Rasakan Tenang Punya JKN, Nanik Sekeluarga Urus Perpindahan PBI ke Peserta Mandiri

Puput Puspitasari • Dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026 | 17:39 WIB
Nanik Agustina bersama sang suami menunjukkan aplikasi Mobile JKN. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Nanik Agustina bersama sang suami menunjukkan aplikasi Mobile JKN. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Magelang – Nanik Agustina, sudah merasakan berobat tanpa penjaminan BPJS Kesehatan. Sebagai wiraswasta, ia cukup terkejut dengan tagihan rumah sakit yang harus ia bayarkan. Apalagi yang mendapatakan perawatan bukan hanya dirinya saja, tapi juga anaknya.
 
Pengalaman pahit itu didapatkan saat ia dan anaknya harus menjalani rawat inap, karena demam berdarah. Pengalaman itu sudah berlalu. Namun menjadi pembelajaran berharga bagi Nanik sekeluarga. Bahwa memiliki jaminan kesehan sangat penting.
 
“Karena kalau sakit itu biayanya sangat mahal,” ujarnya.
 
Seiring berjalannya waktu, Nanik dan keluarga terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Selama menjadi penerima manfaat PBI JK, Nanik dan keluarganya dianugerahi kesehatan. “Kalau badan sehat, tapi punya JKN, hatinya tetap terasa mantap,” tegasnya.
 
Karena itu, saat seluruh keluarganya tercoret dari PBI JK pada awal tahun 2026. Ia masuk dalam 11 juta nama yang tercoret dari daftar penerima manfaat bantuan iuran JKN yang bersumber dari APBN.
 
“Padahal anak saya akan mengikuti kegiatan Pramuka. Dan oleh sekolah, kepesertaan JKN itu wajib bagi setiap anak yang mengikuti Pramuka,” terangnya.
 
Nanik menjelaskan, kepesertaan JKN itu diwajibkan untuk setiap anggota Pramuka. Apabila peserta mengalami gangguan kesehatan saat kegiatan Pramuka, maka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat.
 
“Saya setuju itu. Sehingga kami datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Magelang untuk mengaktifkannya,” tuturnya.
 
Bagi Nanik, program JKN tidak hanya hadir untuk melindungi keluarganya dari dampak buruk sebuah penyakit. Karena penyakit tidak hanya menggerogoti tubuh, tapi juga bisa mengganggu ekonomi dan produktivitas keluarga.
 
“Tetangga dan saudara saya juga banyak yang memakai BPJS Kesehatan untuk berobat, sehingga mereka bisa berobat tanpa menjual harta yang mereka punya,” pungkasnya. (put/bis/aro)
 
Editor : H. Arif Riyanto
perawatan kesehatan BPJS KESEHATAN Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional