RADARSEMARANG.ID, Magelang – Rumah Sakit ‘Aisyiyah Muntilan Kabupaten Magelang menghelat jalan sehat untuk prematuritas dalam rangka peringatan Hari Prematur Sedunia Tahun 2023.
Kegiatan ini untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap bayi prematur dengan cara aktif berperan dalam pencegahan dan perawatan bayi prematur.
Acara ini terlaksana atas sinergi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dengan Leo and Mia Foundation, sebuah organisasi non profit internasional berbasis di Inggris yang fokus menangani bayi prematur.
Direktur RS ‘Aisyiyah Muntilan dr Faizah Yasin, M.MEd. SC, mengatakan Hari Prematur Sedunia penting diperingati karena Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia dengan kasus bayi prematur atau yang lahir di bawah 37 minggu.
Kasus kelahiran bayi prematur di rumah sakit juga terbilang banyak, lantaran rumah sakit menjadi fasilitas kesehatan rujukan untuk menangani kehamilan dan kelahiran berisiko tinggi.
“Karena itu, kasus prematur ini harus menjadi perhatian kita bersama dan penangananya membutuhkan peran masyarakat,” terangnya di sela acara jalan sehat untuk prematuritas yang diikuti ratusan peserta, di halaman Gedung Darul Arqom Muntilan Kabupaten Magelang, Jumat (17/11/2023).
Menurutnya beragam faktor pencetus bayi prematur. Terbesar dipengaruhi dari nutrisi ibu hamil yang kurang terpenuhi.
Fakta yang lain, kasus prematur juga ada benang merahnya dengan kasus stunting. Karena itu, diperlukan untuk mengawal kesehatan anak-anak perempuan sampai beranjak dewasa dan menjadi calon ibu.
“Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak anak-anak kita masih kecil, dengan mengawal kesehatannya, gizinya, imunisasinya, dan mengikuti program-program pemerintah yang sudah disediakan, sehingga mereka tidak melahirkan bayi prematur,” terangnya.
Ia juga menjelaskan, peringatan Hari Prematur Sedunia tahun ini mengangkat tema yang dahsyat, yakni “Perawawan Kulit ke Kulit Segera untuk Setiap Bayi”.
Tema ini mengangkat tindakan kecil yang berdampak besar bagi bayi prematur. Dimana bayi prematur yang lahir langsung didekatkan dengan ibunya sampai kulit mereka bersentuhan.
“Musuh utama bayi prematur adalah hipotermia atau kedinginan. Sentuhan kulit seorang ibu akan memberikan kehangatan kepada bayinya, sehingga tindakan kecil ini memberikan dampak yang besar sekali terhadap kehidupan bayi prematur setelah lahir,” tuturnya.
Sementara itu, Project Manager and Clinical Setting Coordinator Program Perawatan Bayi Prematur ‘Aisyiyah Supriyatiningsih mengungkapkan, di seluruh dunia ada 15 juta bayi terlahir prematur setiap tahunnya.
Dari sejumlah 15 juta bayi prematur tersebut, sebanyak 1,1 juta bayi dilaporkan meninggal dunia karena berbagai komplikasi. Sedangkan di Indonesia, setidaknya ada 675.700 bayi terlahir prematur setiap tahunnya.
Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah menyampaikan, penanganan bayi prematur menjadi perhatian ‘Aisyiyah karena bayi yang terlahir prematur memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan.
“Hal ini tentu memprihatinkan karena seharusnya kita dapat menjamin kesehatan anak-anak kita yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa,” tandasnya.
Perwakilan PP ‘Aisyiyah Suri Putri Utami menambahkan, kegiatan ini juga dilakukan di dua rumah sakit lainnya. Yakni di RS PKU Muhammadiyah Kota Jogjakarta dan RS Umum ‘Aisyiyah Ponorogo.
Sedangkan alasan dilaksanakannya kegiatan jalan sehat untuk prematuritas di RS ‘Aisyiyah Muntilan karena rumah sakit ini menjadi percontohan program penanganan bayi prematur. (put/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi