RADARSEMARANG.ID, Kudus– Universitas Muria Kudus (UMK) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Kudus.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Guru Kelas Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Dawe dalam penyelenggaraan pelatihan “7 Jurus BK Hebat” yang berlangsung di Gedung J Lantai 5 UMK, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang diikuti perwakilan guru dari 59 Sekolah Dasar se-Kecamatan Dawe tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam meningkatkan kompetensi pendidik.
Melalui forum ini, para peserta memperoleh penguatan keterampilan di bidang bimbingan dan konseling sebagai bekal untuk memberikan pendampingan yang lebih tepat kepada peserta didik.
Ketua Program Studi S2 Magister Pendidikan Dasar UMK Dr. Nur Fajrie, M.Pd. mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
"Kemajuan pendidikan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas guru agar peningkatan kompetensi pendidik dapat berjalan seiring dengan perkembangan kebutuhan pembelajaran," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, kemitraan dengan KKG Dawe merupakan salah satu bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Selain menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman, kolaborasi semacam ini juga membuka peluang lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang berangkat dari kebutuhan nyata di sekolah.
Selama ini, lanjut dia, berbagai kegiatan peningkatan kapasitas guru yang difasilitasi UMK menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di kalangan pendidik.
“Pengalaman tersebut sekaligus memperkaya pengembangan akademik di lingkungan kampus, sehingga terjalin hubungan yang saling menguatkan antara teori, penelitian, dan praktik pendidikan di lapangan,” bebernya.
Semangat tersebut juga menjadi salah satu karakter yang terus dikembangkan di lingkungan Program Studi S2 Magister Pendidikan Dasar UMK, yaitu membangun budaya akademik yang dekat dengan kebutuhan sekolah serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang aplikatif.
Karena itu, berbagai bentuk kolaborasi dengan guru dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi.
Ketua KKG Guru Kelas Korwilcam Dawe Syaefudin, S.Pd., M.Pd. mengapresiasi komitmen UMK dalam mendukung peningkatan kompetensi guru melalui penyelenggaraan pelatihan tersebut.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Muria Kudus, khususnya Program Studi S2 Magister Pendidikan Dasar, atas dukungan dan komitmennya dalam memfasilitasi kegiatan ini. Sinergi seperti inilah yang kami harapkan terus berkembang sehingga guru memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan kompetensinya secara berkelanjutan," katanya.
Pelatihan menghadirkan narasumber yang telah mengikuti pelatihan bimbingan dan konseling dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah.
Materi yang disampaikan tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memberikan pendekatan praktis yang dapat diterapkan dalam mendampingi perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik.
Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Dawe Susanti, S.Pd., M.Pd. yang hadir bersama jajaran pengawas sekolah dasar berharap kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas guru terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
“Kolaborasi antara UMK dan KKG Dawe menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan ruang belajar yang dibangun secara bersama. Ketika perguruan tinggi membuka diri terhadap kebutuhan sekolah, sementara komunitas guru aktif mengembangkan kompetensinya, maka akan lahir ekosistem pendidikan yang saling menguatkan,” jelasnya.
Ia berharap sinergi tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak peningkatan mutu pendidikan dasar, tidak hanya di Kecamatan Dawe, tetapi juga di Kabupaten Kudus secara lebih luas. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto