Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Terik dan Lahan Kering, Kebakaran di Semarang Bisa Terjadi 4-5 Kasus Sehari

Sulistiono
Penulis: Sulistiono❯
Kebakaran di area hutan jati,Mijen, akhir pekan ini, menjadi salah satu peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Semarang. (Sulistiono)
Kebakaran di area hutan jati,Mijen, akhir pekan ini, menjadi salah satu peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Semarang. (Sulistiono)

Advertisement

RADARSEMARANG.ID - Cuaca terik yang disertai kondisi lingkungan kering meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Kota Semarang.

Dalam kondisi seperti ini, kebakaran dapat terjadi di berbagai lokasi, mulai dari rumah hunian, lahan kosong, semak belukar hingga padang ilalang yang mengering.

Berdasarkan data yang dihimpun RADARSEMARANG.ID dari WAG Laporan Awal Kejadian Damkar Kota Semarang, kejadian kebakaran di Kota Semarang dapat mencapai sekitar 4 hingga 5 kasus dalam sehari, baik kebakaran bangunan maupun lahan yang dipenuhi vegetasi kering.

Advertisement

Situasi tersebut menjadi perhatian karena rumput dan ilalang yang mengering lebih mudah terbakar. Ketika api muncul, kobaran dapat dengan cepat meluas, terutama apabila kondisi angin mendukung dan sumber air atau akses pemadaman berada cukup jauh.

Semarang Sedang Menghadapi Kondisi Kering

Advertisement

Kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, menghadapi periode kering. BMKG pada September 2026 memasukkan Kota Semarang dalam wilayah dengan peringatan dini kekeringan meteorologis.

Kondisi atmosfer yang relatif kering turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam peningkatan risiko kebakaran lahan. Artinya, meskipun kebakaran tidak selalu disebabkan oleh cuaca panas, lingkungan yang kering dapat membuat material seperti rumput, daun dan ilalang lebih mudah terbakar serta membantu api menyebar.

Ilalang Kering Bisa Menjadi Pemicu Meluasnya Api

Lahan kosong yang dipenuhi ilalang sering kali terlihat tidak berbahaya. Namun ketika memasuki periode kering, vegetasi tersebut kehilangan banyak kandungan air dan berubah menjadi material yang mudah terbakar.

Api yang awalnya kecil dapat menyebar mengikuti hamparan rumput kering. Kondisi semakin berisiko apabila lokasi kebakaran berdekatan dengan rumah, gudang, kendaraan atau bangunan lain.

Karena itu, kebakaran lahan di kawasan perkotaan tidak dapat dianggap sebagai persoalan kecil. Terlebih jika lokasi tersebut berada dekat permukiman.

Rumah Hunian Juga Tetap Harus Diwaspadai

Selain kebakaran lahan, rumah hunian juga memiliki potensi risiko tersendiri.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ini 10 Kota di Indonesia Dengan Suhu Panas Tertinggi, Tembus diatas 36 Derajat C

Ini 10 Kota di Indonesia Dengan Suhu Panas Tertinggi, Tembus diatas 36 Derajat C

Musim kemarau kering yang melanda Indonesia menyebabkan sejumlah kota mengalami cuaca panas ekstrem hingga diatas 36 derajat celsius. Ini daftarnya

Kenapa Indonesia Terasa Sangat Panas Akhir September 2026? Ini Penjelasan BMKG

Kenapa Indonesia Terasa Sangat Panas Akhir September 2026? Ini Penjelasan BMKG

Kenapa Indonesia terasa sangat panas akhir September 2026? BMKG menjelaskan penyebabnya, mulai kondisi kering, minim awan, kelembapan rendah hingga El Niño.

BMKG Ungkap Daftar Daerah Jateng yang Bisa Tembus 36°C, Ada Kotamu?

BMKG Ungkap Daftar Daerah Jateng yang Bisa Tembus 36°C, Ada Kotamu?

BMKG memprakirakan 14 daerah Jawa Tengah mencapai suhu 36°C pada Senin, 28 September 2026. Semarang, Solo, Klaten hingga Rembang masuk daftar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer