Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Anggotanya Mayoritas Ibu-ibu, Komunitas Denok Street Jadi Wadah Ladies Bikers di Semarang Salurkan Hobi

Baskoro Septiadi • Senin, 27 Mei 2024 | 16:17 WIB

 

Istimewa.
Istimewa.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lazimnya, komunitas motor diisi oleh para pria, namun berbeda dengan komunitas Denok Street di Semarang.

Benar saja, komunitas motor Denok Street diisi oleh para ladies bikers. Anggotanya terdiri dari gadis hingga ibu-ibu, memberikan kesan unik pada komunitas satu ini.

Denok Street adalah komunitas motoran wanita pertama di Semarang, yang didirikan oleh Augustine Ayu sebagai founder dan ketua umum Denok Street.

Dicetuskan pada tanggal 14 Februari 2023, komunitas ini menarik banyak minat dan perhatian dari berbagai kalangan Perempuan di Semarang.

“Berawal itu ceritanya itu setahun ya, kita 14 Februari tahun lalu.  Jadi sebelum 14 Februari itu, saya kan punya follower komunitas motor cewek-cewek.  Kayak di Bandung, di Jogja gitu. Terus satu ketika saya bikin story. Wah, pengen nih motoran. Dasarnya saya seneng motor. Terus gayung bersambut,” tutur Augustine Ayu.

Melalui relasi baik dari lingkungan tetangga, rekan sekampus hingga banyaknya respon di Instagram pribadinya sekalipun, terkumpullah sudah menajdi 30 anggota Denok Street.

Komunitas Denok Street ini tidak memandang style motor tertentu sebagai standar kriteria kendaraannya. Mulai dari motor chopper, matic hingga vespa dapat ditemukan disini.

Mayoritas terdiri dari ibu-ibu dan juga berbagai latar belakang serta profesi, komunitas ini berfokus untuk mengubah pandangan masyrakat akan ibu-ibu motor di jalanan dan juga memperjuangkan hak wanita setelah banyaknya kasus pelecehan seksual terhadap wanita di jalanan.

“Untuk kegiatan touring itu terarkhir kita riding ke Bandungan. Mengingat mayoritasnya ibu-ibu, jadi kita bergerak saat event-event aja. Misalnya event Semarang Gas di Gedung DPRD tahun lalu. Nah itu kan kumpul semua tuh komunitas motoran di Semarang. Jadi tahun lalu itu totalnya ada 50 orang termasuk kita, Denok Street sebagai membernya. Jadi, keberadaan kita sudah diakui,” lanjut Lanjut Augustine Ayu.

Untuk identitas dari komunitas yang satu ini, tentunya juga berbeda dan unik dari komunitas motor pada umumnya.

“Komunitas itu kan pake face-nya hitam semua, face-letter semua, terus dengan logo patch masing-masing. Kita patch-nya jeans terus patch-nya gak hitam-hitam, tapi warna kuning sama pink. Sehingga memberikan kesan akan komunitas yang ceria dan selalu having fun," ucap Augustine Ayu. (mg7/mg9/bas) 

Editor : Baskoro Septiadi
#komunitas motor #ladies bikers #Denok Street