RADARSEMARANG. ID — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunggah konten soal pacu jalur yang tengah ramai diperbincangkan belakangan.
Pacu jalur merupakan perlombaan tradisional dayung perahu khas Rantau Kuantan, Riau.
Gibran mengunggah konten itu di akun Instagram-nya @gibran_rakabuming.
Video pendek itu berisikan anak yang tengah menari di ujung sampan yang sedang berlomba.
“Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singingi, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia,” tulis Gibran.
Gibran menyampaikan tarian di Pacu Jalur ini turut memengaruhi berbagai sosok di dunia.
Mulai dari pemain bola kelas dunia hingga influencer global.
Ia menyebut pacu jalur ini berpotensi membawa keuntungan bagi Indonesia, pacu jalur bisa menjadi salah satu kekuatan diplomasi budaya di era digital.
“Di mana konten mampu menjadi jembatan, memperkenalkan kearifan lokal Indonesia ke mata dunia,” ujarnya.
Inilah yang terjadi pada Pacu Jalur, lomba balap perahu tradisional asal Kuantan Singingi Kuansing, Riau.
Semula pacu jalur hanyalah festival budaya lokal yang meriah, identik dengan semangat gotong royong dan keindahan sungai di Riau.
Namun, dalam beberapa minggu terakhir, festival ini mendadak viral di TikTok berkat atraksi “Si Tukang Tari” yang menari heboh di ujung perahu.
Salah satu daya tarik utama pacu jalur adalah kehadiran tukang tari, sosok yang berdiri di ujung perahu sambil menari energik untuk menyemangati para pendayung.
Aksi lincah dan lucu ini membuat netizen jatuh hati, bahkan menjadi konten trending dengan jutaan views di TikTok dan media sosial lainnya.
Viralnya pacu jalur tak hanya menghibur, tetapi juga membawa dampak nyata.
Klub sepak bola raksasa dunia seperti Paris Saint Germain (PSG) dan AC Milan secara simbolis turut mengapresiasi keunikan budaya Indonesia ini.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam mengenalkan budaya lokal hingga ke panggung internasional.
Dari sebuah lomba dayung tradisional di sungai Kuansing menjadi perbincangan di Eropa.
Kebanyakan promosi budaya dilakukan melalui festival resmi atau pameran pariwisata.
Namun, pacu jalur membuktikan bahwa kreativitas spontan dan keunikan tradisi bisa jadi senjata diplomasi budaya yang lebih ampuh.
Kehadiran “Si Tukang Tari” yang atraktif, pacu jalur tidak hanya mempertontonkan keindahan lomba, tapi juga menggambarkan jiwa masyarakat Kuansing penuh semangat, humoris, dan kompak.
Lebih dari Lomba, Ini Soal Identitas.
Pacu jalur telah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Riau.
Perahu panjang yang bisa memuat hingga 60 pendayung, penuh ukiran warna-warni, dan diiringi musik tradisional, memperlihatkan betapa kayanya warisan budaya Indonesia. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi