Memasuki September 2026, Bagaimana Prediksi Perubahan Cuaca di Indonesia? BMKG Ungkap Informasi Ini Ini

Sulistiono • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:25 WIB
Ilustrasi: Memasuki September 2026, cuaca Indonesia diprediksi masih didominasi kemarau. (ai/Sulistiono)
Ilustrasi: Memasuki September 2026, cuaca Indonesia diprediksi masih didominasi kemarau. (ai/Sulistiono)

 

RADARSEMARANG.ID — Memasuki September 2026, masyarakat Indonesia masih perlu bersiap menghadapi kondisi cuaca yang cenderung kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam pengaruh musim kemarau, meski hujan lokal tetap berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Berdasarkan prediksi curah hujan bulanan BMKG, 75,05 persen wilayah Indonesia pada September 2026 diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, sementara 23,14 persen berada pada kategori menengah dan hanya 1,81 persen pada kategori tinggi.

Artinya, memasuki bulan September, perubahan cuaca belum menunjukkan peralihan menyeluruh menuju musim hujan. Sebagian besar wilayah justru masih berpotensi mengalami hari-hari dengan kondisi kering dan curah hujan yang terbatas.

Baca Juga: Dulu Mobil Sultan, Kini Audi A6 dan BMW E60 Bisa Dipinang dengan Harga Segini

September Masih Didominasi Cuaca Kering

BMKG sebelumnya memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada periode sekitar Juli hingga September 2026.  Bahkan, berdasarkan pemutakhiran prediksi musim, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut membuat September menjadi bulan yang perlu mendapat perhatian, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan ketersediaan air.

Analisis dinamika atmosfer BMKG juga menunjukkan bahwa pada Dasarian I dan II September 2026, curah hujan di banyak wilayah diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah. 

Sejumlah wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua masih berpotensi mengalami curah hujan rendah.

87 Persen Wilayah Diprediksi Mengalami Hujan di Bawah Normal

Bukan hanya jumlah curah hujan yang rendah. BMKG juga memprediksi bahwa pada Dasarian I September 2026, sebanyak 87,02 persen wilayah Indonesia mengalami sifat hujan di bawah normal.

Sementara itu, 8,60 persen wilayah diprediksi berada pada kategori normal, 3,49 persen di atas normal, dan 0,89 persen jauh di atas normal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa awal September berpotensi menjadi periode yang relatif kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Wilayah Mana yang Perlu Mewaspadai Kondisi Kering?

Prediksi BMKG menunjukkan potensi curah hujan rendah pada September terutama terdapat di sejumlah wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga sebagian Papua.

Baca Juga: Link Streaming dan Sinopsis Terikat Janji 1 September 2026; Keluarga Kusuma Pecah Belah! Papa Novan Mengamuk

Pada sejumlah daerah, curah hujan bulanan bahkan diprediksi berada di bawah 100 milimeter. BMKG memasukkan sejumlah wilayah di Sumatra dan kepulauan sekitarnya dalam kategori curah hujan rendah.

Termasuk beberapa daerah di Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung dan wilayah lainnya.

Sementara itu, analisis BMKG memperkirakan peluang curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan cukup tinggi di sejumlah wilayah seperti Lampung, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan beberapa wilayah Papua.

Bukan Berarti Indonesia Sepenuhnya Tanpa Hujan

Meski sebagian besar wilayah diprediksi kering, masyarakat tetap tidak bisa menganggap September sebagai bulan tanpa hujan.

BMKG masih menemukan potensi hujan lokal di sejumlah daerah. Dalam prakiraan cuaca sepekan terbaru, kondisi kering memang semakin meluas seiring berlangsungnya puncak musim kemarau, tetapi hujan lokal masih dapat terjadi di sebagian wilayah Indonesia.

Karakter hujan lokal juga dapat membuat kondisi cuaca berbeda antardaerah, bahkan antarkabupaten dalam satu provinsi. Karena itu, masyarakat tetap disarankan memantau prakiraan cuaca harian, terutama ketika akan melakukan aktivitas di luar ruangan.

El Niño dan IOD Positif Jadi Perhatian

Kondisi kering pada periode ini juga berkaitan dengan dinamika iklim global. BMKG sebelumnya menyebut pengaruh El Niño yang menguat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi faktor yang mendukung kondisi lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan cuaca sehari-hari, tetapi juga dapat memengaruhi ketersediaan air, sektor pertanian, kesehatan, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG bahkan melaporkan adanya sejumlah kejadian karhutla pada akhir Agustus 2026 di beberapa provinsi. Kondisi kering yang berlangsung cukup lama menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.

Baca Juga: Nyawa Hans di Ujung Tanduk! Dipa Kirim Pembunuh Bayaran ke Sel Penjara di Terikat Janji Episode 148 Malam Ini!

Kapan Musim Hujan Mulai Datang?

Pertanyaan yang paling banyak muncul menjelang September adalah kapan musim hujan akan benar-benar dimulai.

Jawabannya tidak sama untuk seluruh Indonesia. Indonesia memiliki pola musim yang berbeda-beda antarwilayah sehingga awal musim hujan tidak terjadi serentak.

Dengan kondisi sebagian besar wilayah masih berada dalam periode kemarau dan curah hujan September diprediksi rendah, masyarakat sebaiknya tidak menganggap datangnya September sebagai tanda otomatis bahwa musim hujan segera dimulai.

Perubahan menuju musim hujan perlu dilihat berdasarkan perkembangan atmosfer dan prakiraan BMKG dari waktu ke waktu.

Apa yang Perlu Disiapkan Masyarakat?

Menghadapi September yang masih cenderung kering, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:

Menghemat penggunaan air dan memastikan cadangan air tersedia.
Mewaspadai potensi kebakaran, terutama di wilayah yang vegetasinya kering.


Petani perlu menyesuaikan aktivitas dengan informasi iklim dan ketersediaan air. Menggunakan pelindung dari paparan matahari ketika beraktivitas di luar ruangan.

Tetap membawa perlengkapan hujan ketika bepergian karena hujan lokal masih dapat terjadi. Memantau prakiraan cuaca terbaru sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas luar ruangan. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
September2026 CuacaIndonesia PrediksiCuaca MusimKemarau BMKG