RADARSEMARANG.ID, Di tengah banyaknya metode belajar Al-Qur’an di Indonesia, Metode Yanbu’a semakin populer, terutama di kalangan pesantren tahfidz dan orang tua yang menginginkan bacaan standar internasional sejak dini.
Metode ini menjadi andalan Pondok Pesantren Darul Ishlah dan banyak lembaga lain yang ingin santri langsung terbiasa dengan mushaf asli.
Lantas, apa itu Metode Yanbu’a, bagaimana sejarahnya, dan apa yang membedakannya dari Iqro’, Qiro’ati, Ummi, atau Baghdadiyah?
Baca Juga: Belajar Asyik Membaca Aksara Jawa dengan Metode Iqro’
Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian dan Asal-Usul Metode Yanbu’a
Metode Yanbu’a berasal dari dua kata: “Metode” (cara sistematis mencapai tujuan) dan “Yanbu’a” yang berarti Sumber Al-Qur’an.
Nama ini diambil dari Pondok Pesantren Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus, Jawa Tengah.
Baca Juga: 10 Metode Belajar Al-Quran Paling Populer di Indonesia, Pilih yang Sesuai Gaya Belajarmu
Metode ini merupakan teknik membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an yang menyelaraskan berbagai metode existing seperti Iqro’, Qiro’ati, Ummi, Baghdadiyah, dan lainnya.
Tujuannya adalah menciptakan bacaan yang cepat, tepat, lancar, dan sesuai kaidah sejak awal pembelajaran.
Metode Yanbu’a disusun oleh para pengasuh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus, di antaranya:
- KH. M. Ulil Albab Arwani
- KH. M. Ulin Nuha Arwani
- KH. M. Manshur Maskan
Kitab Yanbu’a lahir dari usulan para alumni pesantren cabang Kudus dan Jepara, serta permintaan masyarakat dan lembaga pendidikan Ma’arif dan Muslimat.
Awalnya pengasuh ragu, namun akhirnya menyusun kitab ini dengan harapan menjaga keseragaman bacaan Al-Qur’an.
Kitab tersebut memuat Thoriqoh (cara) baca-tulis dan menghafal Al-Qur’an.
Baca Juga: IDAI Beri Panduan Penanganan Keracunan MBG, Simak Mengenali Ciri Makanan Basi
Ciri-Ciri Utama Metode Yanbu’a
Metode Yanbu’a memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakannya:
- Tanpa Mengeja (Direct Reading)
Santri langsung diajarkan membaca sejak awal tanpa mengeja huruf per huruf. Tujuannya membiasakan bacaan cepat, tepat, dan lancar.
- Berbasis Rasm Utsmani
Menggunakan tulisan mushaf standar yang dipakai di negara-negara Arab dan dunia Islam. Santri sejak dini terbiasa melihat dan membaca mushaf asli, bukan mushaf Indonesia biasa.
- Fokus Kuat pada Makharijul Huruf
Sangat memperhatikan tempat keluarnya huruf (makhroj), gerakan mulut, bibir, lidah, dan sifat huruf. Ini menghasilkan bacaan yang fasih dan sesuai tajwid.
- Terintegrasi Baca-Tulis-Hafal
Tidak hanya membaca, tapi juga menulis (tahajji) dan menghafal sejak awal.
Struktur Pembelajaran Metode Yanbu’a (7 Jilid)
Metode Yanbu’a terdiri dari 7 jilid yang disusun bertahap sesuai kemampuan peserta didik:
- Jilid 1–5: Fokus utama pada belajar membaca dan tahsin (penyempurnaan bacaan). Materi disesuaikan agar santri bisa membaca dengan lancar dan benar.
- Jilid 6–7: Materi lanjutan berupa Gharib (kata-kata sulit) dan tajwid mendalam.
Setiap jilid memiliki materi pembelajaran tersendiri yang sudah disesuaikan tingkat kesulitannya.
Pembelajaran didukung dengan:
- Lembar peraga visual
- Panduan menulis (tahajji)
- Hafalan surat-surat pendek dan doa harian
Baca Juga: Universitas Muria Kudus Mantapkan Kearifan Lokal sebagai Identitas dan Keunggulan Institusi
Keunggulan Metode Yanbu’a
- Cepat dan Efektif — Cocok untuk santri yang ingin cepat lancar membaca Al-Qur’an dengan standar tinggi.
- Standar Internasional — Karena pakai Rasm Utsmani, lulusan Yanbu’a mudah beradaptasi dengan mushaf di luar negeri.
- Menyelaraskan Metode Lama — Mengambil kelebihan dari Iqro’ (langsung baca), Qiro’ati (talaqqi), dan metode klasik lainnya.
- Fokus Sanad dan Keaslian — Sebagai metode dari pesantren tahfidz ternama, penekanan pada bacaan yang benar dan terjaga sanadnya.
- Holistik — Menggabungkan baca, tulis, hafal, dan pemahaman dasar tajwid dalam satu paket.
Mengapa Banyak Pesantren Memilih Yanbu’a?
Karena metode ini menjawab kebutuhan zaman: santri tidak hanya bisa membaca, tapi juga menulis dengan benar, hafal dengan cepat, dan terbiasa dengan mushaf standar dunia.
Cocok untuk Pondok Pesantren Darul Ishlah dan lembaga lain yang ingin menghasilkan generasi Qur’ani yang berkualitas internasional.
Metode Yanbu’a membuktikan bahwa belajar Al-Qur’an bisa sekaligus cepat, menyenangkan, dan sesuai sunnah dengan standar tinggi.
Bagi orang tua atau calon santri yang ingin bacaan anak langsung standar Utsmani dan makhroj kuat, metode ini sangat direkomendasikan. (tas)
Editor : Tasropi