RADARSEMARANG.ID - Masih banyak orang yang menganggap bahwa tidur dengan durasi yang disarankan oleh para ahli yakni sekitar 7-8 jam merupakan langkah paling ampuh untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Namun, pada kenyataannya masih banyak orang yang tetap mengeluh masih mudah mengantuk, cepat lelah, hingga sulit untuk berfikir meski telah menerapkan tidur dengan durasi waktu yang cukup.
Hal tersebut terjadi karena tidur dengan durasi yang cukup merupakan salah satu faktor pendukung dari beberapa faktor lain untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik bagi tubuh.
Baca Juga: Ingin Tidur Pulas dan Berkualitas? Coba Terapkan 5 Tips Berikut Ini
Tubuh manusia memiliki struktur unik yang bukan hanya bekerja secara kaku melainkan tubuh juga banyak melakukan proses mekanisme kompleks yang terjadi di dalamnya sehingga dibutuhkan kepekaan untuk memahaminya.
Selain dari kuantitas tidur seperti lamanya durasi tidur yang dilakukan, terdapat beberapa hal yang bisa mengganggu kualitas tidur seseorang.
Sering Terbangun Di Tengah Malam
Seseorang biasanya akan terbangun di tengah tidurnya karena beberapa hal, misalnya karena mengalami mimpi buruk, tidur tidak nyenyak, ingin ke kamar mandi, haus dan lapar, ketindihan, maupun faktor penyebab lainnya.
Sering terbangun di tengah waktu tidur secara langsung juga dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang karena tubuh tidak dapat beristirahat dengan sempurna.
Jam Tidur Yang Berantakan
Masih banyak orang menerapkan durasi waktu tidur yang cukup tetapi kurang memperhatikan hal ini, yaitu waktu tidur yang berubah-ubah dan tidak konsisten di setiap harinya.
Stres Berkepanjangan
Baca Juga: Jangan Disepelekan! Ini 5 Tips Efektif Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital
Kegiatan yang dilakukan setiap orang di siang hari, seperti bekerja maupun aktivitas fisik lainnya dapat memberikan dampak bagi tubuh dan pikiran menjadi lelah sehingga terkadang timbul stres di malam harinya.
Ketika sedang stres, tubuh akan menjadi lebih tegang sehingga fungsi otak jadi sedikit berubah meski sedang tidur dan menyebabkan tidur tidak nyenyak.
Sering berfikir mengenai kesibukan pekerjaan maupun masalah lainnya sebelum tidur akan membuat otak tetap aktif dan tidak beristirahat dengan maksimal, sehingga meski durasi tidur cukup, seseorang akan terbangun dalam keadaan lelah.
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini 9 Tips untuk Remaja saat Memilih Skincare, Nomor 6 Wajib Diperhatikan
Pola Makan dan Aktivitas Fisik yang Kurang Baik
Sering telat makan dan gizi makan yang kurang seimbang serta tidak dibarengi dengan aktifitas fisik maupun olaharaga yang cukup akan menyebabkan tubuh tidak bugar sehingga cepat merasa ngantuk.
Makan makanan berat atau manis sebelum tidur akan menyebabkan gula darah naik dan turun drastis hingga menyebabkan lemas dan ngantuk.
Banyak Menghabiskan Waktu Bermain Gadget
Bermain gadget sebelum tidur dengan durasi yang cukup panjang akan mengganggu produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur seseorang.
Terlalu banyak rebahan, duduk seharian, kurang gerak, hidup sedenter, juga akan menyebabkan tubuh tidak fresh saat bangun tidur meskipun sudah menerapkan durasi tidur yang cukup.
Itulah beberapa faktor yang kurang diperhatikan namun sangat mempengaruhi kualitas tidur seseorang selain durasi yang cukup.
Apabila tidak merasa melakukan hal-hal di atas maupun mengalami apapun seperti yang sudah dijelaskan tetapi kualitas tidur masih terganggu, bisa dilakukan pemeriksaan secara langsung ke ahlinya agar tau bagaimana kondisi medis tubuh saat ini. (mg2/bas)
Editor : Baskoro Septiadi