RADARSEMARANG.ID - Setelah diumumkannya line-up guest star pada helatan festival Rock in Solo yang akan diselenggarakan nanti, 22-23 November 2025.
Ada satu nama besar yang langsung jadi sorotan para metalhead! tentunya adalah didatangkannya Mayhem, yang baru diumumkan pada press conference kemarin pada Selasa 19 Agustus 2025.
Pengumuman tersebut langsung disambut antusias oleh para metalheads Tanah Air, karena Mayhem sendiri adalah salah satu band paling besar dalam skena musik black metal diseluruh dunia.
Bukan tanpa sebab jika Mayhem memiliki nama yang melekat dalam benak metalheads seluruh dunia, hal ini tak lepas dari kontroversi serta kisah tragis dibaliknya.
Warning Alert! (Kekerasan)
Lahir di Oslo, ibukota negara Norwegia. Mayhem memulai perjalanan mereka pada tahun 1984, dan dengan cepat mendapatkan tempat di skena Black Metal Skandinavia setempat.
Skena metal di wilayah tersebut memang memiliki reputasi gelap karena aksi-aksi mengerikan yang mereka lakukan di masa tersebut.
Hal ini termasuk pembakaran gereja dan aksi panggung yang kelewat batas. Stereotip ini melekat hingga menjadi reputasi dari band-band dengan genre black metal.
Necrobutcher, Euronymous, Dead dan Hellhammer formasi klasik awal Mayhem memulai musik mereka dengan lirik-lirik yang penuh kekerasan, kasar dan amoral.
Yang paling kentara adalah Dead (nama asli Per Yngve Ohlin) yang sesuai namanya, ia menganggap bahwa dirinya sudah tidak menjadi manusia dan telah mati.
Kegilaannya dapat dilihat dari aksi panggung dan penampilan di panggung yang brutal dan penuh darah. Salah satunya menggunakan corpse paint (riasan khas genre metal) hingga menggunakan pakaian yang telah dikubur sebelum perform.
Puncaknya, pada 8 April 1991 di kabin tengah hutan yang dimiliki oleh band ini, Dead (Ohlin) mengakhiri hidupnya sendiri dengan menembakkan peluru ke dahinya.
Dead meninggalkan sebuah surat catatan yang bertuliskan " Maaf tentang darah-darahnya, Bersulang! ".
Saat jenazahnya ditemukan oleh teman sebandnya, Euronymous, dan hal pertama yang langsung ia lakukan adalah membeli kamera disposable lalu memotret jenazah Dead yang telah terbujur kaku.
Foto inilah yang akan menjadi cover album mereka yang terkenal kontroversial, yakni album 'Dawn Of The Black Hearts'.
Setelah kejadian itu, Necrobutcher yang merasa band ini telah melewati batas akhirnya memutuskan hengkang dan mereka melakukan beberapa pergantian personil.
Seperti Attila Csihar (Vokalis) dan Count Grishnackh (Bassist) dari Band Burzum. Dalam proses pembuatan single De Mysteriis Dom Sathanas, Count Grishnackh ( Varg Vikernes) dan Euronymous berseteru hingga berakhir dengan Grishnackh yang menusuk Euronymous hingga meninggal dunia.
Count Grishnackh atau Varg Vikernes akhirnya setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, juga merupakan orang yang mengirimkan peluru untuk Dead sebelumnya.
Ia juga merupakan tokoh sentral yang memimpin organisasi teroris Nordik bernama Heathens Front. Varg mengkoordinasikan berbagai tindakan pembakaran gereja tertua di Norwegia.
Atas pembunuhan dan hal kriminal lain yang ia lakukan , Varg Vikernes akhirnya dijatuhi hukuman penjara dan hingga kini ia masih mendekam di Penjara Tromso, Norwegia.
Hellhammer sebagai anggota terakhir Mayhem akhirnya menghidupkan kembali band tersebut di tahun 1995 dengan mengajak Blasphemer (Rune Erickson) dan dua mantan anggota Mayhem (Maniac dan Necromancher).
Di debut kembalinya, Mayhem berhasil merilis beberapa album dan EP, diantaranya 'Wolf's Lair Abyss', ' Grand Declaration of War' dan ' Chimera'.
Source: The True Mayhem, Music Influence, Reddit
Editor : Baskoro Septiadi