Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Isu Harga Minyakita Naik Beredar, Pemerintah Pastikan HET Tetap Rp15.700 per Liter

Sulistiono • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:10 WIB
Ilsutrasi : Warga antre mendapatkan membeli minyak goreng. (Jawa Pos)
Ilsutrasi : Warga antre mendapatkan membeli minyak goreng. (Jawa Pos)

 

RADARSEMARANG.ID – Isu kenaikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita yang belakangan beredar di tengah masyarakat dipastikan tidak benar. Pemerintah menegaskan hingga saat ini tidak ada rencana untuk menaikkan harga Minyakita yang masih dipatok sebesar Rp15.700 per liter.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyusul munculnya berbagai informasi yang menyebut harga minyak goreng bersubsidi itu akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

"Sampai saat ini tidak ada kenaikan HET Minyakita. Harganya tetap Rp15.700 per liter," tegas Budi Santoso.

Alih-alih menaikkan harga, pemerintah justru tengah menyiapkan langkah untuk memperluas distribusi Minyakita agar semakin mudah diperoleh masyarakat di berbagai daerah.

Baca Juga: Usai Menuai Kritik, Panselnas Cabut Denda Rp100 Juta bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih

Dalam upaya tersebut, pemerintah akan melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan, yakni Perum Bulog dan ID FOOD. Kedua perusahaan pelat merah itu akan diperkuat perannya sebagai ujung tombak distribusi Minyakita hingga ke tingkat pasar rakyat.

Menurut Budi, ketersediaan pasokan dan stabilitas harga menjadi fokus utama pemerintah. Karena itu, langkah perluasan distribusi dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh minyak goreng dengan harga sesuai ketentuan.

"Kami fokus memperluas distribusi agar produk ini semakin banyak tersedia di tengah masyarakat," ujarnya.

Selain memperkuat distribusi Minyakita, pemerintah juga meminta para produsen untuk meningkatkan produksi minyak goreng alternatif atau second brand dengan harga yang tetap terjangkau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pilihan bagi masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan minyak goreng di pasar. Saat ini, berbagai merek minyak goreng dengan harga ekonomis disebut sudah banyak beredar di pasar rakyat dan dapat menjadi alternatif selain Minyakita.

"Kami mendorong produsen memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Saat ini pilihannya sudah cukup banyak di pasar rakyat, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada Minyakita," jelasnya.

Pemerintah juga memastikan seluruh pasokan Minyakita kini diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat melalui jalur distribusi pasar rakyat. Produk tersebut tidak lagi dialokasikan untuk program bantuan pangan sebagaimana sebelumnya.

Baca Juga: Kejari Kota Semarang Terima Pelimpahan Kasus Rokok Ilegal Bermodus Truk Tangki Air dari Bea Cukai

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap ketersediaan Minyakita di pasaran semakin terjaga dan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng bersubsidi dengan lebih mudah.

"Sekarang tidak ada lagi Minyakita untuk bantuan pangan. Seluruh pasokan difokuskan ke pasar rakyat agar masyarakat lebih mudah mendapatkannya," pungkas Budi.

Editor : Baskoro Septiadi
#Kebutuhan Pokok #minyak goreng #harga minyak goreng #Minyakita #harga naik