Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenang 43 Tahun Pembunuhan Musisi Legendaris John Lennon: Bukti Obsesi adalah Hal Berbahaya

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 10 Desember 2023 | 15:10 WIB
John Lennon is photographed for the last time signing a record album for his killer
John Lennon is photographed for the last time signing a record album for his killer

RADARSEMARANG,ID- Siapa yang tidak mengenal The Beatles? band yang berisi empat anggota pria asal Inggris ini menjadi salah satu band paling berpengaruh di dunia.

Band ini beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr. Mereka berempat memulai rilis single pertama pada 1962.

Setelah The Beatles bubar, Lennon memutuskan untuk bersolo karier. Banyak yang berpendapat keputusan ini merupakan campur tangan dari Yoko Ono, istri keduanya yang dinilai terlalu menyetir Lennon.

Lennon berhasil menciptakan banyak hits terkenal yang ia buat tanpa teman-temannya di The Beatles, band yang membesarkan namanya.

Beberapa lagu tersebut adalah ; Imagine,lagu yang berisi pengandaian Lennon bila dunia ini diselimuti kedamaian absolut, lagu ini sampai saat ini menjadi simbol untuk penolakan terhadap peperangan.

Woman featuring Yoko Ono, adalah lagu yang ia nyanyikan bersama istrinya Yoko, sebulan sebelum kematiannya yang tragis.

Dan Give Peace a Chance, sama seperti Imagine, lagu ini menjadi anthem untuk pergerakan anti-perang saat itu, berbarengan dengan invasi Amerika Serikat ke Vietnam Utara.

Baca Juga: Tampil Sebagai Google Doodle Hari Ini, Mengenal dr Victor Chang Ahli Bedah Jantung yang Mengubah Sejarah Kesehatan Dunia

Menjadi terkenal dan diidolakan banyak orang tidak menjadikan Lennon bahagia dan menikmati kehidupan hingga masa tuanya.

Dilansir crimemuseum.org, Pada 8 Desember 1980, sekitar jam 5 sore Lennon meninggalkan rumahnya di Central Park West untuk menghadiri acara mussical session di Record Plant Studio.

Ia didatangi seorang fans untuk meminta Lennon menandatangani sebuah autograph miliknya, fans tersebut bernama Mark David Chapman.

Setelah pulang dari Record Plant Studio, Lennon dikejutkan dengan keberadaan Chapman yang masih menunggunya di tempat yang sama.

Menunggu Lennon berjalan masuk ke rumahnya, Chapman menembakkan pistol berjenis Special Revolver kaliber 38 selama 5 kali kearah Lennon.

Setelah Lennon tersungkur, seorang penjaga bernama Jose Perdomo langsung dengan sigap melucuti pistol yang digunakan Chapman untuk menghabisi Lennon.

Paska kejadian tersebut, polisi lalu datang dan meringkus Mark David Chapman. Tanpa keributan Chapman menurut dan dengan tenang mengikuti perkataan polisi yang menangkapnya.

Sedangkan Lennon sendiri terluka parah dan saat dilarikan ke rumah sakit Roosevelt, nyawanya tidak bisa tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya diumur 40 tahun dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Chapman divonis 20 tahun penjara dengan tuduhan pembunuhan level kelas dua, ia menghabiskan waktu hukumannya di Attica Correctional Facility di New York.

Menurut website University of Virginia, UVA Law mengatakan bahwa motif pembunuhan Lennon ini dikarenakan delusi dan pengaruh dari obsesi berlebihnya terhadap sang idol, Lennon.

Chapman merencanakan pembunuhan ini karena menurutnya Lennon mengingkari banyak perkataannya sendiri.

Lennon dalam lagunya sering menyatakan bahwa ia menyebarkan cinta dan kedamaian tetapi ironisnya menurut Chapman, Lennon sama seperti orang kaya lainnya yang menertawakan orang-orang dibawah kelas ekonomi dirinya.

Hal lain yang memantik amarah Chapman adalah perkataan Lennon tentang The Beatles yang lebih populer ketimbang tuhan, dengan latar belakang agamis yang kuat, Chapman membalas pernyataan Lennon dengan pembunuhan terhadap idolanya tersebut.

Editor : Agus AP
#PEMBUNUHAN #Mark David Chapman #john lennon #The Beatles