RADARSEMARANG.ID - Melakukan aktivitas pendakian ataupun hiking di sebuah gunung menjadi salah satu pilihan untuk berwisata.
Selain itu, dalam pendakian wisatawan ataupun pendaki bisa merasakan suasana asri dan adem di alam serta mendapatkan pemandangan saat berada di puncak.
Namun terkadang wisatawan atau pendaki mengalami keadaan ataupun hal-hal yang menyulitkan saat melakukan pendakian. Salah satunya ketika mendapatkan kondisi ingin buang air besar (BAB).
Namun jika para pendaki ataupun wisatawan merasakan mulas dan ingin BAB saat berada di alam bebas atau saat mendaki gunung. Maka tidak perlu untuk menahan sampai turun menuju basecamp.
Berikut beberapa tips dan informasi jika ingin BAB di gunung atau di alam bebas dengan sopan, nyaman, dan aman.
1. Hindari Jalur Pendakian dan Lokasi Camping Ground
Hal ini adalah yang paling penting ketika para pendaki atau wisatawan ingin BAB di gunung atau alam liar.
Usahakan cari lokasi yang jauh jauh dari jalur pendakian atau lokasi camping ground. Setidaknya jarak aman dari area camping sekitar 30 meter.
Kemudian cari lokasi yang tersembunyi dan tertutup dari pandangan, misalnya seperti dibalik semak.
2. Pastikan Lokasi BAB Aman
Sebelum BAB, pastikan dulu lokasi yang akan digunakan aman dan nyaman. Misalnya jika memiliki lokasi di balik semak-semak pastikan tidak ada tumbuhan yang berduri ataupun tumbuhan yang bisa membuat kulit gatal.
Kemudian pastikan juga kondisi sekitar, jangan sampai lokasi BAB berada di jalur binatang.
Baca Juga: 8 Puncak di Pegunungan Muria yang Jarang Dijamah Pendaki, Puncak Terakhir Punya Jalur Naga
3. Buat Galian Untuk Menampung
Hal yang perlu dilakukan selanjutnya setelah mendapatkan lokasi yang aman yakni membuat sebuah galian. Dimana galian tersebut nantinya yang akan menampung limbah dari BAB.
Usahakan dalam membuat galian tersebut dengan kedelaman mencapai sekitar 10-15 sentimeter. Ukuran tersebut adalah standar aman untuk nmembuan limbah kotoran manusia.
4. Tutup Rapat Lubang yang Sudah Digali
Usahakan jika sudah selesai BAB, tutup kembali lubang yang sudah dibuat dengan menimbun dengan tanah atau ditimbun menggunakan dedaunan. Injak dengan kaki berulang kali agar lubang bisa tertutup dengan rapat.
5. Beri Tanda Lokasi BAB
Beri tanda lokasi yang dijadikan tempat BAB, agar nantinya tidak digunakan oleh pendaki atau wisatawan lainnya.
6. Jangan Menggunakan Tisu Basah
Selain membawa air untuk membersihkan, jangan membawa tisu basah karean nantinya tisu yang sudah dibuang tidak bisa terurai. Sebaiknya membawa tisu kering yang nanti bisa dibashi dengan menggunakan air.
7. Hindari Mencari Lokasi BAB Berdekatan dengan Sumber Air
Hindari area sumber air baik sumber air yang mengalir ataupun tidak mengalir. Karena sumber air di gunung menjadi kebutuhan yang paling penting.
8. Jangan Lupa Untuk Cuci Tangan
Yang terakhir jangan lupa untuk cuci tangan setelah melakukan BAB sehingga tidak ada bakteri dan kotoran yang masing menempel ditangan.
Jika beberapa hal tersebut dilakukan dengan benar dan sesuai dengan standar, maka limbah kotoran tidak akan berbau. Sehingga tidak mengganggu kondisi lingkungan sekitar. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi