RADARSEMARANG.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah memastikan kesiapan pasokan listrik untuk mendukung pengembangan pusat data (_Data Center_) Nextier Grup di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan _Memorandum of Understanding (MoU)_ penyediaan tenaga listrik sebesar 640 MVA antara PLN dan PT Nextier Datamate Center di Kantor Pusat PLN, Jumat (21/8).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi bersama Direktur PT Nextier Datamate Center, Suriyanto dan disaksikan Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy, Director Zankore, Ulf Ewald Ewaldson, Direktur PT NexAI Digital Infrastructure Ahmad Zulfikar Said, serta jajaran PLN Grup.
Dengan tambahan komitmen 640 MVA tersebut, total kebutuhan listrik Nextier di KEK Industropolis Batang mencapai 1.000 MVA. Sebelumnya, Nextier telah menandatangani MoU penyediaan listrik sebesar 360 MVA pada Desember 2025 dan pada April 2026 telah dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sebesar 90 MVA.
General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan bahwa PLN siap mendukung kebutuhan listrik industri digital yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar sekaligus berkualitas dan andal.
“PLN UID Jawa Tengah siap mendukung kebutuhan listrik Nextier di Batang. Dengan total kebutuhan yang mencapai 1.000 MVA, kami memastikan kesiapan infrastruktur dan keandalan pasokan listrik agar operasional _Data Center_ dapat berjalan optimal. Kami ingin memastikan pertumbuhan industri digital di Jawa Tengah berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur kelistrikannya,” ujar Bramantyo.
Menurut Bramantyo, kehadiran _Data Center_ di KEK Industropolis Batang menjadi momentum penting bagi Jawa Tengah untuk memperkuat ekosistem digital sekaligus menarik investasi baru.
Baca Juga: Kekeringan Musiman di Banyumas-Cilacap Perlu Penanganan Cepat dan Solusi Jangka Panjang
“_Data Center_ membutuhkan listrik yang andal karena operasionalnya berlangsung 24 jam. Karena itu, PLN tidak hanya menyiapkan kapasitas daya, tetapi juga menjaga kualitas dan keandalan pasokan. Kami melihat investasi ini sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka _multiplier effect_ bagi masyarakat serta industri di Jawa Tengah,” katanya.
Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan, Nextier akan menjadi _Data Center_ pertama di Jawa Tengah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi, sebagaimana yang terjadi di negara-negara maju.
Sementara itu, Direktur PT Nextier Datamate Center, Suriyanto Suriyanto menyampaikan investasi awal Zankore bersama NexAI Digital Infrastructure mencapai 6 miliar dolar AS dan masih berpotensi meningkat hingga 10 kali lipat. Investasi tersebut diharapkan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Director Zankore, Ulf Ewald Ewaldson menilai kerja sama PLN dan Nextier menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia.
PLN meyakini pertumbuhan ekonomi digital harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur energi. Makin berkembang _Data Center_, makin besar kebutuhan listrik yang harus dipenuhi. Dengan pasokan listrik yang andal, investasi dapat tumbuh dan pada akhirnya menciptakan lebih banyak peluang ekonomi serta mendukung kemajuan Indonesia.(*)
Editor : Tasropi