RADARSEMARANG.ID - Hobi mengoleksi tanaman hias, jika ditekuni ternyata bisa menghasilkan cuan. Seperti dilakoni Mustofa, warga Bojong Giyanti, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.
Ia gemar mengoleksi tanaman Anthurium alias kuping gajah. Salah satu kuping gajah ikoniknya, harganya mencapai Rp 50 juta.
Awalnya, Mustofa, 55, hanya sekedar hobi membudidayakan tanaman hias dengan memanfaatkan tanah pekarangan rumah.
Tujuannya tidak lain, agar rumahnya terlihat sejuk. Hobi mengoleksi tanaman itu, sudah ia tekuni sejak 1999 silam.
Setelah berhasil dibudidayakan dan dikembangbiakkan, terbanya banyak orang yang berminat untuk membelinya. Dari situlah, ia melihat tanaman hias miliknya memiliki prospek ekonomi.
“Awalnya saya keliling, cari tanaman hias. Lalu saya kembangbiakkan, ternyata banyak mau beli,” katanya.
Karena semakin banyak tanamannya dan semakin banyak yang membeli, ia akhirnya membuka usaha jual tanaman hias yang dinamai ‘JTS Subur’ yang kini justru menjadi lahan rezekinya.
Awal merintis usaha ini, ia menjual beberapa jenis tanaman hias untuk koleksi dan tanaman taman.
Awalnya tanaman hias yang dipilih merupakan tanaman hias jenis Aglonema dan beberapa jenis tanaman hias lainnya.
Namun kini sudah sudah banyak berbagai tanaman hias. Bahkan tempat usaha semakin luas.
Lalu lima tahun terakhir, ia berhasil mengembangkan tanaman kuping gajah. Bahkan, salah satu kuping gajah ikonik milik Mustofa adalah jenis Warocqueanum yang paling besar miliknya.
“Tanaman ini dulu saya Rp 18 juta. Namun, sekarang kalau dijual bisa di angka sekitar Rp 50 juta,” ujarnya.
Meskipun banyak usaha tanaman hias di sekitarnya, Mustofa mencoba mempertahankan eksistensi usahanya dengan selalu memperbarui jenis tanaman yang belum ada di tempat lain.
Yakni dengan cara melakukan kawin silang. “Saya cari keunikan dan kebaruan tanaman. Supaya lebih menarik,” ungkapnya.
Saat ini, koleksi yang dimiliki oleh Mustofa sendiri terbilang lumayan banyak. Dia memiliki dua greenhouse di rumahnya. Dan satu greenhouse miliknya terdapat ratusan tanaman kuping gajah. berbagai jenis Kuping gajah berjejer indah di etalase JTS Subur.
Di antaranya : crystallinum, Anthurium Bintang Kejora, Papila Minum, Red Crystal, dan Cardiac. Selain itu Forgetii, Fairy Purple, Luxuriant dari Ekuador, dan masih sebagainya,
Selain juga melakukan penyilangan terhadap tanaman kuping gajah miliknya. Bahkan beberapa sudah laku dijual Dengan mulai harga Rp 250 ribu-400 ribu.
“Dari hasil breeding saya sendiri ada laku sampai Rp 11 juta, ada juga yang paling mahal bisa ditaksir mencapai Rp 20 juta yakni jenis fairy purple,” akunya.
Ia mengatakan, belajar breeding kuping gajah ini secara otodidak. Yakni dari membaca buku, dan sharing dengan teman-teman sesama kolektor Kuping gajah.
Kuping gajah miliknya tidak hanya laku di Magelang saja, tapi sudah sampai Jawa Barat, dan sekitar Jawa Timur.
“Bahkan ada yang pesan dari Kalimantan dan Aceh. Bahkan luar negeri seperti USA, Vietnam, dan China. “Untuk pengiriman ke luar negeri, biasanya dibantu teman melalui ekspedisi,” ucapnya. (rfk/bud)
Editor : Baskoro Septiadi