RADARSEMARANG.ID - Dalam dunia entertainment, banyak para seniman sukses yang tidak menemukan akhir bahagia dalam hidupnya.
Menjadi seniman sukses juga memiliki banyak hal yang harus dihadapi, meskipun kebanyakan dari kita akan tergiur karena hidup mereka bergelimang harta.
Namun dalam kehidupan mereka, banyak juga yang harus berhadapan dengan berbagai masalah rumit yang sulit untuk menemui jalan keluarnya.
Ada yang bermasalah dengan pemakaian narkotika, obat-obatan, gangster, hingga fanatisme ekstrem dari para fans yang mengagumi mereka.
Para artist yang harus meregang nyawa ditangan penggemar mereka sendiri cukup banyak jumlahnya, yang paling terkenal adalah pembunuhan John Lennon yang legendaris dari band The Beatles.
Dalam ranah musik metal, kasus pembunuhan oleh fans juga terjadi dan dialamai oleh seorang mantan gitaris terkenal dari band Panthera bernama Dimebag Darrell.
Darrell merupakan gitaris berbakat yang disebut rumor sebagai penyebab keretakan hubungan diantara para personel band Panthera.
Desas-desus tersebut ternyata mampu membuat seorang penggemar bernama Nathan Gale mempercayai dan meyakini penyebab pecahnya band favoritnya itu akibat dari Dimebag Darrell.
Gale sendiri merupakan pemuda yang lulus dari Sekolah Menengah Atas Marysville, lalu bergabung dengan militer Amerika Serikat sebagai mekanik di Divisi Marinir pada Februari 2002 hingga 2003.
Kebencian mendalam terhadap mantan idolanya, Dimebag Darrell membuat ia nekat memiliki ambisi untuk menghabisi nyawa dari gitaris tersebut.
Pada tanggal 8 Desember 2004, Nathan Gale meringsek masuk ke konser Damageplan yang juga akan menjadi tempat konser oleh Dimebag Darrell beserta grup band barunya.
Bersenjatakan sebuah pistol, Gale yang sudah berhasil masuk mulai akan melakukan aksinya, tembakannya berhasil menghilangkan nyawa dari sang gitaris, Darrell pun mati di tempat.
Baca Juga: Gokil! Cewek-Cewek ini Berani Moshing di Gigs Metal, Buktikan Musik itu Genderless
Setelahnya, ia menggertak semua orang dan bahkan membunuh beberapa orang yang menghalangi jalannya, seperti Nathan Bray, Erin Halk dan Jeff "Mayhem" Thompson.
Gale yang sudah kepalang basah menjadi ancaman bagi seluruh orang di ruangan tersebut kembali melukai Chris Paluska, manager band dan teknisi drum John "Katt" Brook.
Menghadapi Gale yang sudah kesetanan, akhirnya kepolisian datang dan mulai mengintervensi panggung pembunuhan berdarag ini, petugas bernama James D Niggemeyer mengambil tindakan dengan menembak mati Gale yang masih melakukan perlawanan.
Niggemeyer membunuh Gale tepat di kepala menggunakan shotgun jenis 12-gauge, karena tindakannya Niggemeyer masuk ke pengadilan, namun setelahnya dibebaskan karena perbuatannya dianggap dimaklumi demi membela sandera.
Petugas Niggemeyer karena kejadian ini bahkan mendapat penghargaan " Officer Of The Year" oleh Fraternal Order Of Police Association di tanggal 15 Desember 2005.
Source: Murderpedia Organisation
Editor : Baskoro Septiadi