RADARSEMARANG.ID — Nama Wildan, seorang pemuda di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendadak menjadi viral setelah mengunggah video jasa penukaran uang pecahan baru di TikTok.
“Ini kita kesusahan nyari tuker duit baru, lah dia bisa dapet segitu banyak darimana? 2m itupun tgl 19 maret lalu, bahkan yg kerja di bank aja susah dapet tukeran duit baru,” demikian komentar dalam video berdurasi 46 detik itu.
Di video itu tampak pria berkaos hitam menjelaskan perihal tumpukan uang.
“Tanggal 19 Maret 2025, masuk 10 R ya, dua miliar, 10 R baru. Ini 5 R baru ya. 20 R ya. Terus seribuan baru. Dua ribuan ya,” katanya.
“Alamatnya depan Hotel Adam ya, Bangil ya. Sampingnya POM Sidowayah. Yuk merapat bosku,” lanjutnya.
Kapolsek Beji Kompol Hudi Supriyanto membenarkan adanya video itu.
Hudi juga membenarkan lokasi dalam vidio itu ada di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji.
“Iya benar. Itu penukaran uang baru. Informasinya itu ada saudaranya yang kerja di bank,” ujar Hudi.
Hudi belum memastikan terkait klaim jumlah uang yang mencapai Rp 2 miliar.
“Kalau jumlahnya kami tidak bisa memastikan. Itu kan pribadi,” jelasnya.
Hudi mengaku menerjunkan anggota untuk melakukan imbauan ke lokasi.
Imbauan dilakukan agar pemilik berhati-hati menempatkan uang demi keamanan.
Pemuda itu mengaku menyediakan uang pecahan baru senilai Rp 2 miliar.
Dalam videonya, terlihat tumpukan uang pecahan dari Rp 1 Ribu, Rp 2 Ribu, Rp 5 Ribu, Rp 10 ribu hingga Rp 20 Ribu.
Uang pecahan baru ditumpuk dengan bungkus plastik transparan.
Melalui video di akun TikTok bernama “Wildan Uang Baru”, Wildan menawarkan kepada warganet agar bisa menukarkan uang di beberapa kota yang sudah dibukanya.
Pemuda itu juga menunjukkan tumpukan uang baru pecahan mulai dari Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, hingga Rp 20.000.
Ia menjelaskan bahwa warga bisa menukar uang di ruko utama yang terletak di depan Hotel Adam, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Kondisi uang yang semula menumpuk hanya menyisakan beberapa tumpukan.
Hal ini disebabkan penukaran uang baru juga didistribusikan ke beberapa cabang di berbagai kota.
Salah satunya di deretan ruko di Kota Pasuruan.
Sejumlah warga juga masih berburu uang baru milik Wildan.
Mereka mengaku bahwa penukaran uangnya mudah, tanpa syarat batasan jumlah.
Warga dapat menukar berapa pun dengan tambahan jasa.
Baca Juga: Siapa Sih yang Pertama Kali Mengajarkan Mudik? Ini Sejarah dan Awal Mudik di Indonesia
“Saya tukar di sini karena tidak ada batasan dan mudah, tanpa harus ribet daftar online seperti di Bank Indonesia yang keliling itu,” ujar Latifah, salah satu warga.
Sementara itu, Putri Ning Lis Talena, salah satu penjaga jasa penukaran uang, mengaku bahwa penukaran uang itu dimulai sejak 7 Maret 2025.
Jasa penukaran akan berlangsung hingga malam takbiran Idul Fitri 2025.
Rata-rata, warga menukarkan uang baru dalam bentuk pecahan Rp 2.000 dengan tambahan jasa Rp 13.000 per 100 lembar.
Adapun untuk pecahan uang Rp 5 Ribu, jasa tambahannya adalah Rp 15.000 per 100 lembar.
“Rata-rata warga yang tukar uang baru pecahan Rp 1.000 dan Rp 5.000,” ujar Putri.
Selain melayani eceran per 100 lembar, jasa penukaran uang Wildan juga bisa melayani dalam bentuk grosir, dengan minimal Rp 5 juta untuk pecahan Rp 2.000 dan Rp 10 juta untuk pecahan Rp 5.000. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi