Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mayat Pria di Pinggir Jalan Magelang Ternyata Pelajar SMP, Keluarga Ungkap Fakta Ini

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 7 Februari 2024 | 02:29 WIB
Usai proses otopsi, DP mayat laki-laki yang ditemukan di tepi jalan Payaman-Windusari langsung di bawa ke rumah duka dengan ambulans desa, Selasa (6/2). ROFIK SYARIF G P/JAWA POS RADAR SEMARANG
Usai proses otopsi, DP mayat laki-laki yang ditemukan di tepi jalan Payaman-Windusari langsung di bawa ke rumah duka dengan ambulans desa, Selasa (6/2). ROFIK SYARIF G P/JAWA POS RADAR SEMARANG
 
RADARSEMARANG.ID, Magelang – Teka-teki mayat pria yang tergeletak di tepi jalan Payaman-Windusari masuk Dusun Karangboyo, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Selasa (6/2) pagi akhirnya terungkap.

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi terbujur kaku, bersandar di dinding selokan dengan mengenakan jaket warna hijau, helm hitam, kemeja biru dongker, serta celana pendek abu-abu bermotif.

Jenazah langsung dibawa ke RSUD Muntilan Magelang untuk menjalani proses otopsi.

Berdasarkan pantauan Radar Semarang di RSUD Muntilan, proses otopsi yang dilakukan Tim Dokter Polda Jateng berlangsung kurang lebih dua jam, dari pukul 14.00 sampai 16.00. Usai proses otopsi selesai, korban langsung dibawa ke rumah duka.

Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Rifeld Constantien Baba menyampaikan, usai mengetahui adanya kejadian tersebut menurunkan Tim Penyidik dan Petugas Inafis untuk melakukan olah TKP.

“Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ke lima orang saksi, serta mengamankan beberapa Barang Bukti di TKP. Seperti, baju korban dan helm serta BB lain disekitar TKP,” terang Kompol Rifeld.

Rifeld mengatakan, untuk korban yang meninggal dunia atas nama DP, laki-laki, pelajar SMP Warga Kabupaten Magelang.

Sampai saat ini proses penyidikan tengah berlangsung oleh Tim Gabungan Sat Reskrim Polresta Magelang dan Polsek Secang.

Sementara itu, Kepala Dusun Dukoh, Desa Pirikan Anwari menyampaikan, sebelum kejadian ini, DP ini sempat minta ke orang tuanya untuk dibelikan baju baru untuk sekolah yang warna putih tadi malam.

"Dan sudah dibelikan, malamnya itu sudah di setrika. Dan bapaknya itu dapat undangan Haul," kata Anwari.

Pada saat di rumah, anaknya ini ada temannya. Dan saat bapaknya berangkat undangan, dan pulang ke rumah, anaknya sudah keluar pergi sama temannya.

“Tapi orang tuanya enggak tau perginya kemana,” terang Anwari.

Setelah di tunggu sampai jam 1 malam tidak pulang-pulang, dan pagi sudah disiapkan segala-galanya untuk berangkat sekolah kok enggak pulang. Tiba-tiba dapat kabar seperti itu.

“Keluarga dapat kabar dari status. Ada foto, ini benar-benar warga mana, ternyata kalau jaketnya itu sekilas milik DP. Pas saya cek benar,” imbuhnya.

Kalau lihat anak itu pendiam, enggak ada masalah sekali dirumah. Sopan santunnya di rumah ada. Tapi enggak tau kalau diluar seperti itu saya enggak tau.

Biasa enggak ada masalah sekali. Di masyarakat juga baik, enggak ada istilah sama sekali. (rfk/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#pria #MAYAT #Kabupaten Magelang