RADARSEMARANG.ID – Isuzu D-Max 2015 dan Ford Ranger 2015 sama-sama menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang membutuhkan mobil double cabin diesel untuk bekerja, membawa barang, perjalanan luar kota, maupun digunakan sebagai kendaraan harian. Keduanya menawarkan karakter yang berbeda, sehingga memilih salah satunya tidak cukup hanya melihat tenaga mesin atau tampilan.
Untuk masyarakat umum yang sedang mencari mobil pickup double cabin bekas tahun 2015, pertanyaan yang lebih penting justru adalah mana yang lebih irit, mana yang lebih nyaman dikendarai, bagaimana kemampuan angkutnya, seberapa mudah mendapatkan suku cadang, bagaimana jaringan bengkel, serta berapa biaya yang harus disiapkan ketika kendaraan sudah berusia lebih dari satu dekade?
Perbandingan Isuzu D-Max 2015 vs Ford Ranger 2015 juga harus dilakukan secara adil karena masing-masing memiliki beberapa varian mesin dan penggerak. D-Max 2015 di pasar Indonesia antara lain hadir dengan mesin diesel 2.5 liter dan terdapat pula varian 3.0 liter, sedangkan Ranger 2015 memiliki pilihan mesin 2.2 liter dan 3.2 liter tergantung tipe.
Karena itu, angka performa dalam artikel ini tidak boleh dianggap sebagai satu spesifikasi yang berlaku untuk seluruh varian. Kondisi unit bekas, transmisi, sistem penggerak, ukuran ban, muatan, dan riwayat perawatan juga sangat memengaruhi hasil sebenarnya di jalan.
Dari sisi karakter mesin, Ford Ranger 2015 2.2 TDCi mempunyai tenaga sekitar 160 PS dan torsi 385 Nm pada varian yang menggunakan mesin tersebut. Sementara varian 3.2 TDCi mampu menghasilkan sekitar 200 PS dengan torsi 470 Nm. Data mengenai Ranger 2015 juga menunjukkan adanya versi 2.2 dengan output lebih rendah untuk varian tertentu.
Di atas kertas, Ranger 3.2 jelas lebih unggul apabila ukuran yang digunakan adalah tenaga dan torsi. Karakter tersebut terasa terutama ketika mobil digunakan membawa muatan, melibas tanjakan, atau membutuhkan akselerasi ketika menyalip.
Namun, masyarakat yang mencari mobil bekas tidak selalu membutuhkan mesin paling bertenaga. Mesin yang lebih besar juga berarti potensi konsumsi bahan bakar lebih tinggi dan sejumlah komponen dapat memiliki biaya perawatan lebih mahal.
D-Max justru menarik karena karakter mesinnya lebih berorientasi pada kebutuhan kerja dan ketahanan penggunaan. Mesin diesel Isuzu sudah lama dikenal dekat dengan kendaraan niaga sehingga karakter pengoperasiannya cenderung sederhana dan mengutamakan daya tahan.
Untuk pemakaian harian, performa D-Max 2.5 sebenarnya sudah cukup untuk membawa penumpang dan barang. Namun apabila dibandingkan langsung dengan Ranger 3.2, jangan berharap akselerasinya berada pada level yang sama.
Jika kebutuhan utama adalah tenaga besar, Ranger 2015 3.2 menjadi pemenang performa. Jika kebutuhan lebih mengarah pada kendaraan kerja yang cukup bertenaga sekaligus mengutamakan efisiensi biaya pemakaian, D-Max 2.5 lebih masuk akal.
Soal konsumsi bahan bakar, perbandingan harus dilakukan dengan hati-hati karena angka konsumsi BBM mobil diesel bekas sangat tergantung kondisi mesin dan injektor, tekanan ban, bobot muatan, kondisi turbo, transmisi, gaya mengemudi, hingga jenis rute.
Untuk penggunaan campuran, D-Max 2.5 umumnya lebih berpotensi memberikan konsumsi yang bersahabat dibandingkan Ranger 3.2. Namun angka pasti kilometer per liter tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk semua unit.
Ranger 2.2 menjadi pilihan yang lebih menarik jika ingin memperoleh kombinasi tenaga dan efisiensi yang lebih seimbang. Mesin 2.2 TDCi pada Ranger 2015 mempunyai kapasitas 2.198 cc, tenaga 160 PS dan torsi 385 Nm pada versi performa tersebut.
Sementara itu, Ranger 3.2 mempunyai kapasitas mesin jauh lebih besar dan tenaga 200 PS dengan torsi 470 Nm.
Dengan demikian, untuk masyarakat yang setiap hari menempuh perjalanan jauh dan ingin menekan konsumsi solar, Ranger 2.2 dan D-Max 2.5 lebih rasional daripada Ranger 3.2.
Tetapi sekali lagi, jangan membeli mobil bekas hanya berdasarkan klaim konsumsi BBM di internet. Unit dengan injector mulai bermasalah, turbo tidak sehat atau filter bahan bakar kotor bisa jauh lebih boros dibandingkan unit yang terawat.
Berbicara soal kapasitas, kedua kendaraan sama-sama menawarkan konfigurasi double cabin yang mampu membawa lima penumpang pada varian tertentu. Ranger generasi tersebut mempunyai dimensi sekitar 5,3 meter dengan wheelbase 3.220 mm pada banyak varian double cabin. Data spesifikasi Ranger 2015 juga menunjukkan ground clearance sekitar 1,8 meter tinggi kendaraan tergantung varian dan konfigurasi penggeraknya.
Bak belakang menjadi salah satu alasan masyarakat memilih double cabin. Ranger memiliki bak yang cukup panjang untuk kebutuhan membawa peralatan kerja, material ringan, perlengkapan usaha, maupun barang sehari-hari.
Ford juga mencantumkan kapasitas volumetrik bak sekitar 1,18 meter kubik pada salah satu spesifikasi Ranger XL 2.2 4x4, dengan panjang bak sekitar 1.549 mm dan lebar sekitar 1.560 mm.
Baca Juga: PNS dan PPPK Harap Bersabar, Gaji ASN 2027 Belum Diputuskan, Segini Besaran Gaji yang Berlaku 2026
Dalam penggunaan nyata, kapasitas angkut bukan hanya ditentukan ukuran bak. Beban yang terlalu berat tetap harus dihindari karena dapat mempercepat keausan suspensi, ban, rem, kopling dan komponen drivetrain.
Untuk urusan handling, Ranger mempunyai keunggulan yang cukup menarik. Suspensi depan double wishbone dengan coil spring dan sistem kemudi power steering membuat karakter berkendara terasa lebih seperti kendaraan penumpang dibanding pickup kerja konvensional.
Sistem suspensi seperti ini juga membantu ketika kendaraan digunakan di jalan aspal dengan kecepatan lebih tinggi. Ranger dapat terasa lebih stabil dan nyaman ketika digunakan untuk perjalanan antarkota.
Namun, D-Max juga mempunyai keunggulan tersendiri. Karakter suspensi dan chassis-nya terasa lebih siap untuk kebutuhan kerja dan medan yang tidak selalu mulus.
Jika rute sehari-hari lebih banyak berada di perkotaan dan jalan aspal, Ranger cenderung memberikan sensasi berkendara yang lebih nyaman. Jika mobil lebih sering dipakai membawa barang, melewati jalan rusak atau digunakan dalam aktivitas kerja, D-Max merupakan pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.
Salah satu faktor penting ketika membeli mobil bekas adalah fitur. Di sinilah Ranger 2015, khususnya varian menengah dan tinggi, terlihat cukup menarik.
Ford memperkenalkan pembaruan Ranger pada periode tersebut dengan interior baru dan sistem SYNC 2 dengan layar sentuh 8 inci pada konfigurasi tertentu. Ford juga menawarkan sejumlah perangkat keselamatan dan teknologi yang cukup lengkap untuk ukuran pickup pada masanya.
Beberapa varian Ranger juga mendapatkan fitur seperti ABS, EBD, kontrol stabilitas, hill launch assist, hill descent assist, airbag dan perangkat bantuan pengemudi lainnya, meskipun kelengkapan sangat tergantung tipe dan pasar.
D-Max 2015 juga memiliki perlengkapan keselamatan dan kenyamanan yang berbeda berdasarkan varian. Karena itu, calon pembeli sebaiknya mengecek tipe kendaraan berdasarkan nomor rangka dan spesifikasi aslinya, bukan hanya mengandalkan informasi dari iklan.
Untuk masyarakat umum, fitur sebenarnya bukan hanya soal layar besar atau jumlah tombol. Yang lebih penting adalah memastikan AC bekerja baik, power window normal, sistem audio tidak bermasalah, lampu indikator tidak menyala aneh, sistem 4x4 berfungsi, serta semua perangkat keselamatan bekerja sebagaimana mestinya.
Kemudian masuk ke persoalan yang sering menjadi penentu utama: harga bekas.
Harga Isuzu D-Max 2015 dan Ford Ranger 2015 sekarang sangat bervariasi. Perbedaan harga dapat dipengaruhi tipe, kondisi, lokasi, kilometer, modifikasi, kelengkapan dokumen, riwayat servis dan kondisi mesin.
Sebagai gambaran pasar, sejumlah listing Ford Ranger 2015 yang ditemukan saat ini menunjukkan harga sekitar Rp210 juta hingga Rp300 jutaan untuk beberapa unit, sementara varian tertentu seperti Wildtrak 3.2 dapat ditawarkan jauh lebih tinggi. Salah satu hasil listing bahkan menunjukkan harga Rp575 juta untuk Ranger Wildtrak 3.2 2015, yang menunjukkan betapa lebarnya variasi harga berdasarkan kondisi dan tipe.
Baca Juga: Sesama Diesel, Mitsubishi Triton atau Ford Ranger 2010, Siapa Lebih Tangguh?
Artinya, pembeli jangan terpancing oleh satu harga iklan. Ford Ranger 2015 dengan harga sangat murah belum tentu lebih menguntungkan apabila ternyata membutuhkan perbaikan besar.
Pada mobil yang sudah berumur sekitar 11 tahun, kondisi kendaraan jauh lebih penting daripada selisih harga pembelian Rp10 juta-Rp20 juta. Untuk D-Max, salah satu data pajak kendaraan tahun 2015 yang tersedia menunjukkan beberapa varian D-Max 2.5 dan 3.0 dengan nilai pajak tahunan yang berbeda sesuai tipe dan wilayah. Hal tersebut juga memperlihatkan bahwa biaya kepemilikan D-Max dapat berbeda cukup jauh berdasarkan varian.
Dalam hal purna jual, Isuzu memiliki keunggulan penting di Indonesia karena brand ini sangat kuat di kendaraan niaga. Bengkel dan teknisi yang terbiasa menangani mesin diesel Isuzu relatif lebih mudah ditemukan dibandingkan merek pickup yang populasinya lebih sedikit.
Ford Ranger mempunyai keunggulan dari sisi kenyamanan, performa dan teknologi, tetapi ketersediaan jaringan servis harus menjadi perhatian lebih serius ketika membeli unit bekas.
Ford tetap menyediakan layanan dan jaringan melalui pihak yang menangani operasional Ford di Indonesia, tetapi calon pembeli sebaiknya mengecek terlebih dahulu bengkel resmi atau jaringan servis yang paling dekat dengan tempat tinggalnya.
Hal tersebut sangat penting karena mobil bekas berusia lebih dari 10 tahun tidak hanya membutuhkan servis rutin. Pada suatu waktu, komponen seperti injector, turbocharger, sensor, bearing, sistem pendingin, komponen kaki-kaki, kopling atau transmisi bisa membutuhkan perhatian.
Soal suku cadang, D-Max mempunyai keunggulan dari ekosistem kendaraan Isuzu yang sudah lama berkembang di Indonesia. Beberapa komponen fast moving relatif lebih mudah dicari, baik melalui jaringan resmi maupun toko suku cadang aftermarket.
Baca Juga: Solar Nih Bos, Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021:Siapa Lebih Tangguh dan Lebih Irit
Untuk Ranger, suku cadang juga tersedia, tetapi tidak semua komponen memiliki tingkat ketersediaan yang sama seperti komponen mobil yang populasinya lebih besar. Komponen tertentu mungkin perlu dipesan dan harganya bisa lebih tinggi.
Inilah sebabnya sebelum membeli Ranger 2015, sebaiknya calon pembeli mengetahui harga beberapa komponen penting terlebih dahulu.
Jangan hanya bertanya harga oli dan filter. Tanyakan juga estimasi harga injector, turbo, kopling, engine mounting, kaki-kaki, sensor, komponen sistem 4x4 dan komponen transmisi untuk tipe yang akan dibeli.
Dari sisi durability atau daya tahan, D-Max mempunyai reputasi kuat sebagai kendaraan kerja. Mesin diesel Isuzu dikenal luas di sektor komersial dan digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional.
Tetapi reputasi bukan berarti setiap D-Max 2015 pasti bebas masalah.
Mobil yang sudah digunakan selama lebih dari satu dekade tetap sangat bergantung pada pemilik sebelumnya. D-Max yang dipakai bekerja berat tetapi servisnya disiplin bisa lebih sehat daripada unit yang hanya digunakan santai tetapi jarang dirawat.
Ranger 2.2 dan 3.2 memiliki performa yang menarik, tetapi teknologi diesel common rail dan turbo membutuhkan kualitas bahan bakar serta perawatan yang baik. Jika pemilik sebelumnya sering mengabaikan servis, calon pembeli dapat menghadapi biaya perbaikan yang cukup besar.
Untuk penggunaan keluarga sekaligus pekerjaan ringan, Ranger mempunyai nilai lebih karena kenyamanan kabin dan karakter berkendaranya. Interior Ranger generasi tersebut dirancang lebih modern dan memiliki nuansa kendaraan penumpang yang kuat.
Untuk kebutuhan usaha, mengangkut barang, jalan perkebunan, proyek, atau medan yang lebih berat, D-Max menjadi alternatif yang sangat menarik.
Lantas, mana yang lebih baik?
Jika prioritas utama adalah performa, Ranger 3.2 unggul.
Jika prioritasnya konsumsi BBM dan efisiensi penggunaan, D-Max 2.5 atau Ranger 2.2 lebih masuk akal dibandingkan Ranger 3.2.
Jika mencari kenyamanan dan handling di jalan aspal, Ranger mempunyai keunggulan.
Jika mempertimbangkan kemudahan servis dan karakter kendaraan kerja, D-Max layak mendapat nilai tinggi.
Jika melihat fitur, Ranger 2015 terutama varian menengah-atas menawarkan paket yang menarik untuk zamannya.
Jika mempertimbangkan suku cadang dan ekosistem kendaraan niaga di Indonesia, D-Max mempunyai keuntungan tersendiri.
Baca Juga: Benarkah Isi Pertalite dan Solar di SPBU Pertamina Harus Menunjukkan STNK? Begini Penjelasannya
Jika mencari durability, keduanya dapat bertahan lama selama mendapatkan perawatan yang benar. Namun untuk mobil berusia 11 tahun, kondisi aktual unit harus menjadi faktor nomor satu.
Kesimpulan akhirnya bukan sekadar mengatakan D-Max lebih bagus atau Ranger lebih bagus. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan.
Untuk masyarakat umum yang ingin membeli pickup diesel bekas 2015 dan ingin kendaraan relatif sederhana untuk bekerja, Isuzu D-Max 2.5 menjadi pilihan yang sangat rasional.
Sementara bagi pembeli yang mengutamakan tenaga, kenyamanan, handling dan fitur, Ford Ranger 2015 2.2 atau 3.2 lebih menarik, dengan catatan kondisi kendaraan benar-benar sehat dan akses servis di daerah tempat tinggal tersedia.
Khusus Ranger 3.2, tenaga 200 PS dan torsi 470 Nm membuatnya menjadi pilihan paling kuat dalam perbandingan performa.
Namun jangan lupa, mobil bekas bukanlah perlombaan angka spesifikasi. Kendaraan dengan mesin paling besar tidak otomatis menjadi pembelian paling menguntungkan.
Sebelum transaksi, pemeriksaan sebaiknya mencakup kondisi mesin saat dingin, asap knalpot, suara turbo, temperatur mesin, kebocoran oli, kondisi injector, transmisi, kopling, sistem 4x4, kaki-kaki, steering, rem, kelistrikan, AC, interior, chassis dan kondisi bak.
Khusus kendaraan 4x4, sistem penggerak empat roda harus dicoba secara benar untuk memastikan perpindahan mode bekerja. Jangan hanya melihat lampu indikator menyala di dashboard.
Selain itu, cek nomor rangka dan mesin, kecocokan dokumen, status pajak, riwayat servis, serta apakah kendaraan pernah mengalami kecelakaan besar atau digunakan dalam pekerjaan berat.
Dengan harga bekas yang sekarang sangat bervariasi, pembeli justru bisa mendapatkan keuntungan apabila menemukan unit yang terawat dengan harga wajar.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi