Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Habis FOMO Terbitlah JOMO, Apa Perbedaan Keduanya?

Baskoro Septiadi • Selasa, 1 Juli 2025 | 17:13 WIB
Ilustrasi. (Freepik)
Ilustrasi. (Freepik)

RADARSEMARANG.ID - Di era digital yang serba cepat dan penuh notifikasi ini, istilah FOMO dan JOMO semakin sering terdengar, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.

Keduanya menggambarkan reaksi emosional kita terhadap dunia sosial, terutama media sosial.

Tapi, sebenarnya apa sih perbedaan FOMO dan JOMO? Dan mana yang lebih sehat untuk mental kita?

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out. Istilah ini merujuk pada perasaan cemas atau takut tertinggal dari tren, kegiatan, atau momen sosial yang dilakukan orang lain.

Contohnya:

Melihat teman hangout di Instagram, lalu merasa iri atau menyesal karena tidak ikut.

Takut melewatkan diskon, event, atau informasi viral.

Terus-menerus mengecek media sosial agar tidak ketinggalan apa pun.

Orang yang mengalami FOMO cenderung merasa gelisah, kurang puas, dan tertekan karena membandingkan hidupnya dengan orang lain.

Apa Itu JOMO?

Sebaliknya, JOMO adalah singkatan dari Joy of Missing Out. Ini adalah sikap mental yang lebih sehat, yaitu merasakan kebahagiaan saat memilih untuk tidak ikut serta dalam aktivitas sosial atau tren tertentu.

Contohnya:

Tidak merasa bersalah saat mematikan notifikasi HP dan menikmati waktu sendiri.

Bahagia memilih istirahat di rumah ketimbang memaksakan diri hangout.

Menyadari bahwa tidak mengikuti semua hal bukanlah kehilangan, tapi bentuk kontrol diri.

Orang yang mengalami JOMO biasanya memiliki rasa syukur, mindfulness, dan mampu menjaga batasan pribadi demi keseimbangan hidup.

Perbedaan FOMO dan JOMO

Aspek FOMO (Fear of Missing Out) JOMO (Joy of Missing Out)
Emosi utama Cemas, iri, takut tertinggal Damai, puas, bahagia sendiri
Sikap sosial Ingin selalu terlibat Memilih selektif dan sadar
Dampak pada mental Stres, burnout, tekanan sosial Tenang, self-care, produktif
Hubungan dengan media sosial Sangat aktif, takut tertinggal Bijak, kadang detox digital

Mana yang Lebih Baik?

FOMO wajar dialami siapa saja, apalagi di zaman media sosial yang terus membanjiri kita dengan "highlights" kehidupan orang lain. Namun jika tidak dikendalikan, FOMO bisa merusak kesehatan mental dan kualitas hidup.

Sementara itu, JOMO adalah respons positif yang membantu kita lebih fokus pada diri sendiri, menghargai waktu, dan menjalani hidup secara sadar. Artinya, JOMO adalah cara hidup yang lebih sehat secara emosional.

Tips Mengatasi FOMO dan Meningkatkan JOMO

- Kurangi waktu bermain media sosial

- Fokus pada apa yang kamu butuhkan, bukan yang tren

- Nikmati waktu sendiri tanpa rasa bersalah

- Latih rasa syukur setiap hari

- Buat batasan digital: notifikasi, screen time, dsb.

FOMO dan JOMO adalah dua sisi dari cara kita merespons dunia digital. FOMO membuat kita selalu ingin ikut-ikutan, sedangkan JOMO mengajarkan kita untuk menikmati momen dan menjadi diri sendiri. 

Editor : Baskoro Septiadi
#fomo #Gen Z #jomo