Menggali Jati Diri Sunan Kudus: UMK Menegaskan Kajian Unggulan Berbasis Kearifan Lokal

H. Arif Riyanto • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:28 WIB
Pusat Kajian Kearifan Lokal Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar FGD untuk merekonstruksi sejarah Sunan Kudus secara ilmiah.
Pusat Kajian Kearifan Lokal Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar FGD untuk merekonstruksi sejarah Sunan Kudus secara ilmiah. 

RADARSEMARANG.ID, Kudus—Pusat Kajian Kearifan Lokal Pascasarjana UMK menggelar FGD untuk merekonstruksi sejarah Sunan Kudus secara ilmiah.

Pembahasan studi budaya lokal ini menegaskan bahwa sebagai intitusi akademik yang terdapat di wilayah pantura timur Jawa Tengah.

Silsilah secara khusus selama ini sosok Sunan Kudus lebih banyak dikenal masyarakat melalui cerita tutur yang diwariskan turun-temurun.

Untuk menelusuri sosok sang wali secara ilmiah, Pusat Kajian Kearifan Lokal Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sunan Kudus: Jati Diri Sang Wali" di Gedung Rektorat Lantai 4 UMK, Selasa (29/9/2026).

FGD ini dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Endang Dewi Murrinie, M.P.

Hadir pula Wakil Rektor IV UMK Prof. Dr. Drs. Achmad Hilal Madjdi, M.Pd., para ketua program studi jenjang S1, S2, dan S3, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UMK.

Direktur Program Pascasarjana UMK, Prof. Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd., menjelaskan, Pusat Kajian Kearifan Lokal merupakan salah satu program UMK untuk mendukung visi dan misi universitas.

Diskusi dipandu Dr. Drs. Moh. Kanzunnudin, M.Pd. menghadirkan peneliti sejarah dan budaya Islam Moh. Aslim Akmal, M.Pd.I dan dosen Universitas Diponegoro Dr. Rabith Jihan Amaruli, S.S., M.Hum.
Diskusi dipandu Dr. Drs. Moh. Kanzunnudin, M.Pd. menghadirkan peneliti sejarah dan budaya Islam Moh. Aslim Akmal, M.Pd.I dan dosen Universitas Diponegoro Dr. Rabith Jihan Amaruli, S.S., M.Hum.
Menurutnya, kajian tentang Sunan Kudus menjadi langkah awal program unggulan pusat kajian tersebut.

"Tujuannya adalah memperdalam nilai-nilai ajaran Sunan Kudus agar menjadi paradigma yang mendunia. Ini sejalan dengan visi Pascasarjana UMK yang unggul, inovatif, dan berbasis kearifan lokal dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global," ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Drs. Moh. Kanzunnudin, M.Pd. ini menghadirkan dua narasumber.

Narasumber pertama, peneliti sejarah dan budaya Islam Moh. Aslim Akmal, M.Pd.I., menyoroti kuatnya citra Sunan Kudus sebagai tokoh folklor di tengah masyarakat.

Menurut Aslim, cerita-cerita yang beredar selama ini umumnya belum disusun berdasarkan kaidah ilmiah.

Karena itu, perlu penggalian data empiris dan penelusuran literatur yang lebih mendalam.

Direktur Program Pascasarjana UMK, Prof. Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd., bersama narasumber peneliti sejarah dan budaya Islam Moh. Aslim Akmal, M.Pd.I dan dosen Universitas Diponegoro Dr. Rabith Jihan Amaruli, S.S., M.Hum.
Direktur Program Pascasarjana UMK, Prof. Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd., bersama narasumber peneliti sejarah dan budaya Islam Moh. Aslim Akmal, M.Pd.I dan dosen Universitas Diponegoro Dr. Rabith Jihan Amaruli, S.S., M.Hum.
 
"Kita perlu melakukan rekonstruksi sejarah yang baru untuk meluruskan dan memastikan kevalidannya secara ilmiah," tegasnya.

Narasumber kedua, dosen Universitas Diponegoro Dr. Rabith Jihan Amaruli, S.S., M.Hum., mengulas sejarah, peninggalan, filosofi, serta nilai toleransi dan kewirausahaan yang diwariskan Sunan Kudus.

Rabith mengungkapkan, silsilah Sunan Kudus memiliki beberapa versi, yang tidak lepas dari dinamika politik pada masa lalu.

Ia juga menyinggung identitas Kudus yang dikenal luas sebagai kota santri sekaligus kota dagang.

Menurutnya, nilai-nilai budaya Kudus erat kaitannya dengan semangat toleransi yang tumbuh di tengah interaksi berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok santri, abangan, dan priyayi.

Warisan inilah yang dinilai relevan untuk terus dikaji dan dikembangkan dalam konteks kekinian.

FGD ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi riset-riset lanjutan tentang Sunan Kudus, sekaligus menegaskan peran UMK sebagai pusat pengembangan kajian kearifan lokal yang mampu berbicara di tingkat global. (aro)

Editor : H. Arif Riyanto
Kajian Unggulan universitas muria kudus sunan kudus Pascasarjana UMK umk