Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pembelajaran Berdiferensiasi melalui Teks Multimodal Konkrit pada Materi Mengenal Rasa Makanan dengan Strategi Kembar

Radar Semarang • Senin, 26 Januari 2026 | 13:34 WIB

 

Oleh: Tomy Widiyanto, S.Pd.Gr. 

RADARSEMARANG.ID - Kebutuhan terhadap kemampuan berbahasa Inggris tampaknya akan senantiasa menguat, sejalan dengan proses globalisasi yang saat ini telah bergulir dan merambat ke berbagai negara di seluruh dunia.

Kemampuan berbahasa Inggris mutlak dibutuhkan dalam era globalisasi karena Bahasa Inggris diakui sebagai bahasa internasional yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi utama dalam kehidupan global.

Hal ini dapat dipahami karena banyak segi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dituangkan kedalam Bahasa Inggris sehingga dibutuhkan kemampuan berbahasa Inggris untuk dapat mengaksesnya.

Penting untuk mengenalkan siswa kepada Bahasa Inggris sejak dini. Pengenalan serta pembelajaran dengan cara yang tepat dan disesuaikan dengan karakter serta tingkat perkembangan mereka, tentu akan sangat membantu dalam membangun fondasi berbahasa Inggris yang kuat. Dengan kata lain, Bahasa Inggris telah menjadi sebuah kebutuhan untuk menghadapi masa depan tiap siswa (Sya & Helmanto, 2020).

Sehingga siswa sangat butuh keterampilan dalam berbahasa Inggris. Keterampilan yang diharapkan untuk dikuasai oleh siswa meliputi empat keterampilan berbahasa yaitu membaca (reading), berbicara (speaking), mendengar (listening), dan menulis (writing) yang didalam pembelajarannya menuntut siswa untuk mempunyai keterampilan dalam menguasai kosakata (Nurani et al, 2019).

Kosakata adalah salah satu komponen linguistik yang harus dikuasai ketika siswa belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penguasaan kosakata merupakan syarat utama kemampuan yang harus dimiliki oleh para siswa dalam proses mempelajari bahasa Inggris karena semakin banyak kosakata yang dimiliki maka semakin lancar komunikasi dan semakin besar keterampilan berbahasanya. Kosakata harus dikuasai dengan baik oleh siswa untuk menunjang kemampuannya dalam melakukan komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.

Minimnya penguasaan Bahasa Inggris siswa pada pengalaman belajar ditingkat sebelumnya juga menyebabkan siswa mengalami kesulitan terutama dalam hal penguasaan kosakata karena belum sepenuhnya lingkungan sekitar memberikan sumber-sumber informasi yang berbahasa Inggris.

Pada dasarnya, menggunakan materi otentik sangat membantu siswa untuk lebih memahami teks berbahasa Inggris secara nyata. Materi otentik sebenarnya mudah ditemukan, seperti salahsatunya adalah label sebuah produk obat, makanan, dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Setiap label produk memberikan informasi penting yang dibutuhkan oleh semua konsumen, tidak terkecuali siswa. Pada beberapa teks label biasanya juga ditemukan informasi lain yang menggunakan Bahasa Inggris.

Hal ini dapat diyakini bahwa teks label dapat menjadi sebuah materi pembelajaran Bahasa Inggris agar siswa dapat memahami kandungan dari produk yang dikonsumsi dan menggunakan produk sesuai aturan yang ditentukan. Namun, adakalanya siswa tidak begitu memperhatikan informasi yang tertera pada label produk tersebut, sehingga ada beberapa istilah umum dalam Bahasa Inggris yang masih belum dipahami.

Melalui asesmen diagnostik yaitu peserta didik mengerjakan penilaian diagnostik sejumlah 10 pertanyaan yang sudah disediakan oleh guru untuk menggali dan mengulas kembali pengetahuan dasar peserta didik mengenai materi sebelumnya (nama-nama makanan dalam Bahasa Inggris) sebagai pra-syarat untuk memahami lanjutan materi yang akan dibahas (jenis rasa makanan). Hasil dari asesmen diagnostik tersebut digunakan oleh guru untuk memetakan peserta didik dalam hal kesiapan belajar tentang materi yang akan dibahas dan digunakan dalam pembagian kelompok belajar.

Pola penerapan model Discovery-Inquiry Learning yang menggunakan metode eksperimen melalui strategi pembelajaran information search adalah upaya mewujudkan pembelajaran agar semakin aktif dan produktif serta berkesinambungan terhadap tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyebutkan beberapa rasa pada makanan dalam Bahasa Inggris dengan benar dan peserta didik mampu menulis kalimat tentang rasa makanan dalam Bahasa Inggris dengan benar.

Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, penting sekali bagi guru untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Ini dapat dilakukan misalnya dengan memastikan dirinya sudah tenang dan fokus sebelum kegiatan pembelajaran (Guru dapat berdoa dalam hati, menerapkan teknik bernapas dalam seperti latihan STOP, minum segelas teh hangat, atau kegiatan mindful lainnya yang dirasa oleh guru paling sesuai guna mempersiapkan diri sebelum pembelajaran dengan optimal.

Diawal pembelajaran Guru mengulas kembali pemahaman murid tentang nama-nama makanan dalam Bahasa Inggris. Guru Berkata : “anak-anak sebelum kita belajar mengenai materi hari ini, mari kita ingat Kembali materi pada pertemuan lalu yaitu mengenai jenis-jenis makanan dalam Bahasa Inggris. coba sekarang kalian ingat kembali dan sebutkan macam-macam makanan dalam Bahasa Inggris !”

Guru menanyakan kepada murid jenis makanan apa saja yang telah pernah dimakan berdasarkan rasanya.

Guru Berkata : “anak-anak coba setelah kalian ingat mengenai jenis-jenis makanan dalam Bahasa Inggris, sekarang sebutkan makanan apa sajakah yang pernah kalian makan?”

Guru menanyakan kepada murid mengenai hal menarik apa yang dapat diperoleh dalam      mempelajari berbagai rasa makanan.

Guru Berkata : “hal menarik apakah yang kalian peroleh saat mengkonsumsi makanan tadi? Bagaimanakah rasa dari makanan yang sudah kalian konsumsi?”

Guru bertanya kepada murid mengenai makanan kesukaan mereka disertai alasannya, lalu saling berbagi informasi mengenai makanan kesukaan secara berpasangan.

Guru Bertanya : “anak-anak mengapa kalian suka dengan makanan tersebut?”

Setelah mengkaitkan dengan pemahaman dan materi sebelumnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini kepada peserta didik. 

Guru memaparkan nama-nama makanan beserta jenis-jenis rasa dalam Bahasa Inggris melalui penayangan di LCD proytektor dan dikaitkan dengan makanan yang telah disebutkan oleh seluruh peserta didik berdasarkan kesukaan mereka;

Guru menayangkan video sebagai bentuk pembelajaran dengan gaya belajar audio visual mengenai jenis makanan beserta rasanya; Setelah menyaksikan video, peserta didik diajak oleh guru untuk mengulas kembali mengenai materi kata ganti melalui lagu “pronoun song” untuk membantu peserta didik memahami alur pembelajaran pada sesi berikutnya; Guru menanyakan peserta didik mengenai salindia yang ditampilkan berkaitan dengan penyusunan kalimat jenis makanan beserta rasanya;

Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat pemahaman peserta didik; Guru Berkata : “anak-anak, Bapak sudah mengelompokkan kalian berdasarkan hasil belajar pada tes formatif dan diagnostik awal saat pertemuann sebelumnya. Silakan bergabung dengan teman-temannya yang dimana sekelompok akan terdiri dari peserta didik dengan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi.”

Melalui diskusi kelompok berdasarkan tingkat pemahaman peserta didik (rendah, sedang, dan tinggi) peserta didik mengidentifikasi makanan beserta jenis rasanya pada lembar kerja yang disediakan untuk memfasilitasi peserta didik belajar dengan gaya visual;

“Guru Berkata : silakan kalian identifikasi jenis makanan dan golongan berdasarkan rasanya dengan menggunting gambar makanan kemudian ditempelkan pada kolom jenis rasa di lembar kerja kalian.”

Peserta didik dalam satu kelompok mengidentifikasi dan mengelompokkan makanan berdasarkan jenis rasa pada LK yang telah disediakan sebagai bentuk pembelajaran melalui gaya belajar visual; Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi tentang identifikasi dan pengelompokkan makanan berdasarkan rasa kedepan kelas; Guru mengajak peserta didik mengamati kosakata tentang jenis makanan dan rasa yang ditunjukkan oleh peserta didik yang maju dengan memberikan umpan balik dan penguatan; Pada sesi beirkutnya, guru memfasilitasi peserta didik dengan bahan-bahan makanan konkrit dan lembar kerta berwarna yang akan digunakan pendalaman materi sebagai bentuk gaya belajar kinestetik; Guru mengajak peserta didik untuk window shopping terhadap makanan-makanan konkrit yang sudah disajikan di meja depan untuk diamati oleh mereka. Kemudian, peserta didik dapat mendeskripsikan jenis makanan yang mereka amati beserta rasanya dalam bentuk kalimat berbahasa Inggris dengan benar di kertas berwarna yang telah disediakan sebagai bentuk gaya belajar kinestetik;

Peserta didik menempelkan kerta berwarna yang berisi kalimat mengenai jenis makanan beserta rasanya ke media tempel yang telah disediakan; Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap kalimat yang disusun oleh peserta didik.

Kompetensi Sosial dan Emosional : Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

Setiap kelompok dapat mengevaluasi pemahaman tentang rasa dalam makanan berdasarkan gaya belajar.

Guru Berkata : “anak-anak saat ini diminta untuk melakukan evaluasi mandiri        sebagai wujud perubahan pemahaman mengenai rasa pada makananan menggunakan   Bahasa Inggris dengan benar.”

Peserta didik dapat memberikan pendapatnya tentang pengalaman belajarnya berdasarkan 3 gaya belajar yang berbeda;

Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama peserta didik.

Dengan mengaplikasikan model pembelajaran ini, siswa dapat mengidentifikasi informasi penting pada teks label yang dapat merangsang siswa menumbuhkan keterampilan berpikir arah tinggi (HOTS) dan berpikir kritis. Pemberian stimulus berupa gambar teks label terkait obat, makanan, atau minuman dapat digunakan siswa untuk pengumpulan data atau informasi penting dan pembuatan kesimpulan. Menurut Helmiati (2012: 74), metode pembelajaran eksperimen merupakan suatu cara pengelolaan pembelajaran dimana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. Peranan guru dalam metode eksperimen adalah memberi bimbingan agar eksperimen itu dilakukan dengan teliti sehingga tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan. Sedangkan strategi information search diterapkan agar materi yang dipelajari tidak terkesan padat, monoton, dan membosankan.

Kesadaran diri, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab karena untuk meningkatkan Kemampuan Berinteraksi Sosial PSE yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik. Ini penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah dalam konteks kesadaran diri, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab. Siswa yang memiliki keterampilan sosial yang baik cenderung lebih sukses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam karier dan hubungan pribadi.

Saat pembelajaran berlangsung peserta didik dikelompokkan berdasarkan penggabungan peserta didik yang memiliki kemampuan rendah, sedang, dan tinggi agar dapat bekerjasama dengan baik dalam membantu menguasai materi pembelajaran secara seimbang. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mendalami materi dengan 3 jenis model/gaya pembelajaran (Kinestetik, Visual, dan Audio Visual). Diferensiasi Konten Kinestetik berarti guru menyediakan media pembelajaran konkrit disertai dengan flashcard penyebutan jenis-jenis rasa makanan dalam Bahasa Inggris (sweet, salty, bitter, sour, spicy) sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi media dan bahan pembelajaran yang konkrit tersebut dengan cara window shopping.

Kemudian dalam kegiatan window shopping tersebut, peserta didik dapat membuat 5 kalimat yang mendeskripsikan masing-masing bahan ajar konkrit tersebut sesuai dengan jenis rasa dalam Bahasa Inggris yang benar kedalam kertas warna yang telah disediakan untuk ditempelkan dimedia tempel. Audio-Visual artinya guru menayangkan video pembelajaran untuk membangun kognitif peserta didik mengenai jenis-jenis rasa makanan dalam Bahasa Inggris melalui laptop atau layar LCD proyektor sebagai media pembelajaran pada tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=egZ3bYBXQM4 . Peserta didik diminta untuk mengamati video tersebut dan menuliskan kosakata baru tentang jenis rasa makanan pada gambar-gambar yang ditampilkan berdasarkan tayangan video yang dilihat.

Peserta didik setelah melakukan kegiatan pendalaman materi dapat merefleksikan perasaan mereka terhadap proses pembelajaran yang mereka alami melalui 3 gaya belajar yang berbeda (Kinestetik, Visual, Audio-Visual). Dari ketiga pengalaman gaya belajar yang berbeda, manakah gaya belajar yang paling mendominasi atau paling mereka sukai? Berikan penjelasan disertai alasannya. Kemudian, tugas terkait penyusunan 5 kalimat dapat dianalisis melalui rubrik penilaian sebagai asesmen formatif dengan mempertimbangkan aspek koherensi/isi, struktur kalimat, tanda baca, dan kosakata.

Guru Kelas V - SD Negeri 1 Banyuurip, Kab. Kendal

 

Photo
Photo

Editor : Baskoro Septiadi
#Globalisasi