RADARSEMARANG.ID - Hiking atau melakukan pendakian di sebuah gunung perlu dilakukan persiapan yang matang baik itu persiapan fisik maupun mental.
Sehingga ketika berada di gunung dan menemui hal yang tidak terduga bisa siap untuk menghadapi dan melewati.
Selain itu, dari sisi logistik juga perlu disiapkan mulai dari makanan dan minuman. Terkadang para pendaki abai akan kebutuhan logistik yang tepat sehingga akan merugikan diri sendiri.
Khususnya makanan energi tambahan yang dapat digunakan saat melakukan pendakian agar tidak cepat lapar atau haus selama perjalanan.
1. Kacang-kacangan dan Biji-Bijian
Almond, kenari, kacang mete, dan biji chia memberikan lemak sehat dan protein yang membantu menjaga energi.
Selain itu oatmeal yang terbuat dari gandum juga cocok untuk menjadi makanan energi tambahan selama pendakian.
Untuk mengkonsumsi oatmel sendiri cukup simbel hanya perlu diseduh dengan air panas dan diamkan sejenak. Lalu juga bisa ditambahkan madu ataupun buah-buahan seperti pisang dan lainnya.
Dengan mengonsumsi 8 sendok makan oatmeal, akan mendapatkan kalori mencapai 240 kalori. Sehingga bisa memberikan tenaga yang cukup untuk para pendaki melakukan pendakian.
2. Bar Energi
Bar energi ini juga bisa dibawa sebagai makanan energi tambahan. Dimana bar energi ini bisasanya mengandung campuran karbohidrat, protein, dan lemak untuk energi cepat dan berkelanjutan.
3. Cokelat
Dark chocolate atau cokelat susu bisa memberikan energi cepat dan meningkatkan mood. Selain itu coklat juga mengandung 170 kalori yang bisa memulihkan tenaga.
Coklat ini biasanya banyak dibawa oleh para pendaki untuk cemilan saat melakukan perjalanan.
Rasanya yang manis karena mengandung gula, tentu membuat makanan ini menjadi salah satu sumber tenaga bagi para pendaki.
4. Buah Kering
Buah kering seperti kismis, aprikot kering, atau kurma adalah sumber karbohidrat yang mudah dibawa dan memberikan dorongan energi. Sehingga cocok untuk dibawa selama perjalanan pendakian di gunung.
5. Trail Mix
Trail mix ini merupakan campuran kacang, buah kering, dan sedikit cokelat atau biji-bijian, ideal untuk camilan cepat dan bergizi.
6. Sereal atau Granola
Bisa dikonsumsi dengan susu bubuk atau yogurt kering untuk energi tambahan. Terkadang sereal ini terbuat dari gandum yang dipadukan dengan susu dan coklat.
Cara mengkonsumsinya pun tidak sulit bahakan bisa dimakan selama pendakian berlangsung.
Sereal ini merupakan salah satu solusi ketika para pendaki merasa lapar karena praktis untuk dimakan.
7. Makanan Instan
Makanan instan ini meliputi mi instan, sup instan, atau makanan ringan lainnya yang mudah disiapkan saat beristirahat. Untuk para pendaki disarankan untuk membawa makanan instan yang sudah dikombinasikan dengan sayur jadi.
8. Jelly
Makanan ini memberikan dorongan energi cepat terutama selama aktivitas fisik intens. Bahkan untuk jelly sendiri sering dibawa para pendaki karena mengenyangkan.
9. Madu atau Selai Kacang
Madu bisa sebagai sumber energi cepat para pendaki. Terkadang mereka membawa madu dalam kemasan sachet kecil yang bisa dimasukkan ke kantong. Rasa manis yang dihasilkan dari madu ini menjadi salah satu sumber tenaga para pendaki.
Sedangkan selai kacang dapat memberikan protein dan lemak sehat. Kedua hal tersebut bisa menjadi cadangan energi ketika melakukan pendakian.
Selain beberapa makanan tambahan diatas, para pendaki juga harus memastikan untuk membawa cukup air atau minuman isotonik.
Sehingga dalam pendakian atau perjalanan akan terhindar dari dehidrasi dan menggantikan elektrolit yang hilang selama pendakian. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi