RADARSEMARANG.ID, Magelang - Ingin makan gudeg tak harus jauh-jauh ke Jogja. Makanan berbahan dasar nangka muda ini, juga bisa ditemukan di Magelang. Salah satunya Gudeg Poncol yang terkenal di kalangan pecinta kuliner.
Gudeg Poncol berlokasi di Jalan A. Yani, Poncol Kota Magelang. Dekat dengan Alun-alun. Warung gudeg ini pertama kali dibuka pada 2002 oleh Ny. Widodo menggunakan tenda. Semula berada di Jalan Pahlawan lalu pindah ke Jalan A Yani, Poncol pada 2014, lokasi saat ini.
Nama Poncol sendiri diambil dari nama kampung tersebut. Pelanggannya dari dalam maupun luar kota.
Pemilik Gudeg Poncol, Kurniawati atau yang akrab disapa Nia menceritakan usahanya merupakan warisan orang tuanya.
Ayahnya sopir dan ibunya, seorang ibu rumah tangga yang pandai memasak. Dengan kepandaian itu, ia mencoba membuka usaha warung makan.
“Saya dua bersaudara. Punya pemikiran orang tua tidak hanya menjadi sopir saja. Mama coba-coba membuat gudeg, akhirnya berhasil,” akunya.
Perempuan berusia 33 tahun ini, menuturkan usaha ini didirikan orang tuanya untuk mempersiapkan ia dan saudaranya yang akan masuk kuliah.
Setelah selesai kuliah, dan sempat menjadi bidan selama 5 tahun Nia diminta meneruskan usaha gudeg.
Meski sudah berdiri puluhan tahun dan turun ke generasi ke dua, cita rasa gudeg masih sama seperti dulu. Nia selalu mempertahankan resep dari ibunya. Hanya saja berubah menjadi lebih modern. Seperti melayani pengiriman keluar kota.
“Dulu saat dipegang orang tua semua serba konvensional. Lalu saya ditarik ke Magelang untuk mengembangkan bisnis ini. Jadi ada beberapa perubahan cara penanganan yang lebih ke arah modern. Termasuk pengiriman keluar kota,” imbuhnya.
Gudeg Poncol berbeda dengan gudeg lainnya. Gudeg ini basah dan tidak terlalu manis. Berbeda dengan gudeg Jogja yang kebanyakan kering dan manis.
Banyak pendatang dari luar kota yang mengunjungi dan mencoba karena cocok di lidah mereka.
Selain itu, Gudeg Poncol tanpa menggunakan pengawet dan bisa bertahan selama 12 jam. Bisa bertahan lama karena benar -benar terjaga kualitas dan kebersihannya.
“Bisa tahan 12 jam. Bahkan orang Jakarta kadang nekat bawa sampai tengah malam dan tidak basi,” katanya.
Harganya terjangkau. Menu best seller-nya adalah gudeg telur dan gudeg krecek. Dalam sehari bisa menjual kurang lebih 100 porsi untuk gudeg telur.
Beberapa tokoh terkenal juga pernah mencicip gudeg ini. Seperti Roy Kiyoshi dan Arto Biantoro. “Roy Kiyoshi setahun sekali pesan dikirim ke Jakarta. Kemudian dibagikan untuk artis seperti Krisdayanti, Rossa, dan Syahrini,” ceritanya. (mg22/mg25/lis)
Editor : Baskoro Septiadi