RADARSEMARANG.ID, Magelang – Makam Mantan Wali Kota Solo ke-11 berhasil ditemukan di Kampung Trunan, Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.
Hal itu langsung membuat Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa bersama rombongan Forkopimda Kota Solo mengunjungi Kota Magelang pada Kamis (13/6).
Dalam kunjungannya ini, rombongan Wakil Walikota Surakarta mendatangi makam dari Mantan Wali Kota Solo ke-11 yakni Soemari Wongsopawiro, periode 1975-1980.
Berdasarkan pantauan Radar Semarang rombongan tiba di Kota Magelang pada pukul 11.10 WIB.
Teguh Prakosa mengatakan, kegiatan ini sebetulnya merupakan rangkaian dari Hari Jadi Pemkot Solo yang diperingati setiap 17 Juni.
Rangkaiannya itu, pada H- seminggu itu biasanya berkunjung ke kediaman mantan Wali Kota Solo yang masih hidup dan berziarah ke makam-makam mantan Wali Kota yang sudah meninggal dunia.
Ia menyampaikan, makam Mantan Wali Kota Solo ke-11 yakni Soemari Wongsopawiro ini baru diketahui bulan kemarin.
Sebelumnya, ada juga makam Mantan Wali Kota Solo setelah Soemari yakni H.R. Hartomo yang berada di Temanggung.
“Hal ini kita lakukan, untuk mengenang, menghormati, dan menghargai seluruh perjuangan para pendiri maupun pembangun Kota Surakarta di zamannya,” terang Teguh kepada wartawan usai berziarah, yang didampingi juga oleh Pejabat dari Pemerintah kota Magelang dipimpin Wakil Wali Kota Magelang K.H. Drs. M. Mansyur.
Teguh mengatakan, setiap zaman pasti ada tokohnya masing-masing.
“Dan inilah yang harus kita hargai, serta agenda ini akan kita lakukan setiap tahunnya,” imbuhnya.
Ia mengaku, sebenarnya upaya pencarian ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
Namun, berhasil ditemukan bulan kemarin, setelah mendapatkan kontak anaknya yang keenam.
Dan dari seluruh Wali Kota Solo, ada dua Mantan Wali Kota yang berada di luar Kota Solo yakni Soemari Wongsopawiro dan Hartomo, sisanya berada di Kota Solo.
Sementara itu, anak kedua dari Soemari Wongsopawiro, Sumariyadi menyampaikan, bapak dulu menjabat sebagai Wali Kota Solo pada tahun 1975. Sebelumnya berkarir di TNI.
“Putra bapak (Soemari Wongsopawiro) itu ada tujuh,” ucapnya.
Ia menceritakan, alasannya kenapa dimakamkan di Kota Magelang ini, karena ini merupakan amanah atau wasiat bapak sebelum meninggal dunia.
“Jadi bapak itu kan dulu dari Tentara Keamanan Rakyat, dan sebelum meninggal dunia itu berwasiat untuk dikembalikan ke Kota Magelang. Apalagi, bapak itu lahir di Kota Magelang di Kampung Trunan, Tidar Selatan ini,” jelasnya. (rfk/bas)
Editor : Baskoro Septiadi