RADARSEMARANG.ID, JOMBANG- Dalam rangka semarakkan Kegiatan Muktamar NU ke 35 di Tambakberas Jombang, PB IKA PMII suguhkan menu tema diskusi dalam rangka mempertajam isu-isu aktual yang sedang dirumuskan oleh para pengambil kebijakan.
Dalam salahsatu diskusi bertema Ketahanan Pangan, Sektor riil dan Illegal Market, diundang beberapa narasumber.
Yaitu, Firmansyah Ali (Aktifis 98), Syamsul Huda (Pelaku Bisnis), dan Eko (Pelaku Bisnis).
Baca Juga: PB IKA PMII Gelar Diskusi Ketahanan Energi untuk Semarakkan Muktamar NU Ke-35
Dalam paparannya, Firman Syah ungkap bahwa Ketahanan pangan merupakn isu penting dalam menopang kemajuan pembangunan dan ekonomi masyarakat.
"'Bahwa memang harus kita akui masih banyak kartel ekonomi di dalam sektor pangan kita. Selama masih banyak kartel, maka ekonomi akan teehambat dan tidak menyentuh level bawah,"katanya.
Sementata Eko yang notabene pemilik CV Berkah Jaya menegaskan bahwa tantangan kehidupan pasti.ada.
'"Kita tak.boleh pesimis dan selalu saja ada polihan.dan.solusi. Kita sebagai santri, harus terus semangat memacu dan terus menggali setiap.peluang,"ujarnya. Eko juga menjabat sebagai ketua Bidang ekonomi Alumni Ponpes Girikusumo Mranggen.
Sementara, Dr Soleh Basyari selaku wakil sekjen PB IKA PMII dalam.sambutanya menyoroti masih banyaknya praktik ilegal market, sehingga membuat ekonomi tak sehat.
"Ekonomi harus sehat. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah memberantas ilegal market,"katanya.
Karena itu, PB IKA PMII terus mendorong ketahanan.pangan agar tetap kuat sehingga perlunya menyentuh pelaku bisnis di bawah dan perlunya berantas Iiegal market. (hib)
Editor : Tasropi