RADARSEMARANG.ID – Grup band NOAH menghelat konser ‘The Great Journey of NOAH’ #thefinalshow, di Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, pada Minggu (3/12/2023).
Dilansir dari unggahan Instagram-story @thegreatjourneyofnoah, konser NOAH Desember ini digelar sebagai konser perpisahan sebelum vakum. Terlihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu negara, Iriana, juga turut hadir.
Tentu saja kehadiran Presiden Jokowi dan Iriana, membuat konser makin semarak, karena perhatian penonton tidak hanya terpusat ke Ariel dan kawan-kawan, melainkan juga ke kursi penonton di mana orang nomor satu se-Indonesia itu duduk.
Dilihat dari unggahan video TikTok ‘AlanaAlini_gemello’, @alanaalini_gemello, tampak Ariel yang tangannya menenteng botol air minum, mengucapkan terima kasih kepada penonton yang hadir di konser. Agaknya, Ariel tengah flu, karena suaranya terdengar serak.
“Ternyata, di Jakarta yang ramai acara ini, yang di sini semua memilih untuk ada di sini malam ini. Terima kasih banyak! Karena ini mungkin konser terakhir kita. Ya...kita perlu istirahat, kan.” kata Ariel dengan suara seraknya.
Setelah menyapa penonton, Ariel menyapa Presiden Jokowi, sambil memberikan salam hormat, dan dibalas langsung oleh Presiden Jokowi serta Iriana dengan melambaikan tangan, “Selamat malam, terima kasih banyak, ada Pak Jokowi hadir di sini malam ini.”
Baca Juga: Berpantun Kocak dalam Bahasa Indonesia di Konser Coldplay, Chris Martin: Boleh Dong Pinjam Seratus?
Dari unggahan video TikTok ‘Putri’, @put.hani, Ariel mengatakan bahwa ia dan band-nya akan menghibur penonton dan Presiden Jokowi. Ariel paham betul bahwa Presiden Jokowi sudah lelah bekerja menunaikan tugas-tugas kenegaraannya, maka sudah sewajarnya beristirahat dengan menonton konser.
“Saya tahu Bapak capek pasti, habis kerja. Tugas kita-kita di panggung ini cuma menghibur. Menghibur yang capek kerja, menghibur kita di sini semuanya. Cuman memang suara agak habis nih,” ujar Ariel.
Dikutip dari unggahan video TikTok ‘Kakaknya Tom’, @dckyahmad, Ariel menjelaskan bahwa kesehatannya sedang terganggu, sehingga suaranya kurang maksimal untuk bernyanyi.
“Tadinya mau dimundurin. Ini suara terkena virus. Dimundurin gimana ya... Ya kasihan yang nonton, sama vokalis suaranya kayak begini (serak),” ucap Ariel.
“Cuman...Cuman ternyata nggak ada lagi waktunya. Jadi, kayak 'Kehidupan'. Walaupun berat, harus dijalani. Betul?” tanya Ariel kepada penonton sambil berfilosofi, dan dijawab serempak oleh penonton, “Betuuul!!”
“Harapan saya cuman satu, malam ini mudah-mudahan semuanya senang. Oke teman-teman, kayak saya bilang tadi, ini mungkin terakhir kali kita ketemu. Kita akan libur panjang. Dua tahun, mungkin tiga tahun. Nggak tahu. Jadi malam ini mudah-mudahan kita bisa menghibur semua yang ada di sini. Oke??! Walaupun (suara saya) kayak gini, kita nikmatin aja, oke??! Semuanya bantuin (saya nyanyi) aja, oke??! Siap? Lanjut!” kata Ariel penuh semangat.
Mendengar sambutan dari Ariel yang mengatakan bahwa konser malam itu adalah konser terakhir sebelum vakum, penonton pun semakin antusias, tak ingin melewatkan tiap detik momen bersejarah malam itu.
Baca Juga: Interview Jungkook BTS Bersama Apple Music: Album Solo ‘Golden’, Reuni BTS, dan Koneksi dengan ARMY
Ada momen spesial bagi Ibu negara Iriana, ketika Ariel mempersembahkan lagu favorit Ibunda Kaesang Pangarep itu, yaitu ‘Menghapus jejakmu’.
Terlihat Ariel yang sudah mengalungkan gitar, memberikan Finger Heart ala Korea (emoji HATI dengan ibu jari dan telunjuknya) pada Ibu Iriana dari kejauhan.
“Ibu, saya tahu ini lagu kesukaan Ibu. Kita nyanyi bareng-bareng buat Ibu malam ini. Oke??” kata Ariel pada Iriana.
Di pertengahan konser, Ariel membuat kejutan untuk penonton. Ariel meminta penonton untuk memeriksa bagian bawah kursi. Rupanya ada seorang penonton wanita cantik berambut panjang, beruntung mendapatkan 'Surat Cinta' dari Ariel.
Wanita tersebut didaulat naik ke atas panggung. Dan bak drama roman, sambil menyanyikan lagu ‘Ini Cinta’, Ariel mengajaknya duduk di kursi gantung yang terangkat perlahan ke atas.
Terlihat wanita tersebut salah tingkah, tak menyangka dirinya demikian beruntung mendapatkan ‘kejutan romantis’ dari Ariel.
Tak hanya sampai di situ, ketika wanita tersebut sedang sibuk dengan ponselnya (karena berusaha merekam momen dirinya dengan Ariel), ternyata Ariel mengambil setangkai bunga dari samping kursi, dan memberikan bunga itu padanya.
Tampak wanita tersebut tersipu malu. Penonton pun sukses dibuat ‘baper’ oleh aksi Ariel. Beberapa netizen terpantau berusaha mengungkap identitas wanita yang beruntung tersebut. Diduga, ia adalah pemilik akun TikTok @annita.liem.
Selain Presiden Jokowi dan Iriana, sederet artis turut menjadi hadir menjadi penonton, seperti Nia Ramadhani, Ardhi Bakrie, Sara Wijayanto, dan Celine Evangelista.
Eks drummer NOAH, Ilsyah Ryan Reza (Reza), juga turut diundang sebagai tamu spesial dan ikut menghibur penonton bersama Ariel dan kawan-kawannya semasa dirinya bergabung dalam grup NOAH.
"Terima kasih, Sahabat!" kata Reza dengan wajah haru.
Dilansir dari akun TikTok 'Close The Door Insider' Deddy Corbuzier, @ctdinsider, Ariel berterima kasih pada penggemar yang telah 'menua bersama' dengan mendengarkan lagu-lagu PETERPAN dan NOAH. Ariel berjanji akan kembali setelah vakum selesai, untuk waktu yang belum dapat dipastikan.
"Kita merasa tersanjung karena kalian udah ngasih hal yang paling berharga untuk bisa berada di sini malam ini, yaitu waktu kalian semua. Terima kasih banyak," ucap Ariel.
"Nggak kerasa waktu kita sendiri, menemani di musik Indonesia, sudah hampir 21 tahun. Ya mungkin, nggak terlalu lama juga. Cuman kayaknya kita butuh waktu untuk istirahat."
"Jadi malam ini, karena malam ini konsernya kita sendiri, yang terakhir. jadi mungkin paling tepat diucapkan di sini. Terima kasih banyak buat semua yang dengerin lagunya PETERPAN sampai ke NOAH. Dari mulai zaman CD sampai ke Streaming. Terima kasih!" kata Ariel.
Ariel menyebutkan, tugas musisi hanya satu, yaitu membawa cahaya, kesenangan, kehidupan pada masing-masing. Jika musik yang diciptakan musisi tersebut bisa membuat orang senang, maka misi telah usai. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi