RADARSEMARANG.ID – Tabrakan KA Pandalungan dengan rombongan Bu Nyai Ponpes Sidogiri di Rejoso Pasuruan mengakibatkan empat korban meninggal dan 3 lainnya mengalami luka-luka.
Semua korban merupakan penumpang mobil Kijang LGX bernopol N 1475 WU.
Diketahui, kejadikan tabrakan KA Pandalungan dengan rombongan Bu Nyai Ponpes Sidogiri terjadi kemarin pagi, Selasa 7 Maret 2024, sekitar pukul 08.38 wib.
Sukarelawan penjaga lintasan mengibarkan bendera di tengah rel. Tujuannya, memberi informasi kereta api akan lewat.
Bersama Muhammad Anton Wijaya, penjaga bernama Abdullah itu juga sempat menggedor-gedor bodi mobil Kijang LGX bernopol N 1475 WU. Namun, mobil itu tetap melaju.
Nahas, saat berada di tengah lintasan kereta, mesin mobil itu mati.
Di waktu bersamaan, KA 75F Pandalungan jurusan Gambir–Jember melaju cepat dari barat ke timur.
Kereta dimasinisi Teguh Waluyo dan asistennya, Hafid Ashari. Kecelakaan pun tak terelakkan.
Kereta menabrak mobil dengan keras di perlintasan KA Dusun Panjen, Desa Patuguran, Rejoso, pada pukul 08.38. Tepatnya di JPL 146 Km 70+8/9. Selanjutnya, Kijang itu terseret sejauh 150 meter ke arah timur.
Sebagaimana dilansir Jawa Pos Radar Bromo, mobil itu ringsek tidak berbentuk. As roda belakang mobil lepas sekitar 70 meter dari titik tabrakan. As roda itu masih lengkap dengan bannya.
Empat orang meninggal dalam insiden tersebut. Seluruhnya perempuan dan merupakan majelis Ponpes Sidogiri, Pasuruan.
Mereka, antara lain, Nyai Hj Munjiah Nur Hasan binti KH Nur Hasan bin Nawawie, dan Ning Maslachah binti Tohir, dari Sidogiri, Kecamatan Kraton.
Lalu, Ning Aidah binti Mahfud, dari Gayam, Kecamatan Gondang Wetan, serta Ning Alwiyah binti Ali, dari Kepuh, Kecamatan Kejayan.
Selain itu, ada tiga korban luka ringan. Yaitu, sopir M. Rofiqo Abdila, warga Turen, Kabupaten Malang; Ahmad Abdullah, warga Desa Logowo, Pohjentrek; dan Maslikha, warga Desa Pondok Jeruk, Kencong, Kabupaten Jember.
Saksi menyebutkan, seorang penumpang yang diduga duduk di bangku tengah sebelah kanan sempat membuka pintu mobil untuk keluar dan menyelamatkan diri. Namun, kereta lebih dulu menempel Kijang.
”Ada nyai yang mau keluar dari mobil. Namun, kereta menabrak lebih dulu. Nyai itu jatuh setelah mobil terseret sekitar 70 meter lebih dan meninggal,” kata Khoiri Maksum, 46, warga RT 4/RW 4, Dusun Palembon, Desa Rejoso Lor, Rejoso.
Rombongan di mobil itu berasal dari Ponpes Sidogiri yang hendak berkunjung ke rumah Ponpes Fathul Latif di Dusun Panjen, Desa Patuguran.
Dua ponpes itu diketahui masih saudara. Jaraknya dengan lokasi kejadian cukup dekat, sekitar 50 meter.
Rombongan terdiri atas tujuh orang, termasuk sopir. Yaitu, M. Rofiqo Abdila.
Di sebelahnya duduk Ahmad Abdullah. Lalu, tiga perempuan duduk di kursi tengah.
Yaitu, Maslikha, Maslachah, dan Aidah. Dua lagi duduk di kursi belakang, yaitu Munjiah dan Alwiyah.
”Katanya mau ke Pondok Fathul Latif. Jaraknya 50 meter dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Menurut Adullah yang merupakan sukarelawan yang berjaga di dekat lintasan rel tersebut, sebenarnya sudah ada palang pintu di JPL 146.
Namun, palang pintu itu belum difungsikan.
”Kalau palang pintu ini difungsikan, mengatur lalu lintas jadi gampang,” tuturnya.
Senada, Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Agus Prayitno menjelaskan, Kijang saat itu melaju dengan kecepatan tinggi dari selatan.
Sukarelawan berusaha menghentikan mobil tersebut karena ada kereta dari barat.
Namun, mobil tetap melaju. Hingga akhirnya, terjadi kecelakaan.
Tidak lama, petugas Polsek Rejoso bersama warga sekitar berdatangan.
Mereka mengevakuasi korban meninggal. Posisinya tergeletak tidak jauh dari lokasi tabrakan tersebut.
”Saat itu tiga orang meninggal dan satu kritis. Semuanya dibawa ke RSUD dr R Soedarsono. Sementara itu, tiga korban luka ringan dibawa ke UGD Puskesmas Rejoso,” katanya.
Beberapa saat kemudian, satu korban meninggal saat dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, proses evakuasi memakan waktu sekitar 1,5 jam. Evakuasi dipercepat lantaran insiden itu mengganggu KA Logawa yang akan melintas selanjutnya.
Selain para korban, Polri, TNI, dan KAI bersama warga mengevakuasi mobil Kijang yang ringsek.
Pada pukul 09.59, evakuasi mobil Kijang yang tertabrak tuntas. Kijang yang posisinya nyangkut di bagian depan kereta ditarik. Lalu, warga menepikan Kijang keluar dari jalur kereta api.
PT KAI (Persero) Daop 9 Jember menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kedatangan KA Pandalungan tujuan Jember.
Dari seharusnya tiba pada pukul 10.45 menjadi pukul 13.15. Atas keterlambatan itu, KAI telah memberikan service recovery sesuai dengan aturan berlaku.
”Kejadian itu juga membuat lokomotif KA Pandalungan mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” ungkap Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro.
Karena itu, KAI Daop 9 Jember menyiapkan lokomotif penolong dari Stasiun Jember.
Selain itu, kejadian tersebut mengakibatkan perjalanan KA Logawa dari Jember tujuan Purwokerto terganggu.
Seharusnya KA Logawa bersilang dengan KA Pandalungan di Stasiun Rejoso.
”Pukul 09.59 evakuasi mobil selesai dilakukan dan pukul 10.08 KA Pandalungan dapat berangkat dari lokasi setelah diperbaiki tim teknisi,” terang Cahyo. (idr/zen/hn/c14/fal)
PETAKA DI PERLINTASAN KERETA
Lokasi Laka
• JPL 146 Kilometer 70+8/9, di petak jalan antara Stasiun Pasuruan–Stasiun Rejoso
• Masuk Dusun Panjen, Desa Patuguran, Rejoso, Kabupaten Pasuruan
Kronologi Laka
1. Kemarin (7/5) pukul 08.38, Toyota Kijang LGX nopol N 1475 WU melintasi rel KA dari selatan ke utara dan berisi rombongan 7 orang, termasuk sopir.
2. Abdullah, 55, dan M. Anton, 31, sukarelawan yang berjaga di perlintasan, memperingatkan bahwa ada kereta yang lewat.
3. Kijang nekat melintas walaupun Anton menggedor bodi mobil. Sebuah motor yang melaju di belakang Kijang berhenti sebelum perlintasan.
4. Kijang macet tepat di lintasan rel KA.
5. Bersamaan dengan itu, KA Pandalungan jurusan Gambir–Jember melaju dari barat ke timur. KA langsung menabrak Kijang.
6. Kijang terseret sekitar 150 meter ke arah timur. Kijang ringsek serta terjepit rel dan lokomotif.
7. Tiga korban meninggal di lokasi dan satu orang lainnya meninggal di RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan.
KORBAN LUKA RINGAN
1. M. Rofiq Abdilah, sopir Kijang, dirawat di Puskesmas Rejoso.
2. Moch. Afullah, 18, penumpang Kijang, dirawat di Puskesmas Rejoso.
3. Nasruna, 60, penumpang Kijang, dirawat di Puskesmas Rejoso.
KORBAN MENINGGAL
1. Ning Maslaha, 60, penumpang Kijang, meninggal dalam perawatan di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan.
2. Nyai Hj Munjiah Nur Hasan, 62, penumpang Kijang, meninggal di TKP.
3. Ning Aidah, 60, penumpang Kijang, meninggal di TKP.
4. Ning Alwiyah, 55, penumpang Kijang, meninggal di TKP.
Sumber: Reportase Jawa Pos Radar Bromo
Editor : Agus AP