RADARSEMARANG.ID - Unit Emo asal Bandung, For Revenge kembali dengan rilisan lagu baru dengan judul Sadrah.
Penggemar yang sudah menantikan comeback mereka merasa terobati dengan lagu sedih yang mereka ciptakan kali ini.
For Revenge memang terkenal sebagai band Emo pencipta lagu-lagu yang mampu membuat pendengar masuk kedalam lirik sedih ciptaan mereka.
Dengan lagu yang easy-listening dan relevan dengan kondisi percintaan anak-anak muda, For Revenge menjadi salah satu band yang banyak didengarkan oleh anak muda di seluruh Indonesia.
Setelah sukses membuat penggemar dan masyarakat merasa galau dengan lagu-lagu mereka sebelumnya, seperti Jakarta Hari Ini, Jentaka, atau yang lebih lama seperti Termentahkan dan Perayaan Patah Hati.
Lagu-lagu For Revenge menjadi anthem bagi anak muda yang sedang merasa patah hati akibat percintaan.
Para pendengar For Revenge, disebut For Revenge Family antusias untuk menyambut lagu baru dari band yang dimotori oleh Bonie Nurwega, vokalis For Revenge.
Disebut Prambors FM, 'Sadrah' melukiskan tragedi cinta yang lebih menyayat dengan sound menyedihkan ala For Revenge.
Lagu ini merupakan pembuka dari babak baru bagi For Revenge dalam berkarya, setelah sebelumnya era Perayaan Patah Hati- Babak 1, menceritakan tentang kesedihan yang teramat dalam saat patah hati.
Dalam babak baru Perayaan Patah Hati - Babak 2 lebih menitikberatkan tema tentang kelapangan dada menerima hal yang tidak bisa dipaksakan.
For Revenge juga kedepannya akan konsisten membuat karya yang berkesinambungan serta memperkenalkan kedua karakter yang menggambarkan band ini secara keseluruhan, yakni bernama Sera dan Rana.
Sadrah memiliki arti 'berserah' atau 'pasrah', dalam KBBI, Sadrah juga bisa diartikan sebagai tawakal, menyerahkan diri sepenuhnya pada Tuhan.
Baca Juga: Sinopsis Damsel, Film Fantasi Tampilkan Millie Bobby Brown Melawan Naga dan Monster
Lagu Sadrah ini menceritakan tentang hubungan yang harus berakhir dan si tokoh utama, Rana dipaksa menerima kenyataan bahwa hubungannya dengan Sera tidak berjalan baik.
Sera yang kini memilih pria lain untuk menjadi pendamping hidupnya membuat Rana dihantui perasaan sedih dan kecewa yang teramat besar.
Tetapi dalam artian lain, perasaan ini hanya sementara, Rana harus melanjutkan hidup dan menerima kenyataan bahwa ia telah 'kalah' dan harus berlapang dada kedepannya.
Berakhir, tak usah khawatir
Tak mengapa, ku hanya harus terima
Tersingkir, tak usah permisi
Tak mengapa, bahagialah bersamanya.