RADARSEMARANG.ID — Polemik mengenai gaji anggota DPR kembali menarik perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Isu ini mencuat setelah muncul kabar para legislator menerima gaji hingga Rp3 juta per hari.
Gaji pokok anggota DPR sebenarnya hanya sekitar Rp6,5–7 juta per bulan.
Namun, penerimaan total bisa membengkak karena adanya berbagai tunjangan melekat.
Angka ini membuat jumlah take home pay anggota DPR bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan perdebatan.
Siapa sebenarnya yang mengatur gaji anggota DPR?
Apakah murni ditentukan DPR atau berdasarkan regulasi pemerintah?
Pertanyaan ini dinilai penting karena gaji dan tunjangan DPR bersumber dari APBN.
Untuk memahami hal ini, perlu ditelusuri dasar hukum, aturan pemerintah, serta mekanisme penetapan gaji dan tunjangan legislatif di Indonesia.
Menurut Undang-Undang / UU Nomor 12 Tahun 1980, di akhir masa jabatan, anggota DPR akan memperoleh uang pensiun.
Besaran uang pensiun tersebut sebanyak 1 persen dari dasar pensiun untuk setiap satu bulan masa jabatan.
Ketentuan besaran pensiun pokok minimal 6 persen dan maksimal 75 persen dari dasar pensiun.
Menurut Surat Menteri Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015 dan Surat Edaran Sekretariat Jenderal DPR RI Nomor KU.00/9414/DPR RI/XII/2010, besaran uang pensiun anggota DPR yaitu sebesar 60 persen dari gaji pokok.
Gaji Anggota DPR di Seluruh Dunia
Di berbagai negara lain, gaji anggota DPR cukup bervariasi.
Anggota Majelis Nasional Burundi menerima gaji sebesar $720 per tahun.
Jumlah tersebut hampir 10 kali lebih rendah dari gaji tahunan rata-rata.
Sementara itu, anggota Kongres Amerika Serikat menerima gaji yang tinggi yaitu sekitar $174.000 per tahun.
• Burundi – $720=Rp11.703.600
• Ethiopia – $1.320=Rp21.447.600
• Ukraina – $8.770=Rp142.624.350
• India – $13.800=Rp224.319.000
• Tiongkok – $18.860=Rp306.703.300
• Turki – $31.480=Rp511.978.400
• Polandia – $39.920=Rp649.018.600
• Hongaria – $42.390=Rp689.776.950
• Malaysia – $43.290=Rp703.601.950
• Meksiko – $45.150=Rp733.914.750
• Argentina – $46.490=Rp755.175.950
• Spanyol – $49.200=Rp799.746.000
• Portugal – $50.720=Rp824.872.600
• Peru – $59.570=Rp968.333.350
• Filipina – $62.640=Rp1.018.731.200
• Afrika Selatan – $70.250=Rp1.142.588.750
• Swiss – $80.860=Rp1.314.653.300
• Brasil – $90.980=Rp1.478.801.900
• Swedia – $92.450=Rp1.502.836.750
• Chili – $94.140=Rp1.530.017.700
• Prancis – $99.520=Rp1.617.392.600
• Selandia Baru – $98.990=Rp1.608.774.950
• Jepang – $105.120=Rp1.708.771.600
• Kolombia – $105.710=Rp1.718.380.050
• Korea Selatan – $106.040=Rp1.723.743.200
• Norwegia – $109.640=Rp1.782.826.200
• Belgia – $114.860=Rp1.866.236.300
• Denmark – $120.320=Rp1.955.792.600
• Inggris – $121.973=Rp1.982.897.315
• Irlandia – $123.450=Rp2.006.827.750
• Austria – $134.890=Rp2.191.679.950
• Kanada – $141.060=Rp2.294.010.300
• Singapura – $144.100=Rp2.341.395.500
• Jerman – $146.300=Rp2.377.606.500
• Australia – $146.930=Rp2.388.830.150
• Belanda – $153.580=Rp2.499.520.900
• Israel – $155.860=Rp2.536.099.300
• Kepulauan Cayman – $156.960=Rp2.554.516.800
• UEA – $163.380=Rp2.656.722.900
• Amerika Serikat – $174.000=Rp2.828.370.000
Melansir laman dari laman Guinness World Records, kongres Amerika Serikat adalah anggota legislator yang mendapatkan gaji tertinggi di dunia.
Adapun gaji pokok tahunan sebesar $169.300 (Rp2.753.081.500). (fal)
Editor : Baskoro Septiadi