RADARSEMARANG.ID, Magelang – Masih dalam suasana hangat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, BPJS Kesehatan hadir untuk mendukung masyarakat hidup lebih sehat melalui layanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dengan mengusung semangat transformasi mutu layanan, BPJS Kesehatan berkomitmen mewujudkan layanan JKN yang mudah, cepat, dan setara bagi semua.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti bahkan mengungkapkan, tema HKN tahun ini, yakni “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” sangat relevan dengan upaya preventif dan promotif yang digencarkan BPJS Kesehatan.
Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut menyasar hingga ke kalangan remaja hingga ke mahasiswa—melalui program BPJS Kesehatan Goes to Campus.
“Kita menyampaikan, bahwa anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Sehingga mereka harus memiliki jiwa dan tubuh yang sehat, yang semuanya itu harus dijaga mulai dari sekarang dengan menerapkan pola hidup sehat,” terangnya Maya, Jumat, (21/11/2025).
Maya tidak memungkiri, generasi Alpha dan generasi Z telah menghadapi tantangan luar biasa. Tidak sedikit dari mereka yang justru menjadi korban gempuran konten media sosial yang sulit tersaring.
Setidaknya ia mengamati, konten media sosial memberikan efek tiru-meniru atau modeling behavior. Di mana pengguna memiliki kecenderungan untuk meniru kebiasaan, tren, gaya hidup, hingga perilaku yang sering mereka lihat, tanpa memertimbangkan konsekuensi jangka panjang.
Dampak buruk lainnya, terjadi pembandingan kehidupan. Mereka mudah menyimpulkan bahwa kehidupan yang ideal adalah seperti yang mereka lihat di media sosial.
“Sejak era media sosial, screen time mereka (anak-anak, Red) menjadi lebih lama. Bahkan membuat mereka kurang minat belajar, stres karena merasa nasibnya berbeda, tidur jadi larut malam, dan akhirnya berdampak pada gangguan kesehatan,” ucapnya.
Gangguan kesehatan itu sangat banyak. Ia menyebutkan dua di antaranya, yakni gangguan mental dan gangguan kesehatan. Dijelaskan Maya, gangguan mental akan memengaruhi pikiran, perasaan, hingga perilaku seseorang—yang menurunkan kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
“Banyak kawula muda yang sudah mengalami gangguan kecemasan hingga depresi, yang akhirnya berdampak pada turunnya prestasi akademik maupun kemampuan mereka bersosial dengan orang lain,” tuturnya.
Sementara gangguan kesehatan akibat penggunaan gawai terlalu lama bisa memicu atau memperburuk kondisi skoliosis. Sebab rata-rata, mereka duduk dengan posisi yang salah, dan kepala terlalu lama menunduk untuk melihat layar.
Tidak hanya itu saja, menatap layar gawai terlalu lama menyebabkan kerusakan mata. Pengguna cenderung tidak berkedip membuat otot-otot mata menjadi tegang. Paparan cahaya biru terlalu lama meningkatkan risiko miopi atau rabun jauh.
“Menggunakan HP terlalu lama juga bisa meningkatkan risiko tendinitis atau radang tendon, kelingking bengkok, sindrom terowongan karpal atau nyeri yang menjalar dari pergelangan tangan ke jari, bisa nyeri sendi pada jari tangan, bahkan bisa mengalami kesulitan menekuk dan merenggangkan jari-jari,” ujarnya.
Karena itu, semua kegiatan preventif dan promotif yang dilaksanakan pihaknya bermuara pada perubahan perilaku generasi muda. Maya berharap, mereka juga memiliki kesadaran untuk memanfaatkan JKN untuk pemeriksaan kesehatan sejak dini, agar jika ditemukan penyakit dapat diobati lebih cepat.
“BPJS Kesehatan sudah menyediakan menu skrining kesehatan di aplikasi Mobile JKN, yang memudahkan setiap peserta untuk mengaksesnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang dr Sri Harso menuturkan, HKN harus menjadi momentum untuk para tenaga kesehatan meluruskan niat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ia ingin seluruh tenaga kesehatan di Kota Magelang memberikan pelayanan yang tulus agar masyarakat puas, berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
Ia juga menekankan pelayanan yang cepat dan setara, serta berorientasi pada kemanusiaan.
“Pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara tentang sarana dan layanan, tetapi juga tentang membangun kesadaran, kepedulian, serta menghadirkan pelayanan dengan tulus dan berorientasi pada kemanusiaan,” ujar Sri Harso. (put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto