Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kabar Duka, Musisi Nomo Koeswoyo Koes Bersaudara Meninggal di Magelang

Agus AP • Kamis, 16 Maret 2023 | 20:40 WIB
Suasana di kediaman Nomo Koeswoyo di Kota Magelang, Kamis, (16/3/2023) pagi hari. Orang silih berganti untuk melayat. Di rumah ini pula, Nomo menghabiskan sisa hidupnya. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Suasana di kediaman Nomo Koeswoyo di Kota Magelang, Kamis, (16/3/2023) pagi hari. Orang silih berganti untuk melayat. Di rumah ini pula, Nomo menghabiskan sisa hidupnya. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Musisi senior Koesnomo Koeswoyo atau akrab disapa Nomo Koeswoyo meninggal di Kota Magelang, Jawa Tengah. Ia berpulang pada Rabu, (15/3/2023), di Magelang. Sebelum meninggal, Nomo sempat mengalami sakit sekitar tiga hari.

Nomo Koeswoyo menghembuskan nafas terakhir di rumahnya. Guna memastikan kondisi Nomo, pihak keluarga sempat melarikan ke RS Harapan, Kota Magelang. Oleh dokter rumah sakit, Nomo dinyatakan meninggal.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, suasana di rumah Nomo Koeswoyo yang berada di seberang Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang (Jalan Soekarno Hatta) pada pagi hari lengang.

Namun orang datang silih berganti untuk melayat. Lain halnya dengan kondisi semalam, rumah duka begitu ramai dan penuh oleh pelayat yang ingin melihat musisi kecintaannya untuk kali terakhir.

Di rumah ini pun tidak ada pihak keluarga yang menunggu. Hanya dipasrahkan kepada orang-orang terdekat Nomo dan orang kepercayaan dari pihak keluarga. Merekalah yang menemui para pelayat. Salah satu orang yang dipercaya itu adalah Ipunk.

Warga Kota Magelang yang mengikuti dan membantu sejak Nomo Koeswoyo pindah dari Jakarta ke Kota Magelang. Termasuk yang sering mengantar Nomo

Ipunk bercerita, Nomo memang sempat sakit selama tiga hari sebelum akhirnya dipanggil Sang Khalik. Namun tidak mau periksa ke dokter. Di hari terakhir sakit itu, Nomo sempat merasakan badannya gerah. Lantas mandi beberapa kali untuk mengusir rasa panas di tubuhnya. Setelah itu berbaring, dan beristirahat. Kemudian meninggal.

“Yang dirasakan beliau itu seperti masuk angin biasa. Yang dirasakan kepanasan, kemudian mandi sampai tiga kali. Mandi terakhir habis Maghrib, kemudian terasa ada yang sakit di punggung, sempat teriak, lalu dipapah, dan kemudian dibawa ke tempat tidur, dan meninggal,” ungkap Ipunk, ditemui di kediaman Nomo Koeswoyo, Kamis, (16/3/2023) pagi.

Pihak keluarga juga sempat membawa Nomo Koeswoyo ke RS Harapan, Kota Magelang, untuk memastikan kondisi Nomo yang sebenarnya. Sesampai di sana, dokter menyatakan Nomo meninggal.



Keluarga lantas membawa pulang jenazah Nomo untuk disucikan dan dikafani di rumah. Selanjutnya rombongan pihak keluarga membawa jenazah ke Jakarta, sekitar pukul 01.00 dini hari. “Yang bawa ada mas Reza (anak Nomo), istrinya mas Reza, dan beberapa keluarga yang lain,” imbuhnya.

Sebagai orang terdekat Nomo Koeswoyo, Nomo termasuk orang yang senang memberikan nasihat. Ia mengenang nasihat Nomo semasa hidup adalah untuk berbuat baik kepada siapapun.

“Jadilah manusia yang baik, jangan jadi manusia yang nggak baik. Itu pesan yang selalu disampaikan beliau. Berlakulah yang baik,” ucap Ipunk sembari menunjuk sebuah tulisan di atas kusen pintu menuju ruang santai Nomo Koeswoyo.

Saat Jawa Pos Radar Semarang berkunjung ke rumah duka, terlihat rombongan dari Salatiga datang melayat. Mereka berpakaian berwarna kuning. Semua seragam. Rupanya, mereka adalah fans fanatik Nomo Koeswoyo, yang rutin berkunjung di kediaman Nomo, di Kota Magelang.

Meski Nomo telah tiada, para fans tersebut membawakan berbagai oleh-oleh kesukaannya. Sejatinya, fans asal Salatiga tersebut sudah janjian ingin bertemu dengan Nomo Koeswoyo. Namun tidak menyangka, jika Nomo Koeswoyo “pulang” lebih dulu.

Yudono Antariksa—fans asal Salatiga ini tidak berhenti menangis. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya, melihat sang musisi pulang ke pangkuan Allah SWT. Baginya Nomo adalah orang yang memiliki semangat tinggi, penuh dedikasi, sayang kepada keluarga, dan siapapun.

“Hidup ini adalah perjuangan, itu kata-kata beliau. Beliau pulang dengan cara yang mudah, Insyaallah husnul khatimah. Selamat jalan pakde Nomo, semoga Allah memberikan ridho-Nya, maghfirah-Nya, diterima di surganya Allah, aamiin,” imbuhnya memanjatkan doa. (put/bas) Editor : Agus AP
#top #Nomo Koeswoyo #nomo koeswoyo meninggal #koes plus