RADARSEMARANG.ID, Semarang — Punggahan merupakan tradisi khas Jawa Tengah sebelum memasuki bulan suci Ramadan yang biasanya diisi dengan berkumpul bersama keluarga dan sahabat.
Salah satu hidangan yang cocok disajikan saat punggahan adalah sambal goreng kentang ati ampela pete.
Kombinasi kentang yang empuk, ati ampela yang gurih, dan bumbu yang meresap sempurna menjadikan menu ini favorit banyak orang.
Ingin tahu cara membuatnya agar hasilnya seenak sajian prasmanan.
Yuk, simak resep lengkapnya di bawah ini!
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
- 500 gram kentang (sudah dikupas dan dipotong dadu)
- 250 gram ati ampel (bisa menggunakan hati ayam saja jika diinginkan)
- 2 papan pete
- 7 buah cabai merah
- Cabai rawit secukupnya (dibiarkan utuh)
- 7 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 4 butir kemiri (disangrai)
- 1 sendok makan santan kental instan
- 2 lembar daun salam
- 1 ruas jari lengkuas (digeprak)
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh gula pasir
- 1 sendok teh penyedap rasa jamur
Langkah-Langkah Memasak Sambal Goreng Kentang Ati Ampela Pete
1. Didihkan air, lalu rebus ati ampela hingga empuk.
Setelah matang, angkat dan potong dadu.
Haluskan Bumbu
2. Ulek bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabai merah hingga halus.
Boleh juga menggunakan blender.
3. Panaskan minyak, lalu goreng kentang hingga matang dan empuk.
Angkat dan tiriskan.
4. Goreng potongan ati ampela sebentar hingga bagian luarnya kering. Angkat dan sisihkan.
5. Tumis bumbu halus hingga harum.
Masukkan daun salam dan lengkuas.
Tumis hingga benar-benar matang.
Tambahkan cabai rawit utuh dan cabai merah iris serong untuk variasi warna.
6. Tuangkan sedikit air, tambahkan garam, gula, dan penyedap rasa.
Masukkan santan kental, lalu aduk rata dan masak hingga air menyusut. Koreksi rasa jika perlu.
7. Masukkan ati ampela, kentang goreng, dan pete.
Aduk rata hingga bumbu meresap sempurna.
8. Setelah matang dan bumbu meresap, sambal goreng kentang ati ampela pete siap disajikan.
Resep ini sangat cocok dijadikan lauk pendamping nasi putih hangat.
Dijamin nanduk-nanduk makannya. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi