Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin

Falakhudin • Minggu, 1 September 2024 | 15:07 WIB
Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha Al Munawwar  bersama dengan ketiga anaknya.
Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha Al Munawwar bersama dengan ketiga anaknya.

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Sejarah Singkat Majelis Al Muqorrobin diawali dari semangat Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar pada akhir tahun 1989 untuk merintis pergerakan sosial keagamaan di Kabupaten Kendal.

Beliau mulai merintis penyusunan Al Adzkarwas Sholawat dengan nama Sholawat Asy-Syifa’ yang tersusun dari Rotibul Haddad dan Rotib al’Athos serta kumpulan-kumpulan sholawat yang sekarang diberi nama Rotibul Muqorrobin. 

Pembacaan Sholawat menjadi kegiatan rutin setiap selapan sekali tepatnya di kediaman beliau yang beralamatkan di Jalan Johar Pengulon Kendal. 

 Baca Juga: Jadwal Pengajian KH Anwar Zahid Bulan September 2024, Yuk Cek di Sini

Dilaksanakan pada Ahad Wage setiap bulannya, dimulai pukul 08.30 WIB-selesai.

Al-Adzkar was Sholawat berkembang maju dengan jumlah jamaah yang terus meningkat.

Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha Al Munawwar semakin bersemangat dalam berdakwah, perjuangan beliau dilanjutkan dengan mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Al-Asyimmi dengan kitab panduan Qiraati. 

Kecintaan Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar terhadap Baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam diaplikasikan beliau dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu.

Kegiatan ini diberi nama oleh Habib Masyhur dengan Majelis Yatamma, secara rutin dilaksanakan setiap tahun tepatnya pada tanggal 10 Muharram.

Badan tersebut bertujuan menggalang dan menggelola santunan yang telah diberikan maupun didapatkan dari jamaah dan masyarakat umum, kemudian diaplikasikan untuk membantu anak yatim piatu guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dakwah beliau tidak hanya itu, pada tahun 1990 Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar bersama putra-putranya mulai merintis jamaah Al Muqorrobin dengan cara mengumpulkan para Hafidz dan  Hafidzah di daerah kabupaten Kendal.

Seminggu sekali mereka bertatap muka dalam Majelis untuk tadarus bersama dan terbentuklah jamaah Hafidz Al Muqorrobin.

 Di tahun-tahun berikutnya Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar mengadakan Isthigosah dengan nama As Syifa.

Tempat pelaksanaan kegiatan ini berpindah antara desa satu ke desa lainnya di Kabupaten Kendal.

Kemudian berlanjut dengan Jam’iyah Maulid Al Muqorrobin yang di selenggarakan di kediaman beliau Jalan Johar, Pengulon Kendal setiap Minggu Wage di setiap bulannya.

Pada tanggal 16 Dzulqo’dah 1426 H Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar wafat dan dikebumikan di Desa Sijeruk Kecamatan Kota Kendal Jawa Tengah.

 Baca Juga: Sejarah dan Tradisi Rebo Wekasan, Rabu Terakhir di bulan Safar

Baca Juga: Ini Dia Amalan Penolak 320.000 Bala Atau Bencana yang Bisa Dilakukan saat Rabu Wekasan, Rabu Terakhir di Bulan Safar Eman Kalau Dilewatkan

Akan tetapi, dakwah yang beliau rintis dan perjuangkan tidak berhenti begitu saja.

Perjuangan dakwah beliau dilanjutkan oleh ketiga putranya, yaitu :

 1. Habib Abdullah Farid bin Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar (Domisili di Jambon, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang).

 2. Habib Fauzi Rizal bin Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar (Domisili di Kabupaten Kendal).

 3. Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar (Domisili di Kabupaten Kendal).

Selain ketiga putra beliau yang melanjutkan perjuangan dakwah beliau.

Habib Abdul Hadi bin Zain Baraqbah, tidak lain adalah menantu Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar juga melanjutkan perjuangan Abah dikota Tegal. 

Dimana Habib Hadi bin Zaid Baraqbah berdomisili. 

 Baca Juga: Rabu Terakhir di bulan Safar, Ini Sejarah dan Tradisi yang Biasa Dilakukan saat Rabu Wekasan

Putra Al Habib Masyhur bin Thoha al Munawwar yang berdomisili di Kabupaten Kendal, yaitu Habib Fauzi Rizal dan Habib Muhammad Firdaus melanjutkan dan mengembangkan dakwah yang telah dirintis oleh Al Habib Masyhur.

Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar membimbing langsung Majelis Maulid Al Muqorrobin.

Ikhtiar do’a dan usaha berdakwah bersama Majelis Maulid Al Muqorrobin dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu desa ke desa yang lain, bahkan dari satu kota ke kota lainnya.

Rasa Mahabbah kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang begitu besar membuat Habib Muhammad Firdaus mengadakan agenda rutin setiap minggunya di kediaman beliau.

Yang Beralamatkan di Jalan  Soekarno Hatta No. 113 Kendal, untuk pembacaan kitab Simthud Duror Karya Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi.

Sepeninggalan Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar, putra-putra beliau berinisiatif untuk mengadakan Safari Maulid ke beberapa daerah.

 Baca Juga: Mengenal Sosok Habib Husein Mutahar, Pengarang lagu 17 Agustus 45 Hari Merdeka Sekaligus Pendiri Paskibraka 

Pandangan masyarakat sekitar tahun 2005, bahwasannya mengadakan pengajian itu membutuhkan biaya yang mahal. 

Dari pandangan masyarakat tersebutHabib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar dan Habib Fauzi Rizal bin Masyhur Al Munawwar berinisiatif untuk mengadakan pengajian gratis, dengan membawa MMT, sound system sendiri serta meminta bantuan Kepolisian Kendal untuk pengawalan.

Kemudian, masyarakat hanya menyediakan tempat untuk pembacaan Maulid. 

Seiring berjalannya waktu kegiatan berdakwahHabib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar semakin berkembang pesat, pembacaan Maulid yang dipimpin oleh beliau tidak hanya dalam kegiatan rutin jamaah Al-Muqorrobin saja.

Bahkan Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar diundang untuk memimpin secara langsung pembacaan Maulid dalam berbagai acara seperti acara harlah, walimatun khitan, walimatun ursy ataupun kegiatan lainnya.

Undangan yang datang tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Kendal saja.

Akan tetapi, undangan tersebut banyak yang datang dari luar kota di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Barat.

 Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Begini Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

Selain itu, undangan yang datang juga dari luar pulau seperti Kalimantan, bahkan pengajian sampai mancanegara atau sampai luar negeri.

Yaitu Hongkong, Taiwan dan Singapura. DakwahHabib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar diiringi oleh tim Hadroh  yang diberi nama Majelis Al Muqorrobin dan  tim hadroh.

Pada tahun 2005 terdapat 8 tempat sebagai pembacaan rutin Maulid di beberapa desa daerah Kabupaten Kendal.

Selanjutnya, tahun 2006 terdapat 26 tempat yang bersedia menjadi tempat rutinan pembacaan Maulid. 

Pada awal tahun 2007 inilah yang menjadi titik awal Safari Maulid yang hingga saat ini dilaksanakan setiap tahunnya.

Mulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sebagai pembukaannya dan bulan Jumadil Akhir dilaksanakan penutupan safari Maulid.

 Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 4 bulan atau sekitar 130 hari.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir jamaah Majelis Al Muqorrobin mengalami kemajuan yang signifikan.

Tidak hanya para orang tua yang ikut dalam pembacaan Maulid ini. 

Akan tetapi, para pemuda dan anak-anak mulai bersemangat untuk mengikuti pembacaan Maulid.

Jamaah Al Muqorrobin pada awalnya di dominasi para orang tua dan lanjut usia.

Dimana mereka mendatangi setiap majelis sholawat yang dilaksanakan baik bergilir dari satu rumah ke rumah lainnya ataupun dalam kegiatan rutinnya.

Sedangkan untuk para pemuda dan pemudi kurang tertarik untuk mengikuti kegiatan tertersebut.l

 Baca Juga: Unik! Intip Keseruan Lomba Agustusan Wakul Gantung hingga Pasang Jilbab Segiempat Bapak-bapak di Sarowo Ungaran Timur

Awalnya dalam pembacaan Kitab Maulid Simtuddurror para jamaah sangat khusyu’ bahkan terkadang sampai meneteskan air mata. 

Jamaah meresapi dan memahami arti dalam pembacaan Maulid Simtuddurror tersebut.

Selain itu, bahasa dalam sholawat masih menggunakan nada yang halus dan terkesan lebih ke gending jawa, sehingga jamaah yang notabennya orang tua dan lanjut usia sangat menyukai sholawat dan pembacaan Maulid Simtuddurror.

Seiring berjalannya waktu Habib Muhammad Firdaus Al Munawwar melakukan inovasi dalam dakwahnya yang berupa pembacaan kitab Maulid Simtuddurror  diiringi oleh sholawat dan Mauidhoh Khasanah.

 Baca Juga: Dahsyat! Inilah 6 Amalan di Bulan Safar Jangan Sampai Dilewatkan.

Inovasi yang beliau lakukan berupa menambahkan parabahasa (intonasi, kecepatan, tinggi rendah suara, tekanan dan genre (musik) dan gerakan tangan dengan tujuan agar dakwah yang dilakukan tidak monoton dan jamaah tidak merasa bosan.

Selain itu, parabahasa dan gerakan tangan dalam dakwah Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar untuk menarik dan mengajak para pemuda untuk menghadiri majelis yang bermanfaat

Tujuan lainnya menjauhkan pula para pemuda dari hal yang negatif karena pesatnya perkembangan zaman. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar #Maulid Simtuddurror #hafidzah #Sholawat #Mancanegara #Majelis Al Muqorrobin #Maulid #Habib Fauzi Rizal bin Masyhur Al Munawwar #hafidz #Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha Al Munawwar