RADARSEMARANG.ID — Hari apes tidak ada di Kalender, musibah banjir dialami warga warga Cianjur.
Sebuah mobil minibus milik warga Perumahan Puri Permata Residence, Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, terjebak di tengah ladang pesawahan akibat terbawa hanyut saat banjir tadi malam.
Mobil yang diketahui milik Indra alias Odong (35) itu awalnya terparkir di halaman rumah.
Namun banjir yang semakin tinggi membuat mobil tersebut akhirnya terbawa hanyut ke luar dari parkirannya hingga ke jalan perumahan dan berujung terjebak di tengah lahan pesawahan.
"Saat kejadian saya sedang di luar. Kemudian dapat kabar dari istri kalau mobil yang terparkir hanyut terbawa banjir. Karena ketinggian air cukup tinggi, dan arusnya deras sampai bisa menghanyutkan mobil dari parkiran," ujar Indra.
Menurut dia, sang istri tidak bisa berbuat banyak saat mobilnya hanyut lantaran arus banjir cukup deras.
"Mau mengamankan mobil juga susah, posisinya arus sanget deras," ujarnya.
Pada akhirnya, lanjut dia, mobil tersebut terjebak di tengah lahan pesawahan yang berada di dekat perumahan tempat tinggalnya.
"Terbawa hanyut sekitar 8 meter dari rumah. Terjebaknya di sawah. Sampai pagi ini masih ada di sawah," kata dia.
Dia menjelaskan, untuk mengevakuasi mobilnya tersebut, dirinya akan meminta bantuan derek lantaran tidak memungkinkan untuk dikendarai atau dievakuasi secara manual.
"Sementara ya saya diamkan dulu, kalau dipaksakan evakuasi manual juga susah paling dibantu derek nanti," ujarnya.
Dia menambahkan, banjir tadi malam tidak hanya menghanyutkan mobil miliknya.
Menurutnya tembok pembatas setinggi 5 meter yang kokoh membentengi wilayahnya tersebut juga roboh diterjang banjir.
"Banjir ini karena drainase meluap setelah hujan deras. Karena aliran airnya sangat deras, tembok pembatas wilayah di pinggir rumah saya juga sampai roboh. Padahal kondisi tembok sangat kokoh," ujarnya.
"Barang-barang di rumah saya dan warga lainnya juga terendam serta ada yang hilang kebawa arus," tambahnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan tiga kecamatan di Cianjur diterjang banjir akibatnya ratusan rumah warga terendam termasuk jalan nasional penghubung Bandung-Cianjur.
Banjir yang melanda tiga kecamatan setelah hujan turun deras sejak petang hingga malam, sehingga menyebabkan saluran air, drainase dan sungai di meluap merendam perkampungan dan akses jalan penghubung antar kecamatan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga kehilangan harta benda mereka.
Selain merusak barang dan peralatan rumah tangga, sedikitnya lima mobil dan sepuluh sepeda motor dilaporkan rusak akibat terendam lumpur dan terseret arus banjir. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi