RADARSEMARANG.ID — BPBD Kota Bekasi mencatat terdapat 20 titik di 8 kecamatan Kota Bekasi yang terdampak banjir akibat hujan deras sejak kemarin sore.
Ketinggian air bervariasi, ada yang mencapai 300 cm.
Banjir melanda di 20 titik dari Kecamatan di Kota Bekasi, demikian dikutip dari BPBD Kota Bekasi.
BPBD juga mencatat sejumlah warga mengungsi di lokasi pengungsian yang terdapat di Bekasi Utara dan Bekasi Timur.
Sebanyak 47 KK 360 jiwa mengungsi di Mushola Jumiatur Khoir Kp. Lebak, Teluk Pucung, Bekasi Utara.
Serta sebanyak 100 KK 400 jiwa juga mengungsi di rumah Bang Bray Gg.Mawar Bekasi Timur.
BPBD Kota Bekasi menyebut banjir terjadi sejak pukul 23.07 WIB Senin (3/3) malam hingga saat ini masih dilakukan pemantauan.
BPBD mengatakan data terbaru ketinggian muka air di sebagian wilayah kota Bekasi segera diperbarui.
Berikut data lokasi terdampak banjir di Kota Bekasi:
1. Kecamatan Bekasi Timur:
•Gg. Mawar RT 8 RW 3 (TMA ± 150 cm, terdampak 100 KK 400 Jiwa); air mulai masuk pukul 00.31 WIB
•(Update terkini tinggi muka air ± 300 CM Pukul 07.00 WIB)
•Gg. Semar RT 4 RW 4 TMA ± 70 CM; (air mulai masuk pukul 00.57 WIB)
•Update terbaru tinggi muka air akan segera terupdate
•Kp. Lengkak RT 04 RW 8 TMA ± 80 CM. (air mulai masuk pukul 02.27 WIB)
•Update terbaru tinggi muka air akan segera terupdate
2. Kecamatan Bekasi Utara:
•Kp. Lebak, Kel. Teluk Pucung (TMA ± 110 cm, terdampak 47 KK 360 Jiwa mengungsi di Mushola). Air mulai masuk pukul 01.39 WIB
•(Update terkini TMA 180 cm di permukaan atas untuk permukaan bawah sekitar 210 Cm untuk listrik sudah di padamkan pukul 04.17 WIB).
•(Update terkini TMA 180 cm di permukaan atas untuk permukaan bawah sekitar 210 Cm untuk listrik sdh di padamkan Pukul 06.01 WIB).
3. Kecamatan Bekasi Selatan:
•Perumahan Bumi Satria Kencana TMA ± 110 CM. (air mulai masuk pukul 01.48 WIB)
•Perumahan Jaka Kencana TMA ± 50 CM. (air mulai masuk pukul 04.03 WIB)
•Update terkini TMA ± 300CM Pukul 07.00 WIB
•Perumahan Depnaker TMA ± 150 CM. (air mulai masuk pukul pukul 04.10 WIB)
•Ketinggian muka air akan segera diperbarui
4. Kecamatan Medan Satria:
•RT 1, 8 dan 9 RW 03 Kelurahan Kali Baru (TMA ± 100 cm, rumah terdampak 40KK). Air mulai masuk pukul 00.47 WIB
•Tinggi muka air akan segera diperbarui
5. Kecamatan Jatiasih:
•Bumi Nasio Indah TMA ± 120 CM; (air mulai masuk pukul 23.46 WIB);
•Perum Jatiluhur TMA ± 150 CM; (air mulai masuk pukul 00.44 WIB);
•Perum Graha Indah TMA ± 150 CM; (air mulai masuk pukul 01.24 WIB);
•Perum Buana TMA ± 150 CM; (air mulai masuk pukul 01.24 WIB);
•Perum Pondok Gede Permai TMA ± 300 CM. (air menggenang Pukul 00.10 WIB dan mulai limpas dari tanggul pukul 03.15 WIB);
•Perumahan Villa Jati Rasa jl. Merpati blok c. 10/no.15 TMA ± 300 CM. (air menggenang pukul 04.29 WIB)
6. Pondok Gede:
•Perumahan Taman Bougenville Fajar TMA ± 40 CM; (air mulai masuk pukul 00.26
WIB)
•Komplek Dosen IKIP TMA ± 155 CM. ). Air mulai masuk pukul 23.42 WIB
•Perum Jati Bening Permai TMA ± 50 CM. Air Mulai Masuk pukul 23.43 WIB
7. Rawalumbu:
•Perumahan Taman Narogong Indah TMA ± 40 CM; (Air mulai masuk pukul 00.30
WIB - pukul 05.00 air sudah berangsur angsur surut)
•Jembatan II Rawalumbu TMA ± 20 CM; (Air mulai masuk pukul 00.35 WIB - pukul 03.30 air sudah surut)
•Kemang Pratama TMA ± 50 CM. (Air mulai masuk pukul 02.13 WIB)
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan ada delapan kecamatan di Kota Bekasi yang terdampak banjir.
Beberapa titik yang terdampak banjir di Kota Bekasi diantaranya ialah permukiman, kantor pemerintahan, dan jalan utama, sehingga hari ini Kota Bekasi ‘lumpuh’ total.
“Dari 12 kecamatan, yang terdampak di Kota Bekasi itu delapan kecamatan. Dan hari ini Kota Bekasi lumpuh, sampai di jalan utama, termasuk kantor pemerintahan, itu sudah mulai masuk air, keluar, karena kemudian juga limpasannya sungguh luar biasa,” kata Tri Adhianto.
Hal tersebut disampaikan Tri Adhianto dalam rapat koordinasi bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Menko PMK Pratikno yang digelar secara daring.
Ia mengatakan sejak malam, banjir melanda Kota Bekasi akibat hujan deras yang turun.
Adapun daerah terdampak parah terdapat di sepanjang Sungai Bekasi, terutama yang merupakan pertemuan antara Kali Cikeas dan Kali Cileungsi.
Ia menyebut ketinggian air pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan peristiwa banjir pada 2016 dan 2020.
Ia mengatakan ketinggian air ada yang mencapai 8 meter.
Adapun penyebab banjir ada yang disebabkan melimpasnya air dari tanggul yang telah dibangun BWSCC.
“Memang ketinggian air itu lebih dari 8 meter, sehingga kondisi yang ada adalah kemudian melimpas dari tanggul-tanggul yang memang sudah dibangun oleh BWSCC sampai tahun lalu. Nah, tetapi juga, di sepanjang kali itu memang masih banyak juga patahan-patahan dan juga tanggul yang belum terbangun. Sehingga memang dampaknya menjadi sangat luar biasa,” ujar Tri Adhianto.
Tri Adhianto mengatakan, sejak tadi malam, Pemkot Bekasi telah mengingatkan warga untuk melakukan evakuasi.
Hingga saat ini belum diketahui ada tidaknya korban jiwa maupun data kendaraan yang terendam, pihaknya masih mendata sejumlah warga yang bertahan di lantai dua rumahnya.
Tri Adhanto mengatakan pihaknya akan berupaya merehabilitasi sungai serta berkoordinasi dengan BWSCC terkait Kali Bekasi yang terdampak dari banjir kiriman dari Bogor.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya akan datang ke Bekasi untuk melakukan pendampingan penanganan banjir.
“Dan mungkin juga Bapak Menko nanti berkenan untuk melihat langsung ke Kota Bekasi karena tadi Pak Wali menyampaikan katanya yang lumpuh ini Kota Bekasi,” tegas Suharyanto. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi