56 Tahun UIN Walisongo Semarang, Tetapkan Empat Pilar Strategis Menuju Visi 2038

Ida Nor Layla • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 18:07 WIB
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. (DOKUMEN UIN WALISONGO)
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. (DOKUMEN UIN WALISONGO)

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Sidang senat terbuka pada Dies Natalis ke-56 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Gedung Tgk Ismail Yaqub (Auditorium II) Kampus II pada Senin ini 6 April 2026, bukan sekadar seremoni.

Peringatan ulang tahun yang jatuh tepat pada hari kelahiran kampus ini 6 April 1970, menjadi momen strategis bagi institusi untuk merefleksikan perjalanan lebih dari setengah abad sekaligus menegaskan arah pengembangan menuju masa depan.

Sidang terbuka ini menjadi forum pertama yang dipimpin rektor baru, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., yang dilantik secara definitif oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Jakarta pada 10 Maret 2026.

Di hadapan ribuan civitas akademika, ia memaparkan capaian institusi selama 2025 dan menetapkan empat pilar strategis pengembangan UIN Walisongo menuju visi 2038.

Salah satu tonggak penting yang dicatat dalam Dies Natalis ke-56 adalah beroperasinya Fakultas Kedokteran UIN Walisongo.

Pada tahun 2025, fakultas ini telah memiliki mahasiswa yang menginjak semester kedua. Ini menandai perluasan mandat akademik kampus yang sebelumnya lebih dikenal dalam rumpun ilmu-ilmu keagamaan dan sosial humaniora.

Kehadiran Fakultas Kedokteran ini juga memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dari fakultas kedokteran pada umumnya, UIN Walisongo menetapkan fokus pada penyakit degeneratif dan pengembangan stem cell, yang menjadi pembeda sekaligus ceruk strategis dalam peta pendidikan kedokteran nasional.

Ke depan, UIN Walisongo akan membangun rumah sakit sendiri sebagai penunjang pendidikan, dengan lokasi yang tengah dijajaki di kawasan Kampus I dan lahan milik UIN Walisongo di Gunung Pati, Semarang.

Program internasionalisasi dan pengabdian kepada masyarakat juga menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang 2025. Mahasiswa UIN Walisongo Semarang terlibat dalam kegiatan pengabdian di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di Papua.

Sementara itu, dalam rangka mobilitas akademik internasional, mahasiswa mengikuti program di sejumlah negara mitra, antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Arab Saudi.

“Mobilitas lintas batas ini sangat strategis untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa, memperkuat jejaring kerja sama internasional, serta meningkatkan visibilitas UIN Walisongo dalam ekosistem pendidikan regional dan global,” katanya.

 

76 Guru Besar dan Sederet Penghargaan Nasional

Di bidang sumber daya manusia, UIN Walisongo mencatat pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga akhir 2025, kampus ini memiliki 76 Guru Besar dan 220 Doktor, hasil dari program pengembangan kompetensi akademik yang dilakukan secara berkelanjutan.

Penataan manajemen SDM juga diperkuat melalui kerja sama dengan lembaga profesional serta proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pada saat yang sama, reputasi institusi semakin menguat melalui sejumlah pengakuan publik.

Sepanjang 2025, UIN Walisongo meraih Baznas Award 2025 sebagai Kampus Mitra Terbaik, Anugerah Badan Publik Informatif untuk kelima kalinya secara berturut-turut, serta penghargaan PPID Berkinerja Terbaik.

Di bidang kemitraan, institusi memperluas kerja sama strategis dengan Kementerian Haji dan Umrah serta sejumlah perguruan tinggi di Malaysia dan Taiwan.

Memasuki era kepemimpinan baru, Prof. Musahadi menegaskan komitmen untuk melanjutkan estafet pembangunan yang telah dirintis pendahulunya, Prof. Dr. Nizar, M.Ag. Ia menetapkan empat pilar strategis sebagai peta jalan pengembangan UIN Walisongo menuju visi 2038 menjadi "Leading Research Islamic University Based on Unity of Sciences for Humanity and Civilization".

“Pendidikan berorientasi penelitian, melalui integrasi kegiatan riset dalam proses pembelajaran serta penguatan penelitian kolaboratif yang relevan dengan isu lokal, nasional, dan global,” katanya.

Penguatan penelitian, melalui peningkatan dukungan pendanaan, penyediaan infrastruktur penelitian, serta pengembangan kapasitas peneliti guna meningkatkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah.

Integrasi riset dan pendidikan, dengan membangun ekosistem penelitian yang terhubung dari jenjang sarjana hingga doktoral sehingga hasil riset dapat memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas akademik institusi.

Hilirisasi dan inovasi, melalui pengembangan hasil penelitian menjadi produk inovatif, kebijakan publik, maupun program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata.

 

Transformasi Mengandalkan Sinergi Seluruh Civitas Akademika

Prof. Musahadi menekankan bahwa keberhasilan transformasi institusi sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh unsur civitas akademika — dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra kerja sama.

Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam memperkuat peran UIN Walisongo sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, kemajuan masyarakat, serta peradaban global.

"Momentum Dies Natalis ke-56 menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen institusi untuk terus melakukan transformasi, meningkatkan kualitas akademik, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa," katanya dalam forum sidang senat terbuka yang dihadiri ribuan civitas akademika UIN Walisongo Semarang. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Radar Semarang
UIN Walisongo Semarang Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar dies natalis ke-56