MTQ Nasional XXXI Ditutup, Jateng Runner-up, Kaltim Juara Umum dengan 288 Poin

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 07:15 WIB
JUARA: Menteri Agama RI bersalaman dengan paragraf juara di penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (19/9) malam. (FIGUR RONGGO WASSALIM)
JUARA: Menteri Agama RI bersalaman dengan paragraf juara di penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (19/9) malam. (FIGUR RONGGO WASSALIM)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gemerlap penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Sabtu (19/9) malam, akhirnya berakhir. Namun, pesan dari Semarang jelas. Semangat Alquran tidak boleh padam setelah perlombaan usai.

Penutupan diawali penyambutan Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA. Ia disambut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Ketua Umum LPTQ Jateng Taj Yasin Maemun. Suasana semakin meriah dengan rampak terbang dan tari sambutan.

Tari kolosal kemudian tampil. Tari Tanah Jawa membawa pesan spiritual dan rasa syukur. Jaran Kepang menggambarkan keberanian dan pantang menyerah.

Baca Juga: MTQ Nasional XXXI Ditutup, Taj Yasin: Pembinaan Al-Qur’an Harus Berjalan Sepanjang Waktu

Barongan Blora menonjolkan semangat menjaga tradisi dan alam. Tari Warak Dugder memperkuat pesan akulturasi budaya Semarang.

Ketua Umum LPTQ Jateng Taj Yasin mengatakan, MTQ bukan sekadar kompetisi. Pembinaan Alquran harus terus berjalan. "Pembinaan harus berjalan sepanjang waktu," katanya.

Pembinaan dilakukan melalui kaderisasi peserta. Kompetensi pelatih dan dewan hakim juga harus diperkuat.

MTQ XXXI diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Ada delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori. Jateng mengirim 67 peserta. 

Sebanyak 30 di antaranya masuk final. Hasilnya, Jateng finis di posisi kedua dengan 208 poin. Posisi itu naik jauh dari peringkat 16 pada MTQ sebelumnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta semangat MTQ tidak berhenti pada agenda tahunan. "Kalau bisa, tiap hari lakukan MTQ di seluruh provinsi Indonesia," ujarnya. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh disinformasi, ujaran kebencian, dan fitnah di ruang digital.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, berakhirnya lomba bukan berarti tugas membumikan Alquran selesai. "Tugas kita membawa cahaya Alquran ke kehidupan nyata," katanya. 

Ia meminta MTQ dikembangkan menjadi ekosistem pembelajaran. Termasuk mencetak qari, hafiz, mufasir, penulis, dan kaligrafer.

Nasaruddin juga menekankan pentingnya inklusivitas dan adaptasi teknologi. MTQ harus memberi ruang bagi penyandang disabilitas sensorik.

Teknologi dan kecerdasan buatan juga perlu dimanfaatkan. Namun, integritas dan keamanan informasi tetap harus dijaga. 

Dari sisi ekonomi, perhelatan ini turut menggerakkan hotel, transportasi, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif. Perputaran ekonomi di Jawa Tengah disebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Hasil Dewan Hakim menetapkan Kalimantan Timur sebagai juara umum dengan 288 poin. Jateng di posisi kedua dengan 208 poin. DKI Jakarta ketiga dengan 129 poin. Aceh dan Jawa Timur sama-sama mengoleksi 99 poin.

Malam itu sekaligus menjadi penyerahan estafet tuan rumah MTQ Nasional XXXII 2027 kepada DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menerima amanah tersebut. "Kami siap menyambut seluruh kafilah. Jakarta akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXII 2027," katanya.

Ia mengatakan, Jakarta siap melanjutkan semangat yang telah dibangun Jawa Tengah. Penyerahan amanah tersebut menjadi awal persiapan menuju MTQ Nasional tahun depan.

Nasaruddin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. "Kemenangan tidak boleh melahirkan kesombongan. Kekalahan tidak boleh memutus persaudaraan," tegasnya. 

Setelah rangkaian resmi ditutup, suasana kembali meriah dengan penampilan Letto. Grup musik asal Yogyakarta itu membawakan beberapa lagu, seperti Sandaran Hati, Lubang di Hati, dan Permintaan Hati.

Pesta berakhir. Namun, cahaya Alquran diharapkan tetap menyala. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
letto semarang mtq nasional DKI Jakarta SIMPANG LIMA