
RADARSEMARANG.ID, KENDAL– Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kendal tak hanya diarahkan untuk mendukung sektor tembakau, tetapi juga dimanfaatkan mendorong diversifikasi pangan lokal agar bernilai ekonomi lebih tinggi.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pengolahan pangan lokal yang menyasar kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sejumlah wilayah Kendal.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal mendorong komoditas seperti ubi, ketela, pisang, dan jagung tidak berhenti sebagai bahan mentah yang dijual setelah panen.
Bahan pangan lokal tersebut dikenalkan untuk diolah menjadi beragam produk seperti tepung, bakpia, brownies, kukis, keripik, hingga bumbu bubuk.
Ketua Tim Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DPP Kendal Ely Astuti mengatakan diversifikasi pangan menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.
Menurutnya, bahan pangan yang selama ini memiliki harga relatif rendah dapat memberikan keuntungan lebih besar jika diolah menjadi produk siap jual.
“Padahal bisa diolah beraneka macam makanan dan hasilnya bisa dijual dengan harga tinggi,” ujarnya.
Pelatihan juga tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, tetapi membekali peserta dengan pengetahuan pengemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Peserta dikenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI untuk membuat foto, video, dan materi promosi produk pangan lokal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




