Seperti menyikat bebatuan, mencabuti rumput yang tumbuh di sela-sela bebatuan maupun menyemprot dengan air. Pembersihan dilakukan di seluruh badan candi. Mulai dari lantai bawah, lorong-lorong, hingga stupa induk Candi Borobudur.
Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati mengatakan kegiatan bersih-bersih candi ini rutin dilakukan oleh petugas BKB. Sebagai upaya agar tidak terjadi kerusakan.
“Kalau tidak dibersihkan nanti tingkat kerusakannya lebih parah, lebih meningkat dan kita mempunyai tanggung jawab luar biasa. Kita harus selalu menjaga batu Candi Borobudur,” ujarnya saat ditemui di kantor BKB, Selasa (14/6).
Reresik candi ini dilakukan pegawai BKB dengan tenaga cleaning dari masyarakat Borobudur. Pihaknya masih belum bisa menjangkau yang lebih luas. Nanti suatu saat akan menjangkau masyarakat sekitar Borobudur.
Ia menegaskan merawat candi sudah menjadi tugas BKB. Sehingga, pihaknya selalu berupaya tingkat kerusakan diminimalisasi. Di antaranya bila nanti pengunjung diperbolehkan naik struktur candi, harus memakai sandal upanat.
“Itu yang memproduksi juga masyarakat Borobudur. Kemudian dipandu oleh pemandu berkualitas. Berkualitas ini penting karena kita harus menajamkan bahwa warisan dunia ini nilai-nilai penting, OUV (outstanding universal value),” imbuhnya. (rfk/lis) Editor : Agus AP