MPD UMK dan PENDAS UNESA Perkuat Mutu Program Studi melalui Benchmarking Program Akademik UNGGUL

RADARSEMARANG.ID, Surabaya– Program Studi Magister Pendidikan Dasar (MPD) Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) terus memperkuat kualitas akademik dan tata kelola program studi melalui kegiatan benchmarking ke Program Studi S2 Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Kegiatan yang digelar di Gedung FIP UNESA, Rabu (9/9/2026) tersebut, menjadi bagian dari agenda berkelanjutan MPD UMK dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu program studi yang telah memperoleh akreditasi UNGGUL.
Pertemuan dilaksanakan secara tatap muka dan dihadiri pimpinan program studi serta dosen dari kedua perguruan tinggi.
Ketua Program Studi S2 Pendidikan Dasar UNESA Neni Mariana, S.Pd., M.Sc., Ph.D., menyampaikan, pengembangan Program S2 Pendidikan Dasar UNESA dilakukan dengan memperhatikan dinamika keilmuan, kebijakan pendidikan tinggi, serta kesepakatan akademik yang berkembang melalui Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (HDPGSDI) dan asosiasi program studi terkait.

Menurutnya, jejaring asosiasi memiliki peran penting dalam menjaga relevansi kurikulum, profil lulusan, kompetensi akademik, dan pengembangan program studi agar tetap responsif terhadap perubahan pendidikan.
Dalam sesi diskusi akademik, dosen senior S2 Pendidikan Dasar UNESA Prof. Dr. Suryanti, M.Pd., menjelaskan sejumlah program yang berkembang di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA, seperti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Berbagai program tersebut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang semakin fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, serta prinsip pembelajaran sepanjang hayat,” kata Prof. Dr. Suryanti, M.Pd.
Selain itu, lanjut dia, Program S2 Pendidikan Dasar UNESA juga mengembangkan berbagai program unggulan, meliputi strategi penerimaan mahasiswa baru, pengembangan mata kuliah unggulan, kerja sama internasional, publikasi ilmiah, serta penerapan Outcome-Based Education (OBE) dalam pengembangan kurikulum.
Implementasi OBE menjadi salah satu fokus diskusi karena pendekatan tersebut menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai orientasi utama.
“Kurikulum tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi diarahkan pada kompetensi nyata yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses Pendidikan,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




