Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Curah Lor Ungkap Alasan Tolak Box Pedestrian Proyek Tol Jogja-Bawen

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 4 Desember 2023 | 21:25 WIB

Warga menggelar aksi penolakan pembangunan box pedestrian di proyek jalan tol di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Minggu (3/12).
Warga menggelar aksi penolakan pembangunan box pedestrian di proyek jalan tol di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Minggu (3/12).
RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Warga Dusun Curah Lor, Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar yang terkena proyek tol Jogja-Bawen di Kabupaten Magelang kembali melakukan aksi penolakan.

Mereka menolak pembangunan box pedestrian untuk penghubung jalan di dusun tersebut. Warga meminta box pedestrian ini diganti dengan box underpass, yang memiliki ukuran lebih besar.

Penolakan ini sudah disampaikan warga sejak September lalu. Namun hingga saat ini penanggung jawab proyek tol tetap akan melaksanakan pembangunan sesuai perencanaan yakni box pedestrian.

Bahkan, untuk di Desa Bligo saat ini sudah masuk dalam konstruksi. Hal ini karena Desa Bligo masuk seksi satu dan menjadi terusan dari pembangunan tol di wilayah Sleman, Jogjakarta.

Menurut warga, box pedestrian yang sudah terbangun di Dusun Bakalan, dinilai kurang mengakomodasi warga.

Termasuk kendaraan besar, seperti truk maupun mobil pemadam kebakaran. Apalagi jalan itu merupakan akses penghubung antardusun sekaligus jalur usaha tani.

Warga Dusun Curah Lor Santi Puji Utami mengaku, keberatan dengan penempatan box pedestrian di dusunnya. Dari awal, warga meminta agar salah satu dari tiga akses jalan menuju Dusun Curah Lor dibuat box underpass.

“Sebenarnya kita tidak menolak proyek jalan tol ini. Hanya saja, kita menyayangkan keputusan pemerintah untuk membuat box pedestrian di dusunnya,” kata Santi kepada wartawan, Minggu (3/12), setelah melakukan aksi penolakan bersama warga dengan memasang spanduk sebagai wujud protes.

Protes dengan memasang spanduk ini kembali dilakukan pihaknya setelah hasil mediasi beberapa waktu lalu gagal menemui titik temu. Padahal warga hanya meminta, salah satu akses menuju Dusun Curah Lor diganti dengan box underpass.

Berbagai macam tulisan dituliskan dalam spanduk sebagai wujud protes. Salah satunya, Box Pedestrian No!, Box Underpass Yess, Demi Anak Cucu. Kembalikan! Kondisi dan Fungsi Jalan Kami Seperti Semula.

Santi menyampaikan, penolakan box pedestrian ini karena, pihaknya ingin menyelamatkan akses jalan warga.

Pasalnya dusun yang dihuni sekitar 20 kepala keluarga (KK) itu dihimpit oleh mega proyek jalan tol Jogja-Bawen.

Jika dibuat box pedestrian, kata dia, kendaraan besar seperti truk besar maupun mobil pemadam kebakaran akan kesulitan lewat.

Hal ini, karena box pedestrian hanya berukuran sekitar lebar 2,5 sampai 3 meter dan tinggi 3,5 meter.

Warga lainnya, Paiman, 45, mengatakan, selama ini dusun tersebut memiliki akses jalan selebar 4 meter. Jalan tersebut bisa dilalui mobil dengan leluasa.

Namun, pelaksana proyek pembangunan tol rencananya hanya akan memberikan akses berupa boks pedestrian di tempat tersebut. Hal itu membuat warga khawatir akan terisolasi. (rfk/aro)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#tol Jogja-Bawen #Kabupaten Magelang #Box Pedestrian