengejar angka konsumsi tertinggi, melainkan melihat biaya operasional secara keseluruhan. Jika sebuah mobil dapat digunakan untuk aktivitas harian dengan konsumsi BBM yang relatif hemat, pengeluaran perjalanan dapat ditekan.

Teknologi SHVS atau Smart Hybrid Vehicle by Suzuki juga menjadi bagian penting dari Ertiga Diesel. Sistem tersebut menggunakan Integrated Starter Generator atau ISG yang berfungsi membantu proses pengisian energi dan memberikan bantuan torsi pada kondisi tertentu.

Energi yang muncul ketika kendaraan mengalami deselerasi dapat dimanfaatkan kembali untuk sistem kelistrikan dan membantu efisiensi.

Yang perlu dipahami, Ertiga Diesel bukan mobil full hybrid seperti mobil hybrid modern yang mampu menjalankan kendaraan menggunakan motor listrik secara mandiri dalam kondisi tertentu. Sistem pada Ertiga Diesel lebih tepat dipahami sebagai mild hybrid yang membantu mesin diesel, bukan menggantikannya.

Dari sisi kapasitas, Ertiga Diesel menggunakan konfigurasi tujuh penumpang. Basis dimensinya berasal dari Ertiga generasi sebelumnya dengan panjang sekitar 4.265 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.685 mm menurut data spesifikasi yang banyak digunakan untuk model tersebut.

Kapasitas tujuh penumpang membuat mobil ini tetap relevan sebagai kendaraan keluarga. Dua orang di depan, tiga orang di baris kedua dan dua orang di baris ketiga dapat menggunakan kabin sesuai konfigurasi standar. Untuk penggunaan sehari-hari, baris kedua menjadi area yang cukup penting karena biasanya digunakan anggota keluarga dengan frekuensi paling tinggi.

Ketika semua kursi digunakan, ruang bagasi tentu tidak sebesar MPV yang lebih besar. Namun ketika baris ketiga tidak digunakan, ruang barang menjadi jauh lebih fleksibel.

Karena itu, Ertiga Diesel cukup masuk akal untuk keluarga yang sesekali membutuhkan tujuh tempat duduk tetapi lebih sering membawa empat atau lima orang.

Dari sisi handling, Ertiga Diesel memiliki karakter yang cukup mudah dikendalikan. Sistem suspensi menggunakan MacPherson Strut dengan coil spring di bagian depan dan torsion beam dengan coil spring di bagian belakang. Sistem pengereman mengandalkan cakram berventilasi di depan dan tromol di belakang.

Baca Juga: Sama-Sama Tahun 2022, Innova Reborn atau Fortuner, Mesin 2GD vs 1GD, Siapa Jawaranya?

Karakter kemudinya juga dikenal cukup ringan. Dalam pengujian media, Ertiga Diesel disebut terasa lincah ketika melewati jalan sempit dan berkelok. Ini menjadi kelebihan untuk penggunaan di perkotaan, terutama ketika mobil harus bermanuver di jalan yang tidak terlalu lebar.

Bagi keluarga, handling seperti ini lebih berguna daripada sekadar mengejar tenaga besar. Mobil yang mudah dikendalikan membuat aktivitas parkir, putar balik, masuk gang, atau bermanuver di pusat keramaian menjadi lebih sederhana.

Fitur Ertiga Diesel juga masih cukup layak untuk kebutuhan masyarakat umum. Beberapa fitur keselamatan yang tersedia antara lain ABS, EBD, Dual SRS Airbag dan sabuk pengaman dengan pretensioner. Terdapat pula parking sensor dan rear defogger pada kaca belakang.

Fitur-fitur tersebut memang tidak bisa dibandingkan langsung dengan mobil baru yang sekarang sudah menawarkan sistem bantuan pengemudi lebih modern. Namun untuk kendaraan keluarga produksi beberapa tahun lalu, perangkat keselamatan dasarnya masih cukup berguna.

Dari sisi kenyamanan, posisi duduk dan karakter suspensi menjadi nilai tambah. Ertiga sejak awal memang diposisikan sebagai MPV keluarga, sehingga orientasi utamanya bukan performa ekstrem, tetapi keseimbangan antara kenyamanan, ruang kabin, efisiensi dan kemudahan penggunaan.

Lalu bagaimana dengan harga Suzuki Ertiga Diesel?

Pertanyaan ini penting karena Ertiga Diesel sudah tidak dipasarkan sebagai mobil baru. Suzuki menghentikan penjualan varian diesel ketika generasi baru Ertiga diperkenalkan pada 2018. Saat itu Suzuki menjelaskan bahwa Ertiga Diesel masih mengandalkan model lama dan stoknya sudah terbatas.

Dengan demikian, konsumen yang mencari Ertiga Diesel sekarang harus melihat pasar mobil bekas.

Harga bekas sangat bergantung pada tahun produksi, kondisi mesin, jarak tempuh, riwayat servis, kelengkapan dokumen, kondisi bodi dan lokasi kendaraan. Sejumlah data pasar menunjukkan unit 2016 pernah berada di kisaran Rp130 juta-Rp140 jutaan, sedangkan unit 2017 sekitar Rp138 juta-Rp155 jutaan pada periode tertentu.

Data pasar yang lebih baru juga menunjukkan variasi harga yang cukup lebar. Pada 2026, salah satu referensi otomotif menempatkan estimasi Ertiga Diesel 2017 di kisaran Rp125 juta-Rp145 juta. Sementara sumber lain mencatat harga bekas sekitar Rp150 juta-Rp200 juta, menunjukkan bahwa kondisi unit sangat memengaruhi harga penawaran.

Karena itu, jangan menjadikan satu angka sebagai patokan mutlak. Harga iklan juga belum tentu sama dengan harga transaksi. Untuk pembeli, kondisi mobil jauh lebih penting dibanding membeli unit yang sekadar terlihat murah.

Salah satu hal yang menarik dari Ertiga Diesel adalah purna jualnya. Karena unitnya tidak lagi diproduksi, calon pembeli memang harus lebih teliti dibanding ketika membeli Ertiga bensin yang populasinya jauh lebih banyak.

Baca Juga: Banyak yang Keliru! Ternyata Toyota Kijang Diesel Pertama Bukan Innova, Melainkan Mobil Ini

Namun berhentinya produksi tidak otomatis berarti seluruh dukungan servis hilang. Suzuki Indonesia masih menyediakan halaman perawatan berkala khusus Ertiga Diesel. Bahkan informasi servis resmi Suzuki mencantumkan item perawatan dan harga sejumlah komponen untuk Ertiga Diesel.

Suzuki mencantumkan servis Ertiga Diesel pada interval 1.000 km, 10.000 km, 20.000 km dan seterusnya. Pada interval 10.000 km, misalnya, daftar perawatan mencakup filter oli, oli mesin dan fuel filter. Pada 20.000 km terdapat tambahan oli transmisi dan filter udara.

Ini menjadi kabar cukup baik bagi pemilik Ertiga Diesel. Artinya, pemilik tidak sepenuhnya bergantung pada bengkel umum karena jaringan resmi Suzuki masih menjadi pilihan untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan.

Untuk mencari bengkel resmi, masyarakat dapat menggunakan layanan dealer Suzuki Indonesia. Situs resmi Suzuki menyediakan pencarian dealer resmi berdasarkan wilayah serta informasi servis dan suku cadang.

Masalah suku cadang juga perlu diperhatikan. Komponen fast moving seperti oli, filter oli, filter udara dan beberapa komponen servis masih tercantum dalam layanan resmi Suzuki. Data Suzuki bahkan mencantumkan fuel filter Ertiga Diesel dalam daftar perawatan berkala.

Namun pembeli tetap harus realistis. Karena Ertiga Diesel bukan lagi model baru, ketersediaan komponen tertentu dapat berbeda dengan komponen Ertiga bensin yang populasinya lebih besar. Untuk komponen khusus mesin diesel dan sistem SHVS, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu berdasarkan nomor rangka dan tipe kendaraan sebelum melakukan pembelian.

Dari sisi durability atau daya tahan, mesin diesel pada dasarnya dapat memiliki usia pakai panjang apabila perawatannya benar. Tetapi umur kendaraan tidak hanya ditentukan oleh blok mesin. Sistem turbo, injektor, sistem bahan bakar, kopling, transmisi, sistem pendinginan dan perangkat kelistrikan juga harus diperhatikan.

Ertiga Diesel menggunakan teknologi direct injection dan turbo, sehingga kualitas bahan bakar serta disiplin perawatan menjadi penting. Jangan hanya melihat apakah mesin masih bisa hidup. Periksa suara mesin saat dingin, asap knalpot, respons turbo, getaran, kondisi selang, kebocoran oli, kondisi radiator, serta riwayat penggantian filter.

Khusus unit bekas, pemeriksaan fuel system menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan. Mesin diesel modern memiliki sistem injeksi bertekanan tinggi sehingga perawatan dan kualitas bahan bakar berpengaruh terhadap performa serta biaya perbaikan.

Baca Juga: Pidato Kenegaraan Prabowo Selesai, Nasib PPPK Paruh Waktu Masih Jadi Tanda Tanya

Begitu juga dengan turbo. Turbo yang sehat seharusnya memberikan dorongan tenaga secara wajar tanpa suara abnormal atau gejala kehilangan tenaga. Bila mobil terasa sangat berat, mengeluarkan asap berlebihan atau memiliki gejala tenaga datang terlambat secara tidak normal, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kopling juga harus menjadi perhatian karena Ertiga Diesel hanya tersedia dengan transmisi manual. Mobil bekas yang sering digunakan di perkotaan dengan kondisi macet dapat memiliki keausan kopling yang berbeda dengan mobil yang lebih banyak digunakan di jalan luar kota.

Jangan lupa memeriksa sistem SHVS. Teknologi mild hybrid menjadi salah satu pembeda Ertiga Diesel dibanding MPV diesel biasa. Karena sistem ini melibatkan ISG dan perangkat kelistrikan pendukung, pemeriksaan oleh teknisi yang memahami kendaraan tersebut akan lebih aman.

Bagi masyarakat umum, kesimpulannya cukup sederhana. Suzuki Ertiga Diesel cocok dipertimbangkan apabila prioritas utama adalah mobil keluarga tujuh penumpang dengan konsumsi BBM yang hemat, torsi besar, handling mudah dan biaya operasional yang relatif efisien.

Mobil ini juga menarik bagi pengguna yang memang tidak keberatan dengan transmisi manual. Sebaliknya, jika kebutuhan utama adalah transmisi otomatis, fitur keselamatan terbaru, desain generasi terkini dan jaringan model baru yang lebih mudah, Ertiga Diesel bukan pilihan paling praktis.

Kelebihan utamanya berada pada mesin diesel 1.248 cc, torsi 200 Nm, efisiensi BBM, teknologi SHVS, kapasitas tujuh penumpang, handling yang ringan dan karakter mobil keluarga yang mudah digunakan. Kekurangannya adalah usia kendaraan, populasi yang terbatas, hanya tersedia transmisi manual, serta kebutuhan pemeriksaan lebih teliti terhadap sistem diesel dan komponen SHVS.

Pada akhirnya, Suzuki Ertiga Diesel bukan sekadar soal mencari mobil murah atau mobil yang irit solar. Nilai sebenarnya berada pada keseimbangan antara konsumsi BBM, torsi, kapasitas kabin dan biaya penggunaan sehari-hari.

Bagi masyarakat yang sedang mencari mobil bekas untuk keluarga, unit yang kondisinya sehat justru lebih layak dipertimbangkan daripada mengejar tahun muda tetapi mengabaikan riwayat perawatan. Dengan usia kendaraan yang sudah cukup matang, pemeriksaan sebelum membeli menjadi faktor paling penting.

Jika menemukan Ertiga Diesel dengan mesin halus, turbo sehat, sistem pendinginan normal, kopling masih baik, kelistrikan sehat, interior terawat, kaki-kaki tidak bermasalah dan memiliki riwayat servis jelas, mobil ini masih dapat menjadi kendaraan keluarga yang menarik.

Namun jika harga unit terlalu tinggi hanya karena embel-embel langka, pembeli tetap perlu menghitung ulang. Pasar mobil bekas sangat bergantung pada kondisi kendaraan, bukan semata-mata jumlah unit yang beredar.

Dengan demikian, Suzuki Ertiga Diesel masih layak dipertimbangkan untuk masyarakat umum pada 2026, terutama bagi mereka yang mencari MPV tujuh penumpang dengan karakter diesel yang irit dan torsi besar.

Tetapi karena modelnya sudah tidak dijual baru, keputusan membeli sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi unit, riwayat perawatan, ketersediaan komponen dan kemampuan mendapatkan servis yang tepat.

Referensi resmi Suzuki masih menunjukkan keberadaan Ertiga Diesel dalam daftar perawatan berkala, sementara jaringan dealer Suzuki menyediakan pencarian dealer, servis dan suku cadang.

Dengan kombinasi tersebut, Ertiga Diesel bukan berarti menjadi mobil tanpa dukungan setelah produksinya dihentikan. Hanya saja, calon pemilik perlu lebih teliti dan realistis dalam memilih unit.

Bagi keluarga yang setiap hari menggunakan mobil untuk bekerja, mengantar anak, belanja, bepergian antarkota atau mudik, karakter irit dan torsi diesel menjadi keunggulan yang sulit diabaikan. Sementara bagi pengemudi yang lebih mengutamakan kenyamanan transmisi otomatis dan fitur modern, pilihan Ertiga generasi yang lebih baru tentu lebih masuk akal.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Ertiga Diesel Ertiga Diesel bekas Suzuki Ertiga Diesel harga Ertiga Diesel mobil bekas