Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Stok Vaksin Antirabies Habis, Masyarakat Magelang Diminta Tak Konsumsi Daging Anjing

Puput Puspitasari • Senin, 17 Juli 2023 | 23:50 WIB
Penyuntikan vaksin rabies untuk kucing. Vaksinasi ini merupakan program Dispeterikan Kabupaten Magelang memperingati Hari Rabies Sedudia. (RIRI RAHAYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Penyuntikan vaksin rabies untuk kucing. Vaksinasi ini merupakan program Dispeterikan Kabupaten Magelang memperingati Hari Rabies Sedudia. (RIRI RAHAYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang memastikan tidak ada kasus rabies di Kota Magelang.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya membuat program vaksinasi gratis khusus bagi hewan peliharaan seperti kucing, anjing, rakun, dan monyet. Namun saat ini program vaksinasi belum berjalan, karena stok vaksin kosong.

"Saat ini, vaksin sedang dialihkan ke daerah NTT atau di daerah-daerah yang banyak kasus rabies. Jadi, saat ini stok vaksin kita habis," jelas Kabid Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Disperpa Kota Magelang drh Diana Widiastuti kepada Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (16/7).

Biasanya, lanjut dia, Kota Magelang mendapat jatah vaksin dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Tahun lalu, pihaknya mendapat kiriman 150 dosis vaksin rabies untuk 150 ekor.

"Intinya, program vaksin gratis masih ada. Hanya stok vaksinnya yang tidak ada. Kalau nanti dapat, langsung kita salurkan," katanya.

Pihaknya sudah mengajukan permintaan vaksin rabies ke provinsi. "Kita sudah pesan, dan sudah masuk dalam daftar," ucapnya.

Menurutnya, vaksinasi antirabies bagi hewan peliharaan sangat penting dilakukan. Sekalipun Jawa Tengah sudah dinyatakan bebas dari kasus rabies. Bukan berarti menjadikan lengah.

Apalagi hewan-hewan peliharaan seperti anjing dan kucing memiliki interaksi yang cukup dekat dengan pemiliknya.

"Dan hampir 90 persen kasus rabies penularannya dari gigitan anjing yang terinfeksi rabies," tandasnya.

Karena itu, pihaknya mengedukasi warga untuk tetap mewaspadai penyakit rabies pada anjing. Tidak kalah penting adalah tidak mengonsumsi daging anjing.

Disebutkan, penyakit rabies merupakan penyakit zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. Yang fatal, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

"Anjing ini bukan hewan konsumsi, karena anjing termasuk hewan kesayangan," ucapnya.

Diakui, harga daging anjing yang relatif murah disinyalir turut memengaruhi minat masyarakat membelinya. Satu kilogram daging anjing hanya Rp 25.000.

Sedangkan daging sapi dan kambing di kisaran Rp 125.000-Rp 130.000, daging babi Rp 80.000-Rp 90.000, dan daging ayam Rp 38.000.

"Harganya memang lebih murah dari daging-daging yang lainnya," katanya. (put/aro)

Editor : Agus AP
#Dinas Pertanian dan Pangan #kasus rabies #Vaksin #Diana Widiastuti