RADARSEMARANG.ID – Menanti datangnya bulan suci Ramdan 2025, banyak warga yang berbondong-bondong untuk menyiapkan moment setahun sekali tersebut.
Bahkan, ada yang ingin mendapatkan pahala yang lebih agar nanti jika meninggal sewaktu-waktu bisa masuk surga selamat dari neraka.
Maka, kaum muslim perlu mengingat Kembali bacaan atau doa-doa yang dapat di panjatkan selama bulan suci Ramadan, salah satunya niat doa puasa Ramadan.
Berikut bacaan doanya secara lengkap:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ آدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat puasa besok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadan tahun ini karena Allah SWT."
Tidak hanya mulai menghafal doa niat puasa Ramadan, seorang muslim juga perlu untuk mengingat kembali doa berbuka puasa. Terdapat berbagai versi doa buka puasa yang bisa diamalkan.
Salah satunya adalah sebuah doa yang sudah diajarkan sejak kita masih kecil.
Berikut bacaan doa berbuka puasa:
اللهمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allaahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'alaa rizqika athortu bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu-lah aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih."
Namun demikian, doa yang telah dipaparkan sebelumnya redaksinya berasal dari para ulama. Sebaliknya, ada sebuah doa yang biasanya dilantunkan oleh Rasulullah SAW.
Seperti diungkap dalam buku 'Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian' karya Mahmud Asy-Syafrowi, terdapat sebuah riwayat yang menjelaskan tentang doa buka puasa yang kerap dilantunkan Rasulullah SAW.
Riwayat tersebut berasal dari Ibnu Umar r.a. yang menyampaikan Rasulullah SAW biasanya melantunkan doa sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
"Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-allah taala."
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala" (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan Nasa'i. Daruquthni menyampaikan bahwa hadits ini isnad-nya shahih).
Semoga kita bisa bertemu bulan suci Ramadan 2025 dan dapat mendapatkan pahala.(dka)
Editor : Tasropi