Hati-hati! Ini Daftar 12 Buah dan Sayur yang Bisa Mengandung Pestisida Tinggi
Nugroho Wisnu Adi• Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:07 WIB
bottom view vegetables and fruits cumcuat lettuce zucchini bell peppers kiwi grapes parsley green onion cauliflower cherry tomatoes lemon free space
RADARSEMARANG.ID - Sayuran dan buah-buahan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin, karena kaya nutrisi dan penting untuk menjaga kesehatan.
Beberapa daftar sayur dan buah yang dinilai segar dan sehat justru harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Sebagian besar produk segar tersebut ternyata mengandung sisa pestisida yang dapat membahayakan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Environmental Working Group (EWG) mengklaim bahwa daftar buah dan sayuur ini bertujuan membantu konsumen membatasi paparan pestisida, beberapa ahli, termasuk ilmuwan pangan, berpendapat sebaliknya.
Mereka khawatir bahwa publikasi daftar buah dan sayur tersebut justru dapat mendorong masyarakat enggan mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran.
Kendati demikian, banyak pakar kesehatan meyakini bahwa paparan pestisida secara terus-menerus, meskipun dalam dosis kecil, berpotensi terakumulasi dalam tubuh seiring waktu dan dapat memicu timbulnya kondisi kesehatan kronis.
Kekhawatiran lain muncul mengenai batas aman yang ditetapkan oleh badan pengatur; batas ini seringkali tidak memperhitungkan risiko kesehatan yang timbul akibat mengonsumsi lebih dari satu jenis pestisida secara simultan.
Berikut adalah daftar buah dan sayuran yang dikategorikan sebagai Dirty Dozen (Dua Belas Terkotor) karena tingginya residu pestisida, sebagaimana dikutip dari Healthline:
Daftar Buah dan Sayuran yang Paling Banyak Mengandung Residu Pestisida
1. Anggur
Anggur yang ditanam secara konvensional merupakan komoditas rutin dalam daftar ini, di mana lebih dari 96% sampelnya teruji positif mengandung residu pestisida.
2. Stroberi
Buah ini secara konsisten menempati peringkat teratas dalam daftar Dirty Dozen. Pada tahun 2023, EWG melaporkan bahwa 30% dari seluruh sampel stroberi mengandung sepuluh atau lebih residu pestisida yang berbeda.
3. Apel
Sekitar 90% sampel apel terdeteksi mengandung residu pestisida. Selain itu, 80% dari apel yang diuji mengandung jejak difenilamine, suatu pestisida yang saat ini dilarang penggunaannya di Eropa.
4. Ceri
Rata-rata, EWG mendeteksi lima residu pestisida pada setiap sampel ceri, termasuk iprodione, pestisida yang juga telah dilarang di Eropa.
5. Pir
Mayoritas buah pir yang diperiksa, tepatnya lebih dari 63%, mengandung residu dari lima atau lebih jenis pestisida.
6. Blueberry
EWG menemukan bahwa 90% blueberry mengandung residu pestisida, dengan 80% dari sampel tersebut mengandung dua atau lebih residu.
7. Persik
Lebih dari 99% buah persik yang diuji oleh EWG mengandung residu pestisida, dan 65% sampelnya mengandung minimal empat residu yang berbeda.
8. Bayam
Sebanyak 76% sampel bayam terdeteksi mengandung residu pestisida, termasuk permethrin, yaitu insektisida neurotoksik yang sangat beracun bagi hewan.
9. Kale, Sawi, dan Sawi Hijau
Sayuran berdaun hijau ini menunjukkan tingkat kontaminasi yang tinggi; 86% dari semua sampel ditemukan mengandung dua atau lebih residu pestisida, termasuk neurotoksin seperti imidacloprid, bifenthrin, dan cypermethrin.
10. Nektarin
EWG berhasil mendeteksi residu pada hampir 94% sampel nektarin, bahkan satu sampel saja dilaporkan mengandung lebih dari 15 residu pestisida yang berbeda.
11. Paprika dan Cabai
Meskipun paprika manis mengandung residu pestisida yang lebih sedikit dibandingkan sebagian besar buah dan sayuran lain, EWG memberikan peringatan khusus karena jenis pestisida yang digunakan pada komoditas ini cenderung lebih beracun bagi kesehatan manusia.
12. Kacang Hijau
Kacang hijau ditambahkan ke dalam daftar Dirty Dozen setelah EWG menemukan bahwa 90% sampel mengandung pestisida, termasuk acephate, suatu neurotoksin yang telah dilarang oleh EPA sejak tahun 2011.
Untuk meminimalkan risiko, EWG menyarankan konsumen mencuci buah dan sayuran dengan air mengalir, merendamnya dengan larutan garam atau soda kue, serta mempertimbangkan membeli produk organik bila memungkinkan.