Oleh : Nabila S.Pd
RADARSEMARANG.ID - Kebun Raya Indrokilo Boyolali merupakan salah satu kebun raya yang diresmikan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Kebun raya ini memiliki tema “Tumbuhan Hutan Hujan Dataran Rendah Jawa Bagian Timur”.
Taman Indrokilo memiliki 9 taman tematik yang diberi nama dari tokoh pewayangan Jawa.
Taman tematik ini diantaranya taman Arjuna, Sadewa, Nakula, Madrim, Abiyasa. Taman Arjuna berisi koleksi tanaman buah.
Taman Sadewa berisi tanaman pangkas, taman Nakula berisi berbagai tanaman obat, taman Madrim berisi koleksi tanaman bambu dan taman Abiyasa berisi kumpulan tanaman paku.
Selain itu terdapat taman tematik konservasi tanah dan air, taman tematik hias serta taman tematik rambat.
Banyaknya jenis tumbuhan di Taman Indrokilo dapat dijadikan sebagai sumber belajar siswa.
Menurut Mulyasa (2002), sumber belajar dapat berupa bahan, alat, teknik, manusia maupun lingkungan yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk mengungkap suatu pengalaman belajar dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan.
Pada pelajaran Biologi terdapat materi keanekaragaman Hayati, taman Indrokilo dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswa.
Banyaknya spesimen tanaman di Indrokilo mendukung materi ini, terdapat spesimen tanaman mencapai 1.683, terdiri dari 368 spesies, 267 marga, dan 105 suku.
SMA Karya Dharma Veteran Sambi mengunjungi taman Indrokilo dalam kegiatan outdoor learning.
Peserta didik dan guru biologi melakukan analisis morfologi dan klasifikasi beberapa tumbuhan di taman Indrokilo.
Peserta didik antusias dalam belajar keanekaragaman hayati di Taman Indrokilo.
Pemanfaatan sumber belajar yang tepat mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa.
Menurut (Fransiska et al., 2024) Pemanfaatan sumber belajar yang tepat dan optimal dapat meningkatkan mutu pembelajaran serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
Oleh karena itu guru harus bersikap adaptif dan inovatif dalam memberdayakan sumber belajar untuk diimplementasikan pada pembelajaran.
Pemilihan sumber belajar harus direncanakan dengan cermat agar sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan kebutuhan siswa. (*/bas)
Mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan UKSW
Editor : Baskoro Septiadi