RADARSEMARANG.ID - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ini tak henti-hentinya jadi bahan omongan publik.
Di media sosial, pernyataan Menkes Budi Gunadi dinilai memicu kontroversi dan terpantau sering bikin warganet naik pitam.
Belum lama ini, publik juga dihebohkan dengan kemunculan petisi desakan mundur Menkes Budi Gunadi dari jabatannya.
Meski demikian, pernyataan Budi Gunadi seolah tak pernah lepas dari sorotan. Mulai dari pemilihan ukuran celana jeans hingga gaji Rp5 juta.
Lantas, apa saja kontroversi pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang bikin heboh dan membuat gaduh masyarakat digital alias warganet? Berikut deretannya:
Deretan Kontroversi Ucapan Menkes Budi Gunadi Sadikin
1. Ukuran Celana Jeans dan Risiko Kematian
Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pria dengan ukuran celana jeans 33-34 inci ke atas berisiko lebih cepat "menghadap Allah" (meninggal dunia) karena lemak visceral akibat obesitas.
Warganet menganggap pernyataan ini sensitif dan tidak sesuai dengan tugas Menkes untuk mempromosikan kesehatan.
Banyak yang mengecam gaya komunikasinya, dengan bermacam komentar kritis,terutama di platform X.
“Ini menteri tidak layak jadi menteri. Sikap, tata cara, dan komunikasi seorang menteri tidak sama dengan seorang Kepala Unit,” tulis @hadiw***0.
Ada pula yang menyindir bahwa fokusnya seharusnya pada solusi kesehatan, bukan prediksi kematian.
2. Dokter Umum Dilatih Operasi Caesar
Budi mengusulkan regulasi agar dokter umum dilatih untuk melakukan operasi caesar, terutama di daerah terpencil, guna meningkatkan pelayanan kesehatan.
Usulan ini lebih banyak memicu kontra dari kalangan medis karena dianggap berisiko dan tidak mempertimbangkan kompetensi dokter umum.
Bahkan, warganet menilai pernyataan ini meremehkan kompleksitas operasi caesar dan mengabaikan keselamatan pasien.
Seorang warganet mengatakan, “Buat apa ada PPDS kalau dokter umum bisa jadi dokter bedah? Apa nggak sekalian aja anak yang baru lulus SMA bisa langsung jadi dokter?”.
“Menkes berbasis cuan sih ini. Nggak mikirin keselamatan,” tulis warganet lainnya.
3. Stetoskop Tidak Ilmiah
Pada 2024, Budi menyatakan bahwa stetoskop tidak ilmiah untuk deteksi penyakit, dan memicu protes keras dari dokter.
Terutama di daerah terpencil yang bergantung pada alat ini karena keterbatasan teknologi seperti echocardiography.
Pernyataan ini, menurut sejumlah dokter Indonesia, dianggap meremehkan peran stetoskop dan memicu sejumlah anggapan.
Salah satunya adalah Kemenkes dianggap mengancam dokter yang mengkritik secara terbuka.
Hal tersebut terlihat membuat kemarahan masyarakat jagat maya netizen tak dapat dielakkan.
4. Kolegium Dokter dan Mutasi Dokter Anak
Budi menyebut dokter yang menolak pengambilalihan kolegium sebagai pihak yang kehilangan kuasa. Hal ini diketahui telah memicu konflik dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Menurut IDAI, mutasi dokter anak dianggap “hukuman” semakin memperburuk hubungan dengan sejumlah tenaga medis lainnya.
Sebagian warganet bahkan meminta jabatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan untuk diganti hingga desakan mundur.
“Yth. Presiden RI, Pak @prabowo mohon di ganti budi gunadi sadikin dari jabatannya sebagai menkes RI karena kebijakan nya terhadap kesehatan Nasional telah membawa bidang kesehatan menjadi kadang bisnis yg berujung membuat rakyat menderita,” cuit pengguna @m_m***h.
5. Pernyataan tentang Pendapatan dan Kesehatan
Budi Gunadi menyebut bahwa, orang dengan gaji Rp15 juta per bulan lebih pintar dan sehat dibandingkan mereka yang bergaji Rp 5 juta.
Ucapan ini memicu kritik publik karena dianggap menyederhanakan masalah kesehatan dan pendidikan. Bahkan, Budi Gunadi dinilai tidak punya empati terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Warganet menilai pernyataan Menkes Budi Gunadi tersebut menyinggung masyarakat berpenghasilan rendah.
Berbagai narasi komentar berpendapat bahwa Budi Gunadi Sadikin menganggap orang miskin tidak sehat atau tidak pintar bergejolak di media sosial.
Bahkan, Guru Besar FKUI turut buka suara menanggapi pernyataan Budi Gunadi tersebut, dan menyoroti perlunya komunikasi yang lebih hati-hati.
Akibatnya, akar masalah tersebut seolah memicu munculnya petisi di Change.org yang mendesak Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk mundur dari jabatannya.
Berdasarkan pantauan saat ini, petisi desakan mundur Menkes Budi Gunadi ini tercatat hampir mencapai 7 ribu tanda tangan di laman situs Change.org.
Editor : Baskoro Septiadi